Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 243


__ADS_3

"Keluarlah" Andra memberi perintah pada penjaga lelaki itu. Kemudian ia segera berbaring dan membungkus diri dengan cepat. Ia menatap tulisan di dinding dan tersenyum puas sebelum memejamkan matanya.


Segera sang penjaga den cepat mematuhi perintah Andra dan keluar tanpa lupa mengunci sel besinya.


Sementara Wixel sedang dalam perjalanan menemui Andra. Matanya menjadi gelap ketika ia memikirkan satu-satunya orang yang memiliki kemampuan untuk menaklukan perangkat lunaknya ialah Andra.


Selama ini ia menyepelekan Andra karena orang itu telah berada di bawah kendalinya. Hal inilah yang membuatnya lalai hingga bencana besar menghampiri mereka tanpa kenal ampun.


Andra adalah seorang ahli komputer terbaik. Hal ini dapat di buktikan dari sistem keamanan perusahaannya yang sampai saat ini masih menjadi nomor satu bahkan jika diukur menurut skala internasional. Orang itu sendiri yang merancangnya, bahkan orang terpintar yang di pekerjakan Wixel telah bertahun-tahun dan masih belum bisa menembus pertahanan pertama mereka.


Wixel mengertakkan giginya ketika ia menyadari ia sendirilah yang telah ditipu oleh Andra.


Dengan cepat mereka telah tiba di gedung dimana Andra telah di kurung selama berbulan-bulan.

__ADS_1


Ketika sampai ia melihat Andra sedang dalam posisi tidur dengan sebuah ukiran kata kecil muncul di dinding. Dapat terlihat keputusasaan dalam ukiran kata itu.


Siapa pun yang melihatnya akan merasa ngilu dan sedih disaat yang bersamaan. Ukiran abstrak bertuliskan empat kata MATI! Dalam ukiran itu tertuang perasaan yang sebenarnya dari sang penciptanya.


"Dia yang membuatnya?" Wixel menggelapkan matanya dan tidak bisa percaya pada penglihatannya. Orang yang sudah menjadi saingannya itu telah berubah menjadi gila! Pada saat yang bersamaan ia merasa senang dan kalah!


"Ya,, ya Tuan. Sepertinya ia mengalami mimpi buruk kemarin malam hingga membawanya berhalusinasi. Ia bangun di tengah malam dan menangis sambil memukul dirinya sendiri. Kemudian setelah beberapa saat ia terus duduk menghadap tembok itu. Sepertinya saat itulah ia membuat ukiran itu". Penjaga paruh baya itu menjelaskan situasi sambil memandang jijik pada Andra.


Di unjung mata Wixel ia memperhatikan penjaga itu dan mengetahui bahwa apa yang dikatakan penjaga itu memang benar. "Bangunkan dia"


Tampak seorang lelaki sedang tidur dengan posisi seperti janin. Ia memeluk serat lututnya dan menundukkan kepalanya.


Kulitnya yang sangat pucat terlalu mencolok dibalik pakaiannya yang berwarna gelap. Terlihat menyedihkan!

__ADS_1


"Bangun!" Penjaga itu berteriak sambil memberikan sebuah tendangan ke arah perut Andra.


Andra terkejut dan menbuka matanya. Tapi detika kemudian ia meringduk ke lantai dan merangkak ke sudut memeluk lututnya. Matanya memandang kosong ke depan, tapi terlihat raut ketakutan di sana.


Andra menggerak-gerakkan kepalanya seperti orang dungu selama beberapa saat. Ketika ia menyadari tidak ada bahaya yang mengancam, ia menjadi lebih tenang dan terus menunduk memperhatikan lantai sambil menggaruk lantai itu dengan kuku panjangnya.


Siapa pun yang melihatnya mengetahui jelas kalau ia sednga menulis sebuah kata MATI di lantai itu. Gerakan ibu jarinya terlihat kasar dan kaku. Tangannya sedikit bergetar menandakan saraf pria itu tidak berfungsi dengan baik.


Penajga yang melihatnya merasa sangat buruk ketika ia memandang ke arah Wixel menunggu perintah selanjutnya.


"Terus awasi dia. Aku akan kembali lagi nanti".


"Baik Tuan".

__ADS_1


..


__ADS_2