Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 156


__ADS_3

"Apa kau tidak tahu, Tuan Claron dan Tuan Henry adalah teman sejak kuliah, menurut rumor yang kudengar, Tuan Claron selalu iri pada kesuaksean Tuan Henry. Ia sering melakukan rencana licik untuk menjatuhkan Tuan Henry, tapi untungnya Tuan Henry tidak semudak itu untuk ditaklukan!"


"Benarkah? Kalau itu faktanya maka tidak diragukan lagi, pertemuan ini bukanlah sebuah kebetulan! Dan lagi kita jelas akan memenangkan pertempuran ini karena Tuan Henry berada di kapal yang masa dengan kita"


"Kalian terus membicarakan itu, dan aku disini memikirkan kapan pangeran es kita tiba"


"Bukankah sutradara bilang kalau Ken akan terlambat beberapa saat? Mungkin sebentar lagi ia datang! Beri aku cermin, cepat!"


"Kalau begitu mari kita memperbaiki penampilan"


...


"Kalian harus tahu, Henry ini adalah sahabatku sejak kuliah, kami memulai karir bersama-sama, dan tentu saja akan sukses bersama-sama juga. Bukan begitu Henry?" Ia menoleh ke arah Henry untuk mendapatkan jawaban.

__ADS_1


"Ya" Henry menjawab dengan singkat lalu kembali minum. Ia tahu kalau ini semua sudah di rencanakan, mereka telah memesan tempat ini sebulan yang lalu. Sangat kebetulan!


"Haha,, kau masih saja sama, selalu dingin dan membuat suasana jadi canggung. Bagaimana kalau seseorang menghiburmu? Claron berbisik pelan di telinga Henry "Pemeran utama 'Senjah Merah' adalah Nura Sri Monglan, tentu kau sudah mendengar tentangnya bukan?"


Henry merasa kesal dan berdiri meninggalkan meja panjang itu bergabung dengan meja dimana semua kru dan pemain 'Tempat Terbaik' "Nikmati minuman kalian, kami memiliki beberapa hal yang ingin dibicarakan"


Claron menatap punggung Henry yang sudha berlalu. Dia masih saja songong. Tungguhla kehancuranmu!


...


"Jangan pikirkan dia, dia hanya seorang sutradara, meski cukup terkenal tapi ia akan berakhir tahun ini, film kita cukup mirip dengan mereka. Tapi sudah jelas kita akan memenangkan pertempuran ini. Film mereka baru saja mulai dan kita sudah hampir selesai" Claron tersenyum senang "Nura, tuangkan anggur untuk sutradara kita"


Berandal ini akan selalu kalah jika menyangkut wanita, dan wanita adalah urusan mudah bagi Claron.

__ADS_1


Nura yang sudah siap dengan penampilannya segera menunangkan minuman untuk Fraim dengna tetap menjaga payudaranya bisa dinikmati dari arah Fraim melihat.


"Tapi aku sedikit bingung mengapa Nari belum datang" Fraim sudah menunggu Nari dan ia merasa Nari lebih menarik karena memiliki tubuh yang indah dan tingkah yng lembut.


Cabul sialan! Bagaimana bisa aku membiarkannya menyentuh seseorang dari keluarga Sanjaya! "Aku rasa ia akan datang sebentar lagi, mari minum" Jika bukan karena kemampuannya yang hebat dalam menyutradarai maka mereka tidak akan berani berurusan dengannya, ia terkenal cabul dan selalu meniduri setiap pemain di filmnya. Sekarang pun ia tidak puas dengan Nura, tapi malah mencari masalah dengan meminta Nari.


"Tuan, mengapa kita tidak mencari tempat lain saja untuk duduk bersama, saya merasa sedikit resah dengan banyak orang disini" Nura mencairkan suasana dengan berbisik penuh sensual pada Fraim.


Wanita ini, ia sudah cukup menikmatinya, lagi pula permainannya tidak cukup untuk menyenangkan hati. Ia ngin menikmati yang lebih!


Frain berdehem dan ia segera bangkit dengan Nura mengikuti di belakangan. Lagi pula ia tidak bisa menunggu seseorang yang belum pasti, ia akan memintanya lain kali. Lagi pula gadis itu cukup polos untuk dirayu.


Claron menghela nafas lega. Ia tidak mungkin membiarkan orang cabul itu mencarikannya masalah. Sebagian besar investasi di film ini didanai oleh keluarga Sanjaya, jika ia bisa melakukan yang terbaik maka bukan tidak mungkin di film berikutnya mereka akan terus mendapat suntikan dana yang besar.

__ADS_1


Lagi pula ia tidak ingin berakhir seperti agensi Z karena sebuah kecerobohan pengelolahan. Hanya dengan menjaga sumber yang ada maka akan cukup memberinya kenyamanan dalam setiap film maupun hal lain dalam industri hiburan.


__ADS_2