
Semua ornag disana terkejut dengan apa yang dikatakan Carri.
Bagaimana pun Carri akan memiliki banyak sumber untuk mendapatkan seornag tutor yang bisa membantunya belajar. Bahkan seorang tutor yang lebih baik dari mereka.
Beberapa menjadi ragu dengan tuduhan yang dilontarkna pada Carri, namun beberapa lagi lebih mempercayai bahwa Carri telah mencuri soal sebab tidak ada seorang pun yang bisa menguasai begitu banyak pelajaran.
Setelah beberapa saat hening, Pak Seto memecahkan keheningan "Bagaimana kau membuktikan bahwa kau tidak mencuri soalnya?
Dengan wajah yang tenang Carri memperhatikan semua orang dengan seksama "Aku bisa menjawab soal ujian di depan kalian semua"
Carri tidak mau membuang waktu dan ia ingin segera menampar semua wajah menjijikkan yang ada dihadapannya.
Dengan membuktikan di depan mereka secara langsung maka mereka tidak akan berani beerindak sembarangan lagi.
Ini perkara yang mudah, bahkan jika Pak Seto tetap mempersulitnya setelah itu, ia masih memiliki suami yang bisa diandalkan.
Semua orang tercengang dengan jawaban Carri, mereka akan sangat malu jika terbukti bahwa mereka telah menuduh secara sembarnagan.
Setelah beberapa saat semua orang harus setuju dan akan menguji Carri hari itu juga.
Karena pelajaran akan tetap dimulai makan Carri akan diuji satu persatu pengajar sampai selesai.
Setelah itu Carri dituntun ke satu ruangan tertutup dan sala serang pengajar matematika datang untuk memberi ujian pada Carri.
__ADS_1
Ia tidak membawa apa pun dan hanya masuk dengan dirinya sendiri.
Ia memiliki wajah yang tenang dan meski terlihat telah tua namun ia masih memiliki karisma yang patut diacungi jempol.
Ia duduk di depan Carri dengan tenang. "Apa kau sudah siap?
"Silahkan mulai"
Pengajar itu sengaja memberi soal yang berbeda pada Carri, bahkan sola itu adalah yang tersulit untuk dipecahkan, namun ia hanya akan menguji Carri dengan satu soal.
Jika Carri tidak mampu nenyelsaikan maka ia masih akan memberi soal kedua yang sedikit lebih mudah, namun jika ia berhasil ia akan segera keluar dan meloloskan Carri.
Setelah mengucapkan soalnya Ia memandangi wajah Carri yang tetap tenang. Carri sama sekali tidak berpikir dan hanya menatap dengan tenang pula ke arahnya.
"Kenapa Bapak tidak memberiku lebih banyak soal, jika hanya satu itu sangatlah muda"
"Kau terlalu sombong"
"Aku hanya suka tantangan"
"Baiklah, jika jawabanmu benar aku akan memberimu satu soal yang lebih baik" Dengan kata lain soal yang diberikan pada Carri adalah soal yang sangat muda. Meski ia tahu bahwa hanya orang-orang yang memiliki IQ tinggi yang bisa menyelesaikan soal itu.
Tapi ia juga merasa kecewa dan kesal dengan omongan Carri yang terlalu sombong.
__ADS_1
Setelah mendengarnya Carri dengan tenang menjawab dan menjelaskan secara terperinci pembuktian jawabannya.
Untuk sesaat orang tua itu tercengang, ini adalah kali pertama ia menemukan seornag yang bisa menjawab soal sesulit itu tanpa membutuhkan waktu untuk berpikir.
Bahkan ia kaget karena Carri mampu menjelaskan sedetail mungkin dan penjelasannya sangat mudah dipahami.
Ia tercengang beberapa saat sebelum ia akhinya keluar dari ruangan itu tanpa mengatakan apa pun.
Ia merasa ciut dengan Carri, bahkan ketika ia muda ia adalah sala satu orang terpandai, namun ketika menjawab soal yang rumit sepeti itu ia masih haru berpikir selama beberapa menit.
Bahkan terkadang ia harus membaca dan mengamati soal berulang kali, namun Carri hanya mendengar sekali dan tidak terlihat berpikir, namun ia menjawab dengan tepat bahkan dengan penjelasan yang sangat rinci dan mudha dipahami.
Semua orang yang menunggu di luar ruangan kaget melihat ekspresinya. Ia hanya diam saja dan berjalan kembali ke mejanya mengambil beberapa buku dan keluar untuk mengajar.
"Sepertinya Carri telah membuatnya kesal, ia bahkan tidam mau berbicara"
"Kalau begitu aku yang akan masuk, aku akan melihat bagaiman bodohnya pencuri itu menutupi kesalahannya"
"Ya masuklah, kami akan menunggu giliran untuk mempermalukan dia"
Satu persatu ornag masuk dengan percaya diri, namun ketika keluar mereka hanya diam dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Seorang mantan pemulung bahkan mempermalukan mereka, kesialan macam apa yang mereka alami hingga benar-benar sepeti orang bodoh menuduh seornag genius menjadi pencuri.
__ADS_1
Bahkan mereka merasa tidak pantas untuk mengajari Carri, merekala yang seharusnya berguru pada Carri.