Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 23


__ADS_3

Carri menggigil dan merontah sebarang arah, semua tenaga ia kerahkan dan penolakan yang tidak ada arti itu semakin membangkitkan gairah laki-laki yang kini sednag berusaha mencabulinya.


Dengan sekuat tenaga cari berusaha menggerakkan badannya dan berteriak meraung-raung meminta pertolongan. Entah sudah berapa menit berlalu dan ia masih berada di ruang itu bersama lelaki sialan ini. Tidak ada suara yang menjawab teriakannya hanya bunyi kecupan yang dihasilkan pria itu yang beradu dengan teriakan Carri.


Ditengah pergulatan mereka akhirnya pintu terbanting dari luar Geri langsung memberikan pukulan pada pria hingga ia tersungkur jatuh ke lantai.


Carri yang lemas merosot ke lantai dan di pegangi Geri. Ia segera membalut Carri dengan jas miliknya lalu memeluk gadisnya itu dan membawanya ke luar.


Carri melingkarkan kakinya di pinggang Geri dan ia menangis di pelukan pria itu.


Sesampainya di mobil Nando segera membuka pintu lalu mereka masuk dengan Carri masih menagis hebat akibat taruma yang ia dapatkan.


Tatapan Geri semakin gelap melihat gadisnya menangis hebat, ia melepaskan ikatan di tangan Carri dan akhirnya tangan itu bergerak cepat melingkar di lehernya.


Pelukan itu sangat erat dan ia dapat merasakan tubuh Carri bergetar hebat diiringi tangisan yang menyedihkan.


Setelah beberapa menit menangis akhirnya Carri merasa sedikit tenang namun masih enggan melonggarkan pelukannya, ia mencari ketenangan dari suaminya dengan menghirup wangi elegan Geri di sekitar leher lelakinya itu.

__ADS_1


Beberapa waktu berlalu mereka tiba di apartemen, dan Geri membawa Istrinya langsung menuju kamar mandi lalu menyalakan shower dan mereka berpelukan di bawah pancuran air.


5 menit terguyur air akhirnya Carri melonggarkan pelukannya dan menggosok dengan keras dada dan wajahnya ia tidak ingin disana ada bekas kotor lelaki yang telah memperkosanya.


Geri yang menyadari itu langsung mengecup seluruh kulit dia area dada dan leher Carri. Ia membersihkan bekas laki-laki kotor itu dan kemudian mencumbuh Carri dengan lembut.


Setelah itu ia memandikan Carri dan membawanya berganti pakaian, Carri masih enggan lepas dari Geri hingga mereka makan bersama dengan Carri masih di pangkuan Geri.


Geri dengan sabar menghadapi Carri, karen ia tahu bahwa istrinya merasa takut dan trauma akibat kejadian yang baru saja terjadi.


Setelah makan malam mereka selesai, ia kemudian membawa Carri untuk tidur, dan akhirnya mereka terlelap sambil berpelukan.


Ditengah malam Carri tiba-tiba berteriak kencang mengagetkan Geri, namun dengan sigap ia memeluk istrinya dan menenangkannya "Aku disini Sayang, jangan takut"


Carri kembali tertidur sampai pagi akhirnya ia bangun dan melihat suaminya memluknya dengan erat, ia menjadi lebih tenang lalu menggerakan pelukannya membuat Geri terbangun.


"Bagaimana perasaanmu?

__ADS_1


Jangn takut aku selalu disini ok!.


Carri merasa tenang mendengar itu dan akhirnya mereka tidur lagi beberapa saat lalu akhirnya memulai rutinitas paginya.


Geri memberi perhatian penuh pada Carri hingga Carri tidka lagi tertekan dan mulai berbicara. Dengan segala cara akhirnya Carri kembali tersenyum.


Melihat dua lesung pipi yang kini menampakkan diri akhirnya Geri menjadi lebih tenang dan memberi cumbuan hangat pada istrinya.


Carri menyambut bahagia cumbuan itu dan mereka berakhir diranjang hingga beberapa jam dan akhirnya bangun makan siang.


Karena malam itu adalah resepsi nikah Ibu Geri maka, Geri berencana membatalkan kepergian mereka namun Carri menolak ide itu dan bersikukuh akan tetap pergi.


Ia tidak mau Geri menjadi anak yang tidak berbakti hanya demi dirinya.


Akhirnya Geri memanggil beberapa penata rias untuk mereka. Ia hanya mengijinkan penata rias wanita karena ia takut Carri akan merasa tidak nyaman berinteraksi dengan laki-laki asing.


Setelah selesai mereka di antar Nando menuju gedung acara itu berlangsung.

__ADS_1


__ADS_2