
"Hei Kacung, cepat antri sana, pesan yang seperti biasa" Keti mendorong Deon agar tidak membuang waktu lagi.
Mereka sedang berada di bioskop menunggu jam tayang film yang disutradarai oleh Henry. Film yang telah ditunggu-tunggu banyak orang. Mereka bahkan hanya mendapat tiket di jam penayangan yang buruk pada tengah malam. Meski begitu Mia tetap merasa senang karena Keti bisa mendapatkan tiketnya.
Menurut rumor film ini akan meledak di pasaran meskipun semua pemerannya adalah aktor dan aktris pemula tapi melihat latar belakangnya sudah pasti semua orang menginginkannya.
Mia sudah menahan diri untuk membuka internet sepanjang hari ini agar ia tidak melihat komentar orang-orang pada film Henry, jadi ia bersemangat sekali untuk saat ini.
Mereka akhirnya bisa duduk dengan tenang, meski pun tempat itu sangat penuh tapi mereka masih beruntung bisa melihatnya secara langsung dibioskop di tayangan perdananya.
Mia duduk disamping Keti dan disebelah Keti, Deon duduk sambil memainkan ponselnya. Jelas terlihat bahwa orang ini tidak memiliki niat untuk melihat filmnya tapi ia hanya datang menghabiskan waktu senggangnya.
Disamping kanan Mia seorang lelaki paruh baya dengan setelan sederhana menggunakan jaket bertopi yang terus menutupi wajahnya sejak Mia masuk dan duduk disebelahnya. Mia tidak perduli tapi ia cukup penasaran, mungkin orang ini artis yang sedang menyamar.
__ADS_1
Mia meraih sebuah minuman dan sengaja menawarkannya pada orang itu tapi ia hanya mendapat gelengan kepala sebagai jawaban, bahkan mia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Tanpa peduli lagi Mia meneguk minuman yang ditolak itu dan mengfokuskan pandagannya pada layar, filmnya akan segera dimulai.
Benar saja semua pemainnya adalah pemula yang belum pernah muncul di film manapun sebelumnya, jika pun ada mereka hanya pemeran pendukung yang tidak memiliki nilai berarti, tapi melihat bagaimana adegannya berlangsung bergitu sempurna membuat Mia merasa terkesan dan tidak bisa menahan hasratnya untuk berkomentar.
"Ei, mereka sungguh hebat bukan, lihat semua ekspresinya, bahkan gerakan tubuhnya terlihat naturak dan sangat mencerminkan karakternya masing-masing" Mia memuji dnegan tulus.
Dari awal sampai akhir ruagan itu cukup gaduh dipenuhi teriakan histeris para penonton yang terkejut dengan jalan cerita yang tidak pernah disangka. Mia bisa memperkirakan kalau setiap 3 menit semua orang akan berteriak, menjerit dan menahan nafasnya karena terlalu hanyut dalam kisah yang mereka nonton.
Diakhir cerita semua gadis dibuat menangis karena sad ending yang begitu kejam, pemeran wanitanya meninggal demi menyelamatkan pemereran utama laki-laki dan akhirnya pemeran utama laki-laki itu mengalami hilang ingatan permanen.
Setelah filmnya berakhir mereka bertiga masih tinggal karena Keti terlalu menghayati film sehingga ia menangis dan merasa malu untuk keluar dengan mata yang sembap, ia perlu memperbaiki riasannya lebih dulu.
__ADS_1
"Film ini sangat hebat, ayo kita nonton lain kali" Keti dengan penuh semangat mengepal kedua tangannya di depan.
"Ya, semua pemerannya adalah orang baru dan mereka cukup hebat dalam aktingnya kecuali Minran, sutradaranya pasti cukup repot karenanya" Mia berkata dengan lesu tapi ia tetap memberi pujian pada Henry karena bisa mengatasi aktor payah seperti itu.
"Darimana kau tahu kalau Minran sangat buruk dalam akting, aku saja sampai menangis dimana dia mengalami emosi karena ditinggal oleh kakaknya" Keti berkata tanpa melirik ke arah Mia, ia lebih fokus pada riasannya yang harus diperbaiki sebaik mungkin.
"Bahkan jika aku yang bermain didalam film itu aku akan jauh lebih baik" Mia berkata dengan nada percaya diri, tentu saja ia memiliki bakat untuk bermain film, tapi ia lebih tertarik menghitung uang.
"Jadi sekarang kau sudah berani merendahkan kemampuan orang lain untuk memuji dirimu sendiri?" Mia terkekeh karena baru saat ini ia mendengar Mia berkata buruk pada orang lain.
"Apa kau mau membuktikannya?
Keti hanya menggelengkan kepalanya dan tidak berniat meladeni Mia, ia hanya perlu memikirkan lagi cara yang tepat untuk mendapat tiket berikutnya. Ini akan menjadi lebih susah karena tentu semakin banyak orang yang ingin melihatnya. Ini semua karena filmnya terlalu bagus!!
__ADS_1