Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 21


__ADS_3

Geri dan Carri tengah berada di butik tempat mereka memesan baju, karena pernikahan ibu Geri yang tinggal tiga hari lagi.


Carri dibantu oleh seorang pelayan untuk memakai gaunnya. Sekitar 10 menit berada di ruang pas, akhirnya Carri selesai dan keluar menemui Geri.


Geri yang telah berdiri menunggu Carri tercengang karen penampilan Carri, ia memperhatikan istrinya dari ujung ke ujung dengan mata tak berkedip.


Setelah beberapa detik berlalu baru ia tersadar lalu memeluk Carri yang kini semakin mempesona.


Setelah Carri selesai mencoba bajunya kemudian ia membantu suaminya mencoba bajunya juga. semuanya terasa serasi.


Semua orang disana terpanah dan memuji keduanya, mereka adalah pasangan yang klop dan tentunya mereka belum pernah melihat pasangan seperti itu.


Karena tidka ada lagi kekurangan pada baju yang telah di coba itu maka Geri menyuruh Nando untuk mengurus sisanya, mereka hanya perlu menunggu waktu untuk memakai baju itu.


Setelah mereka kembali, Geri mengajak istrinya mampir di toko perhiasan lalu membeli perhiasan untuk dipasangkan dengan gaunnya. Itu adalah satu set perhiasan yang tidak terlalu mencolok namun tetap memberikan keindahan bagi pemakainya.


...


Pada hari sebelum pernikahan kan dimulai Carri berada di sebuah spa yang telah diatur oleh Geri. Ia melakukan perawatan dan merileksasi pikirannya.

__ADS_1


Ketika selesai dengan semua ritualnya, Carri duduk menunggu di sofa. Ia sedang menunggu suaminya datang menjemputnya.


Ia duduk sambil membaca beberapa majalah yang disiapkan disana, tenggelam dalam dunia barunya hingga tak menyadari seseorang datang mendekat.


"Sari" Seorang gadis datang menyapanya dan menarik Carri kembali dari dunianya sendiri.


Gadis itu duduk di sebelah Carri sengaja memberikan postur terlihat anggun dan memandang Carri dengan tatapan merendah.


Carri hanya meliriknya sebentar kemudian, merasa tidak mengenalinya Carri kembali membaca majalahnya, namun gadis itu menjadi geram karena diacuhkan.


"Hei!!! Apa kau pikir kau itu siapa hingga berani mengacuhkanku? Kau bahkan berani datang ke tempatku. Apakah kau pikir kau akan selalu menang disemua tempat yang kau datangi karena kau berasal dari keluarga terpandang dan memiliki banyak uang?


Gadis bernama Meri itu memandang Carri dengan tatapan jijik dan sinis.


Carri hanya terlihat sedikit menyentakkan lengannya, lalu berjalan menjauhi Meri.


Namun perilaku Carri itu seperti menambahkan air diatas minyak yang terbakar api.


Meri kembali mendekati Cari lalu menarik rambut panjang yang tergerai itu hingga Carri merasa kepalanya akan berpisah dengan rambut kebanggaannya.

__ADS_1


Carri yang merasa jauh lebih kesal dengan wanita tak dikenalnya itu akhirnya menyerahkan tenaganya menendang kaki Meri dengan keras.


Spontan Meri langsung jatuh tersungkur di lantai karena keseimbangannya yang tidak terjaga, Kulitnya yang terkena besi ujung balet Carri mengeluarkan darah dan mengalir di betisnya.


Meri merasa kaget dengan darah yang keluar hingga ia menggertakkan giginya memandang Carri dan kemudian berusaha berdiri.


Meri memanggil keamanan untuk menangkap Carri yang telah berbuat kasar di tempat umum.


Semua pasang mata yang melihat itu menjadi bersemangat akan mendapat pertunjukan menarik.


Tidak ada yang berani berbicara apalagi berniat untuk melerai kedua gadis itu.


Carri menjadi waspada ketika keamanan datang , namun ia tetap terdiam dan mengikuti petugas itu menuju ke sala satu ruangan yang tanpa jendela.


Disana hanya ada satu meja dan 2 kursi yang berhadapan.


Carri didudukkan disana dan Meri yang telah diobati lukanya berjalan dengan camping mendekati Carri.


"Sekarang bahkan malaikat pun tidak bisa menyelamatkanmu" Meri duduk di depan Carri dengan angkuh lalu memperhatikan Carri yang hanya diam saja.

__ADS_1


Sejenak ia merasa heran dengan gadis didepannya, Sari yang biasanya tidka bisa menahan emosinya, bahkan ia sangat pandai beradu mulut kini menjadi seperti orang lain yang hanya diam dan tenang.


Bahkan mengingat tenaga Carri pun ia menjadi lebih bingung lagi, Sari merupakan gadis yang manja dan lemah. Apakah kini ia sala ornag atai Sari telah berubah. Semua itu memenuhi pikirannya, namun ia tetap menjaga ekspresinya di depan Carri.


__ADS_2