
Semenjak kepergian Deon, Keti terus berada di kamarnya dan tidak pernah beranjak kecuali untuk hal mendesak saja.
Ia tahu Mia menghawatirkan dirinya karena setiap hari Mia akan terus mengetuk pintu kamarnya dna mengobrol sebentar sebelum meningalkannya sendiri. Tapi ia tidak pernah membahas kejadian buruk yang menimpanya. Ini untuk menghindari wanita itu memiliki lebih banyak beban.
Ia bisa bernafas lega setiap kali Mia meningalkan kamarnya tanpa menanyakan kejadian hari itu. Mia memang terlalu perhatian dan tidak menuntut untuk sesuatu yang tidak bisa diceritakan orang lain.
Kepergian Deon selama seminggu adalah kali pertamanya mereka berpisah semenjak pertemuan mereka. Keti terbiasa bercerita tentang apa pun pada Deon, bahkan jika itu adalah rahasia pribadinya, maka Deon selalu mengetahuinya. Ia selalu tidak bisa menahan apa pun kepada pria itu dan terus mengatakan isi hatinya dengan jujur.
Tidak ada alasan kuhsus baginya untuk memilih Deon sebagai orang yang mengetahui tentang dirinya. Tapi sebuah rasa nyaman ketika berada di dekat lelaki itu membuatnya merasa baik-baik saja dan tanpa sadar tuntutan untuk terus berbagi cerita dengan pria itu semakin besar setiap saat.
__ADS_1
Tentu saja ia tidaklah jatuh cinta pada Deon. Keti selalu memegang prinsipnya untuk melajang sampai akhirnya ia berusia cukup untuk menikah, lagi pula ia belum mencapai umur yang matang untuk mengenal seorang lelaki secara mendalam.
Beberapa hari semenjak kepergian Deon ia merasa ada sesuatu yang salah, ada sebuah perasaan asing yang menyebar dengan cepat dalam dirinya. Ia tidak nyaman dengan perasaan itu hingga ia terus berusaha menyingkirkannya.
Tapi pada hari ke lima dari kepergian Deon ia mulai menyadari bahwa apa pun yang ia lakukan tidak bisa menghilangkan perasaan yang terlampau menganggu itu. Mulanya ia mengabaikannya dan membiarkannya tumbuh, ia hendak bersahabat dengan hal baru yang ia alami.
Pada hari ke tujuh ia mulai menyadari bahwa perasaan itu semakin menguasai dirinya dan terus membuatnya gelisah mencari ketenangan. Tentu saja ia tidak bisa mengetahui apa obat yang dibutuhkan untuk hal aneh yang ia alami.
Keti terus meringsuk di kasur berusaha mengikuti pikirannya yang kacau. Tubuhnya tidak bekerja sama dengannya, tubuhnya terus merasakan keinginan menyentuh sesuatu, entah apa itu tapi ia merasa seluruh badannya menjadi haus. Tidak, bahkan haus jauh lebih baik dari pada perasaan yang ia alami saat ini.
__ADS_1
Ketika ia haus ia butuh minum air, lalu ketika lapar ia butuh makan, dan saat mengantuk ia butuh tidur. Tapi yang sedang dirasakannya adalah hal yang berbeda, ia tidak haus, lapar atau pun mengantuk. Ia merasa dirinya kekurangan sesuatu, tapi dirinya tidak bisa mengetahui apa yang ia inginkan itu.
Ketika malam mulai mengunjungi bumi Keti semakin gelisah dan terus bergerak seperti bayi yang rewel. Tak ada lampu yang menyala hingga kamarnya yang besar berubah menjadi gelap.
Ketika ia sudah berusaha untuk tidur sebuah suara pintu terdengar. Seseorang memasuki kamarnya. Ia langsung diam pada posisi mematung.
Apakah Mia tidak jadi bekerja lembur? Pikirannya menjadi gelisah ketika langkah itu terus menghampiri. Ia harus berpura-pura tidur agar Mia kembali dengan cepat.
Ketika ia berpikir bahwa Mia akan segera menutup kembali pintunya, yang terjadi malah sebaliknya. Orang itu berjalan perlahan mendekat ke arahnya.
__ADS_1
Pencuri?