Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 229


__ADS_3

Arron kembali ke kota G setelah kepergiannya selama satu minggu.


Dari bandara ia segera menemui asisten Min. Ketika ia tiba di sebuah restoran yang telah diberitahukan asisten Min ia mendapati Geri berada di sana.


"Duduklah" perintah asisten Min ketika Arron memasuki rungan itu.


"Aku sudah mengetahui ceritanya dari asisten Min. Ini memang terlalu sulit, tapi apa pun akan kulakukan agar kita bisa menemukan Andra secepatnya" Geri berbicara dengan tenang sambil memperhatikan tablet di depannya. Meski tatapannya sedang teralih ke tulisan pada tablet namun ia sedang berusaha menenangkan Arron.


Ia tahu Arron sangat menghormati Andra sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa Arron mengalami banyak tekanan ketika ia mengetahui Andra telah menghilang.


"13.14.25.2.15.12.16.11.9.18.1.26" Geri kembali membaca tulisan pada tablet yang ia pegang.

__ADS_1


Arron mendengarkan dengan seksama "Angka apa itu?" Tanyanya dengan bingung.


"Itu adalah deretan angka yang dikirim seseorang berinisial AM padaku" Asisten Min mengatakannya dengan suara khasnya yang datar.


Arron tidak mengerti sama sekali. Mengapa kedua orang ini mengurusi akun aneh seperti itu.


"Akun itu beberapa waktu lalu sebelum Nyonya mengalami kecelakaan mengirim pesan pada Mia. Isi pesannya cukup aneh 'Jangan percaya siapa pun'". Lanjut asisten Min.


"Ya, tapi hanya kita bertiga yang mengetahui hal ini. Nyonya tidak boleh mengetahuinya, akan lebih baik jika penyelidikan ini berjalan dengan diam. Kita tidak perlu melibatkan pihak berwajib, hal itu bisa menyebabkan tekanan yang buruk pada perusahaan bahkan pada nyonya" Asisten Min melanjutkan penjelasannya "Angka itu merupakan angka yang memiliki arti. Aku yakin angkanya berhubungan dengan sebuah petunjuk besar"


"Dari skenarionya bahwa Andra hilang di luar negeri dan bahkan kamu menyaksikan sendiri dia tertembak di kepala dan langsung roboh. Jika demikian maka hanya mayatlah yang tersisa."

__ADS_1


"Semua orang memutuskan tidak mencarinya lagi untuk menjaga perasaan Mia. Tapi saat ini ada akun yang menghubungi Mia dengan tiba-tiba" Geri mengetuk meja sebagai kebiasananya ketika berpikir. "Apakah berarti bahwa Andra masih hidup dan dia mengirim pesan pada kita? Atau penjahat sesunguhnya yang sedang bekerja ingin mempermainkan kita. Mungkin ia memiliki target berikutnya".


Arron berubah pucat mendengar hal itu. Ia berharap asumsi pertama adalah kenyataan yang sesungguhnya, tapi secara logika itu adalah hal mustahil mengingat asisten Min sudah mengemukakan Bos besarnya tertembak tepat di kepalanya.


"Orang ini berkaitan dengan pergerakan gelap bawah tanah, tidak mungkin kita bisa menemukannya dengan mudah. Tapi melihat bagaimana ia tidak melakukan pergerakan sampai saat ini ialah alasan bahwa ada hal besar yang sedang direncanakannya. Ini adalah pertanyaan besar bagi kita semua. Sekarang aku akan menghubungi orang kepercayaanku dan kita akan mulai menelusuri dari kota mana Andra menghilang" Geri mengakhiri ucapannya. Ia segera bangkit dan berlalu pergi. Ia perlu mengawasi keluarga kecilnya di rumah.


Hanya tersisa Asisten Min dan Arron dalam ruangan itu.


"Apa rencana selanjutnya?" Arron bertanya sambil menatap tablet yang ditingalkan Geri.


"Kita perlu menunggu informasi dari semua gang yang telah kamu kunjungi. Masalah ini terlalu berat dan kodenya tidak mudah di pecahkan. Aku sudah memberikannya pada beberapa orang terpercaya, tapi jelas bukan perkara muda untuk mengatasinya" Asisten Min menggelapkan pandangannya.

__ADS_1


...


__ADS_2