
Mia kembali ke apartemennya setelah makan malam bersama Andra. Ia tersenyum sepanjang malam dan melangkah dengan bahagia ke dalam apartemennya.
Hal pertama yang dilakukannya adalah mencari Keti. Namun saat ia memeriksa kamar milik Keti, gadis itu tak berada disana. Mia mengerutkan keningnya saat membuka ponselnya untuk menelpon gadis itu. Tapi kemudian ia menemukan ada sebuah pesan dari Keti.
'Aku bersama ibu dan nenek. Akan kembali dalam satu minggu'
Mia tidak memikirkan Keti lagi setelah ia membaca pesan itu. Ia segera membalas 'oke'.
Dengan senandung merdunya ia berjalan ke arah kamarnya. Tas yang ia bawa di lempar sembarang ke atas kasur hingga seluruh isinya tumpah ruah berhamburan di atas seprei abu-abu miliknya
Ia berbalik ke kamar mandi ketika pikirannya kembali bekerja. Andra hanya akan berdiskusi dengan Asisten Min untuk beberapa masalah kecil. Kemungkinan ia akan cepat menyusulnya kemari.
__ADS_1
Mia segera berbalik dengan cepat dan merapikan semua benda-benda yang berhamburan di atas kasurnya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana Andra pada hari pertamanya kembali akan menemukan dirinya dalam keadaan jorok!
Kemudian ia memastikan kamarnya terlihat sempurna sebelum berjalan ke kamar mandi untuk berendam.
Sudah jam sepuluh ketika Mia tiba di apartemennya. Ia kelelahan karena bekerja sepanjang hari. Setelah tersenyum bahagia beberapa saat dalam bak berendam ia mendapatkan posisi nyaman dan tertidur dengan cepat karena kelelahan.
...
Andra menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan segera kembali ke apartemennya.
Kemudian ia berjalan ke arah kamarnya dengan langkah pelan. Sebuah senyum tipis terbentuk di bibirnya saat melihat isi ruangan yang sedikit berubah. Ada tambahan bunga di sudut ruangan, dan sebuah meja rias di sudut yang lain. Hanya ada dua perubahan yang ia lihat.
__ADS_1
Jelas tergambar bahwa seseorang menempati kamarnya semenjak ia tidak ada disana. Tentunya seorang gadis menempatinya karena keberadaan meja rias yang penuh dengan alat make up.
Andra mengalihkan perhatiannya pada foto pernikahan yang di pajang di dinding kamar. Senyumnya menjadi lebih jelas sambil bergumam kecil "Gadis kecil!"
Jas yang dibawahnya ia letakkan di pinggir kasur dan ia berjalan ke arah kamar mandi.
Seorang gadis yang kini menjadi istrinya sedang berbaring di bak berendam yang besar dengan mata tertutup. Kulit yang putih pucat dengan rambut panjangnya yang basah terlihat berkilau di matanya. Andra berjalan perlahan mendekati Mia tanpa mengedipkan matanya. Pandangannya terus terpaku pada sosok mungil yang berbaring di dalam bak berendam.
Ia semakin mendekati Mia dan segera melihat setengah tubuh telanjang Mia yang muncul di atas permukaan air yang penuh busa.
Tatapan Andra seketika menggelap melihat kulit wanita yang mengkerut karena terlalu lama berada dalam air.
__ADS_1
Ia membungkukkan badan dan mengangkat Mia dari dalam bak berendam. Kulit putih pucat yang mengeriput tertutup busa milik Mia adalah godaan baginya. Dirinya telah lama menahan hasrat setelah ia mengenal nikmatnya dunia saat malam pertama kali ia tidur dengan Mia.
Andra berusaha menekan perasaannya yang meluap-luap ingin menerkam Mia. Satu tarikan nafas yang panjang dibalas hembusan nafas yang tenang membantunya menjernihkan pirkirannya. Ia kemudian meraih handuk yang tersedia di kamar mandi dan membungkus wanita itu seperti dadar gulung dan berjalan ke kamar tidur meninggalkan kamar mandi