
Keesokan harinya Geri membawa Carri untuk mendaftar paket C disalah satu tempat terbesar di kota G.
Disana menawarkan pelayanan yang memuaskan dan akan belajar dengan ketat selama satu tahun. Di tempat itu memang dikenal sebagai pilihan terbaik untuk paket C.
Banyak lulusan dari sana yang sukses dan karena terjamin pula koneksi ke perguruan tinggi maka lulusan dari sana tidak dapat dianggap remeh. Reputasi yang baik dengan kualitas yang baik adalah milik mereka.
Jika di tempat paket C lainnya pelajaran dilakukan secara fleksibel hanya dalam beberapa jam dan maksimal pertemuan 4 kali seminggu, maka di tempat Carri mendaftar berbeda.
Bimbingan belajar untuk mngikuti ujian dilakukan setiap hari senin sampai sabtu. Pelajaran pun dilaksanakan dari pagi sampai sore. Tempat ini juga mengadakan kelas online sehingga beberapa ornag akan memiliki kelas online karena lebih fleksibel dapat diatur jamnya.
Tapi carri akan memili kelas ofline karena bisa langsung merasakan bagaimana bersekolah di tingkat SMA secara langsung.
Sehingga ini pun mereka mendapat lebih banyak ilmu untuk bekal ke perguruan tinggi.
Di tempat ini pun mengadakan ujian yang mereka laksanakan untuk mengetahui kemampuan anak didiknya untuk mngikuti UN.
Bahkan kalau ada yang tidak lulus maka biasanya mereka akan memulai kembali, ini dimaksudkan untuk menjaga reputasi tempat itu.
Carri mendaftar pada jurusan IPS karena ia mempersiapkan diri untuk menjadi pebisnis, ia juga akan merancang perusahaannya sendiri.
Carri merasa senang dan tersenyum sepanjang waktu. Akhirnya ia bisa bersekolah lagi dan akan mendapatkan masa depannya.
__ADS_1
Sepulang dari sana malam telah tiba dan mereka langsung pulang ke apartemen. Carri menceritakan pengalamannya kepada Geri, dimana ia adalah siswa terbaik di sekolahnya dulu. Dan ia juga telah belajar semua pelajaran SMA lewat teman kecilnya dulu.
Geri merasa kagum dengan Carri hingga memeluknya dengan erat dan memberi hadiah beberapa kecupan pada Carri.
Meski keduanya berbeda usia cukup jauh yaitu 8 tahun namun mereka tampak serasi, apalagi jika keduanya sedang bercanda gurau.
Geri mengantar Carri ke tempat belajarnya pada pagi hari, Cari suka menggunakan gaun jadi hari itu ia memakai gaun yang dipilih Geri sendiri. Gaun warna kuning dengan motif bunga di sekitar lehernya.
Memberi kesan segar dan manis hingga Geri bahkan kehilangan kendali ketika melihat Carri selesai berganti pakaian.
Rambutnya di urai bebas dan memakai riasan tipis hasil belajarnya dari internet. Sepatu ballet senada dengan bajunya memberi kesan elegan dengan tambahan tas samping warna putih.
Kemudian mereka pergi menuju kantor Geri dan melakukan rutinitas seperti biasa.
Hampir semua buku dalam Ruang istirahat telah dibaca Carri ia sangat cepat membaca dan memahami, bahkan buku-buku sulit disana pun dapat dipahami dengan mudah. Ini membuat ia memiliki bekal yang baik utuk masa sekolahnya hingga dapat lulus dengan nilai terbaik.
Setelah pulang ke rumah mereka makan bersama dan Geri berada di ruang kerja menyelesaikan pekerjaannya, sedangkan Carri disana menemani Geri namun ia duduk di sofa tak jauh dari Geri untuk membaca buku yang ada disana.
Sampai jam 10 malam mereka kemudian pergi beristirahat.
Keesokan hari ketika Carri sampai di ruang belajarnya ia duduk di pojokan dengan senang dan menyiapkan buku belajarnya.
__ADS_1
Itu masih pagi hingga ruangan kelas itu juga masih kosong dan hanya Carri yang ada disana.
"Disini kosong gak? Boleh duduk disini?
Seorang gadis dengan kisaran umur 20 tahun memiliki keperawakan tinggi dan wajah yang mempesona menunjuk kursi di sebelah Carri.
"Ya" Carri merasa bahwa gadis disampingnya cukup baik dan terlihat lembut dan sopan.
"Bagaimana kalau kita berteman? Aku Sera" katanya sambil mengulurkan tangannya.
"Carri" Carri menerima uluran tangan gadis itu dan tersenyum dengan sopan.
Untuk sesaat Sera bahkan terpesona dengan kecantikan Carri hingga ia terus mengobrol dengan Carri dan tanpa henti memujinya.
Carri hanya tersipu malu karena pujian Sera. bahkan ia jarang tertawa karena merasa malu dengan orang yang baru dikenalnya.
Tanpa terasa ruangan itu mulai penuh dan kelas segera dimulai.
Karena itu hari pertama, Carri sangat bosan dengan penjelasan Pak Tono karena ia sudah mengetahui itu diluar kepala.
Namun ekspresinya tetap menunjukkan bahwa ia menerima pelajaran dengan senang.
__ADS_1