Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 143


__ADS_3

"Tuan Henry ingin bertemu denganmu, aku tahu Asisten Tua memang bisa diandalkan, meski Tuan Henry adalah orang yang jujur, tapi ku rasa asistennya masih bisa sedikit diakali" Im sudah merencanakannya dengan sebuah makan malam yang ternyata bisa meluluhkannya.


"Kalau begitu ayo bersiap". Sari bergegas ke ruang ganti sambil bersenandung kecil.


Persetan dengan acara kecil itu, ia tidak peduli jika dramanya harus hancur karena ia tidak datang. Lagi pula ia mengikuti drama itu hanya karena Tuan Henry akan hadir disana. Dan sekarang, Tuan Henry ingin bertemu dengannya secara pribadi, jadi tidak ada alasan untuk menolaknya demi sebuah acara kecil yang tidak terlalu berguna.


Mereka tiba di alamat yang disebutkan oleh Asisten Tua dan menunggu di ruangan yang telah dipesan langsung oleh Asisten Tua.


Mereka tiba 30 menit lebih awal karena ia tahu Tuan Henry adalah orang yang tepat waktu. Apa lagi sekarang mereka harus membangun citra yang baik di depan Tuan Henry supaya bisa memperlancar jalannya ke puncak.


Sari duduk dengan tenang sambil memikirkan bagaimana ia akan menarik perhatian Tuan Henry. Meski ia berasal dari keluarga kaya, dan bisa dengan bebas memilih film dan sutradara yang bisa membawanya ke puncak, tapi memulainya sebagai orang yang diakui Tuan Henry ialah pilihan terbaik.

__ADS_1


Semua aktris dan aktor yang memulai kejayaannya di film milik Tuan Henry memiliki karir yang cemerlang dan cukup dihormati di industri hiburan.


Setiap mereka yang memulai karir bersama Tuan Henry secara tidak langsung mendapat predikat sebagai orang bertalenta sehingga memiliki pondasi yang kuat dalam mengamankan kedudukannya.


Akhirnya menit-menit menuju jadwal yang telah di sepakati hampir tiba, Sari sedikit gugup tapi ia tetap merasa senang karena sebentar lagi langkah pertamanya akan di mulai. Langkah yang akan membuatnya menjadi seorang yang diakui, diakui bukan karena kekuasaan keluarganya tapi karena talentanya sendiri.


Pada akhirnya mereka menunggu sangat lama "Im, ini sudah lewat setengah jam dari janjinya, mengapa mereka belum datang juga?" Sari mulai kesal, ini pertama kalinya ia datang lebih awal untuk sebuah pertemuan, ia bahkan rela menunggu selama 1 jam, tapi kemudian orang itu tidak kunjung datang.


"Bagaimana?" Sari melirik ke arah Im yang baru kembali.


"Mereka sedang ada sedikit gangguan sehingga kita perlu menunggu beberapa saat lagi. Tapi Nona, kau tidak perlu hawatir, mereka pasti datang, kita hanya perlu menunggu sedikit lebih lama" Im berkata dengan hati-hati, semuanya akan berakhir jika amarah Sari sampai terpancing. Ia tahu jika Sari adalah gadis manja yang selama ini tidak pernah diperlakukan seperti ini, ia berasal dari keluarga kaya dan terbiasa kalau semua keinginannya terpenuhi secara cepat.

__ADS_1


Sari hanya diam, ia masih kesal tapi ia harus mengakui bahwa orang itu tidak bisa dianggap remeh, ia tidak mempan dengan uang, apa lagi hal-hal curang lainnya.


Sampai 3 jam berikutnya mereka pulang dalam keadaan marah, mereka dipermainkan oleh Asisten Tua.


"Nona, maafkan aku, aku tidak tahu bahwa semuanya akan berakhir kacau begini, sungguh, yang menghubungiku adalah Asisten Tua" Im mencengkram tangannya karena takut.


"Berikan ponselmu" Sari mengulurkan tangannya untuk menerima ponsel.


"Ini Nona, tapi apa yang akan kau lakukan?" Rasanya ia berada di posisi yang salah, ia sungguh tak berdaya untuk membantah Sari.


"Halo? Asisten Tua,, Bukan,, Ini aku Sari Sanjaya,, kami sudah pulang, kami menunggu terlalu lama dan,, bukankah kau menghubungi kami dan membuat perjanjian untuk bertemu?" Seketika Sari berubah pucat. Seluruh kekuatannya pergi meningalkannya. Telepon itu terlepas dari genggamannya dan jatuh begitu saja, sedangkan ia memandang lurus dengan tatapan kosong.

__ADS_1


Im yang merasa bingung langsung memungut ponselnya dari lantai, tapi melihat bagaimana ekspresi Sari, ia tahu sesuatu yang buruk telah terjadi. Dengan menekan rasa takutnya ia menatap layar ponselnya yang telah menggelap dan retak. Ia hanya mampu berdiam diri dan menunggu Sari untuk kembali ke dunia nyata.


__ADS_2