
Ketika mereka bangun semua orang sudah ada di meja makan, mereka akan makan.
Sari duduk di sebelah Megan dan Carri duduk diantara Geri dan Regan. Makanan sangat banyak hingga Carri bersemangat makan dan Geri pun senang melihat istrinya menikmati makanan.
Makanan yang mereka makan berasal dari sayuran segar yang di petik di kebun belakang rumah hingga Geri tidak hawatir bila Carri makan banyak. Ia terus menambah makanan ke piring Carri dan memnindahkan makanan yang disisa Carri ke piringnya.
Geri tidak masalah makan makanan sisa istrinya karena ia sudah terbiasa meakukannya dan ia tidak pernah merasa jijik.
Semua orang tersenyum melihat pasangan mesra itu , namun Sari merasa kesal pada adegan mereka hingga ia merasa panas sepanjang makan malam berlangsung.
Sari sangat ingin meningalkan makan malam itu tapi ia tidak bisa melakukannya karena ia sangat menjaga kelakuannnya di depan kakeknya.
Kakek Bambang adalah orang yang sangat tegas sehingga tidak seorang pun berani berbuat kesalahan langsung di depannya.
Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga sepeti biasa. Kakek akan bercerita banyak hal tentang masa lalunya, ia sangat mencintai almarhuma hingga ia selalu bercerita seputar istrinya atau pun pengalaman berharganya.
Setiap kali ia bercerita semua orang tidka ada yang berani mengganggunya atau menunjukkan rasa bosan.
Ketika sudah merasa terlalu lama bercerita akhirnya ia mengalihkan pandangannya ke arah Geri dan Carri.
"Jadi kapan kalian akan memberiku cicit?
Carri yang sedang minum langsung tersedak mendengar omongan kakeknya, untunglah Geri ada disampingnya dan dengan cepat menepuk ringan punggung Carri.
"Kau begitu terkejut dengan pertanyaanku? Apakah kalian benar-benar tidka ingin memberiku seornag cicit?
"Kakek, kami sedang berusaha"
"Kalian sudah mengatakan itu berulang kali dan aku sudah bosan mendengarnya"
__ADS_1
"Nak, apa kalian punya masalah?
Semua orang terkejut mendengar Megan bertanya, jelas pertanyaan Megan mengarah ke sesuatu yang negatif.
"Katakan sejujurnya, mungkin kita bisa mencari jalan keluarnya"
"Ma, ini adalah urusan kami berdua, biar kami yang menyelesaikannya"
"Bagaimana bisa ini bukan urusan kami, kalian adalah keluarga kami, aku akan menyuruh dokter keluarga untuk memeriksa kalian"
"Kek, sebenarnya kami sudah memeriksakannya ke dokter dan hasilnya baik-baik sja"
"Lalu kenapa kau belum juga mengandung?
"Jangan menyembunyikan sesuatu dan katakan yang sebenarnya"
"Ma, itu adalah kebenarannya"
Carri hanya pasrah dengan keputusan kakeknya, Geri menggenggam erat tangan Carri.
'Jadi ada sesuatu yang salah dengan mereka hingga tidak bisa memiliki keturunan, itu bagus, aku akan membuat semua orang membenci kamu Carri, lihat saja apa yang akan aku lakukan' Sari tersenyum licik begitu mendengar kabar tersebut, ia memiliki rencana bagus untuk Carri.
Pagi harinya Carri bangun dan membantu mamanya di dapur. Ketika Megan ada di rumah tua maka ia akan menyiapkan semua makanan sedirian, ia sangat menyukai memasak, apa lagi denegan bahan yang langsung di petik dari kebun.
Megan belum mengetahui insiden jatuhnya Carri ke kolam, karena semua orang memang tidak mau membuat membuatnya hawatir jadi tidak ada satupun dari ketiga orang itu yang mengetahuinya.
"Nak, bisa kamu ambilkan kita daun seledri di kebun?
Carri tertegun sesaat dan keringat dinginnya meluncur deras karena mengingat kembali kejadian yang pernah ia alami. Wajahnya berubah pucat dan tangannya gemetar hingga ia melepaskan pisau yang ia pegang.
__ADS_1
Megan tidak mendapat respon dari Carri hingga ia berbalik melihat putrinya sudah penuh dengan keringat di sekitar dahinya dan wajahnya telah pucat.
"Kau baik-baik saja Nak? Kau kelihatan pucat sekali"
"Ma, aku akan pergi istirahat sebentar" Carri mengatakannya dengan buru-buru dan berlalu kembali ke kamarnya.
Megan merasa bingung dan mengejar putrinya, ia merasa ada sesuatu yang salah dengan Carri.
Begitu ia melewati tangga Regan baru saja keluar dari kamarnya.
"Ada apa buri-buru ma?
"Itu, mungkin kakakmu sakit, ibu harus melihatnya"
"Kak Carri sakit ma?
"Ia tadi mama masak bersamanya dan kemudian mama hanya menyuruhnya pergi ke kebun sebentar namun ia malah menjadi pucat dan berkeringat"
Regan mengerti apa yang sedang terjadi, ia tidak tahu harus mengatakan apa hingga ia hanya memegang lengan mamanya sebentar.
"Kamu kenapa Regan mama mau liat Carri dulu"
"Bukan gitu ma, tapi kan disana sudah ada suaminya, biar Kak Geri yang melihatnya"
"Iya, tapi mama gak tenang"
"Aduh ma, percaya deh sama mereka, mereka lebih mengenal satu sma lain"
Megan mengangguk dan kembali ke dapur melanjutkan masakannya.
__ADS_1
Sari yang tak jauh dari mereka mendengar percakapan mereka.
'Mungkinkah Carri takut ke kebun belakang?