Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 44


__ADS_3

Mereka tiba di hotel dan memesan sebuah kamar. Setelah tiba di kamar yang mereka pesan Carri menyuruh Ezra membersihkan diri.


Kemudian Carri menghubungi Pande untuk membawakan sala satu baju ke kamar mereka.


Setelah bajunya datang, Carri meraih dan menyuruh Pande kembali menunggunya di mobil.


Carri menunggu sambil menelusuri informasi Mode di HP nya.


Mode adalah milik sorang model internasional bernama Gen.


Baru membaca kalimat itu Carri langsung mengerti dengan apa yang terjadi hari ini. Wanita yang malang.


Ezra keluar dari kamar mandi dan meraih bungkusna yang diserahkan oleh Carri.


Setelah membuka bungkusan itu ia melihat pakaian itu beberapa saat, Kesedihan langsung terpancar dimatanya dan tanpa diatur air matanya sudah turun ke pipi lembutnya.


Carri memperhatikannya dan membiarkan ia untuk menenangkan diri sejenak.


Setlah selsai berganti pakaian, Carri memandangi Ezra, ia ternyata seorang gadis berusia 20an, dengan tubuh yang indah dan kulit yang cantik.


Ia sangat cantik, hanya saja karena wajahnya tidak terawat hingga terlihat agak kusam.


Carri bisa membayangkan pria mana pun ynag melihatnya tidak akan berkedip beberapa saat.


Setelha selesai Carri membantunya mengeringkan rambut dna kemudian mereka duduk di balkon makan bersama.


Mereka hanya makan dengan hening tanpa suara, Carri pun tau bahwa pikiran gadis didepannya masih liar untuk mencerna semua yang terjadi.


Setelah makan mereka pindah kedalam kamar dan duduk di sofa. Carri meletakkan sebuah kartu kredit di meja.


"Pakailah uang di sini untuk membeli keperluanmu, aku akan menemuimu pada akhir pekan nanti, Jangan memikirkan untuk berhemat, kita bahkan akan memiliki lebih banyak di masa depan"

__ADS_1


Setelah itu Carri emngambil lesembar kertas di meja dan menuliskan nomor HPnya.


"Hubungi aku jika kau sudha memiliki ponsel baru"


Ezra masih saja terdiam memandang ke arah kartu yang di erikan padanya.


Sedangkan Carri telah berdiri dan berlalau emnibgalkannya.


Tersadar dari lamunannya Ezra langsung bergegas mengejar Carri yang sudah berjalan ke arah lift.


"Terima kasih Bos!! Suaranya melengking mengagetkan Carri.


Carri berbalik dan melihat tubuh Ezra masih yang masih membubgkuk padanya.


"Berterima kasihlah lebih dulu pada dirimu sendiri" Setlah iti Carri melangkah ke lift dna menghilang dari pandangan Ezra.


Carri kembali ke apartemen membersihkan diri dan membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Ia merasa bahagia dan mengecup bibir suaminya. Lalu bangun dan beranjak ke kamar mandi.


Setelha mereka bersiap merka berangkat ke tujuan masing-masing.


Carri belajar sampai sore. Saat ia akan pulang ia tidak melihat Pande disana, namun seorang supir baru menyambutnya.


Carri menjadi bingung namun tetap mngikutinya hingga mereka tiba di apartemen.


Setelah ia tiba suaminya sudah menunggunya di sofa sambil menikmati teh sorenya.


Carri langsung mendekat dan duduk di pangkuan Geri. "Mengapa bukan kamu yang menjemputku?


"Maaf sayang, aku kembali sedari siang tadi dan menyelesaikan pekerjaan dirumah, sebuah dokumen tertinggal. Aku baru saja akan menjemputmu ketika aku mendapat panggilan dari rekan bisnis jadi aku emnyuruh supir saja yang menjemputmu"

__ADS_1


"Kenapa kau mengganti supirnya?


"Aku tidak suka dengan ornag yang bekerha stenga-stengah"


Cari sadar dnegan apa yang terjadi, ini pasti karen akemari Pande hanya melihatnya dan tidak melindunginya ketika ia diserang Ezra kemarin.


Suaminya ini benar-benar keterlaluan, ia bahkan memecar seseornag hanya karena hal sepele.


"Pokonya aku tidka mau supir baru!.


Carri merasa bersalah pada Pande hingga ia harus mengembalikan possisinya kembali.


"Kau merajuk?


"Pokoknya biarkan Pande tetap menjadi supirku, atau aku akn naik kendaraan umum"


Geri terkejut dan langsung memeluk Carri erat "Siapa yang emngijinkanmu huh?


Carri mengeluarkan jurus pamungaksnya dengan menempakkan wajah memelas dan sedih. Geri mau tidak mau menjadi luluh karenanya "Oke tapi ada syaratnya"


Carri emmandang dengan tegas dan matanya menunjukkan bahwa dirinya tidak percaya suaminya akan berkata seperti itu.


"Beri aku spesial service"


Carri langsung melotot danulutnya menganga beberapa detik sebelum ia memukul ringan dada suaminya.


"Hahahahahhah, Apa kau setuju?


Wajah Carri emnjadi merah padam sampai telinganya namun lalu tertunduk malu dan dengan pelan berbicara "Aku tidka tau caranya"


Geri tersenyum mendengar istrinya namun ia tidka mau melewatkan kesemoatan itu hingga ia menggendong istrinya yang tengah malu itu menuju kamar untuk malam erotis mereka.

__ADS_1


__ADS_2