
Carri yang segera menghindar itu tetap mempertahankan ekspresi tenangnya.
"Apa yang kau inginkan huh?
Carri hanya diam menatap gadis itu dengan tenang meski ia merasa bingung dengan perlakuan gadis itu padanya.
"Apa lagi yang belum membuatmu puas?
Ezra mulai meneteskan air matanya dan menaikkan nada suaranya "Apa kau sennag melihat keadaanku sekarang? Kau benar-benar wanita tidak tahu malu, kau adalah *******!! Bahkan kau merebut masa depan dan juga semua karyaku, apa kau menikamti hasil curianmu? Kau adalah wanita licik yang mencapai keinginanmu lewat orang lain, bahkan kau tidak puas dnegan satu hal milikku hingga kau merampas semuanya ya kan?
Carri masih tetap tenang berdiri dan mendengarkan kata-kata Ezra namun di depan mobil Pande menjadi gugup dna tengang ia tidak tahu harus berbuat apa karena ia melihat Carri masih tetap tenang berdiri disana.
Sedangkan ornag-ornag telah memandangi mereka dengan tatapan aneh banyak pikirna negatif dan jua merasa kasihan pada Carri yang hanya diam dimaki seorang gelandangan.
Beberapa ornag menghiraukannya, namun beberapa dari mereka diam menikamti pertunjukan, sebagian lagi berharap supaya pertunjukannya menjadi lebih manarik. Tapi kekewaan datang dnegan cepat
"Jangan mengganguku lagi" Ezra telha menurunkan suaranya dan berllau dari pandangan Carri.
"Tunggu"
Carri merasa oenasaran mengapa ia membencinya, mungkin saja merek pernah bertemu di msa lalu dan telah terjadi kesala pahaman.
Atau mungkin ia adalah sala satu gadis yang bersamanya ketika masih tinggal bersama preman yang telah mengasuhnya.
Ezra sama sekali tidka menghiraukan teriakan Carri ia berjalan dengan pelan seperti ia berjalan biasa saja.
"Nona, tunggu"
Carri berlari mengejar Ezra namun Ezra tidak terkejar karena ia malah berlari kencang meningalkan Carri.
Sednagkan Carri menggunakan sepatu dengan hak yang agak tinggi hingga ia terlalu takut berlari kencang, apa lagi ia baru beberapa kali membiasakan diri menggunakan sepatu seperti itu agar kelak ia tidka mempermalukan suaminya di depan umum.
__ADS_1
"Nyonya" Pande yang sedari tadi mengikutinya dengan mobil langsung memanggilnya.
Carri dengan cepat membuka pintu mobil dna menyuruh Pande mngikuti Ezra yang tengah berlari itu.
Amat jauh Ezra berlari hingga ia merasa lelah dna menoleh kebelakang, sudha tidka ada siapa pun disana.
Ia kemudian duduk dibawah batang pohon memeluk lututnya sendiri sambil memandang langit yang telah gelap.
Mobil Carri berhenti di depannya dan Carri membuka pintu lalu berjalan mendekati Ezra.
Tanpa membuang waktu ia langsung menuju pada pokok permasalahan
"Nona, aku tidak mengenalmu, dan hanya berniat memberimu lertolongan namun kau memperlakukanku seperti seornag musuh. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?
Ezra bingung mendengar perkataan Carri laku tertunduk memeluk lututnya sambil menggaruk tanah di bawah kakinya dengan ranting yang ia temukan.
Lama ia berpikir sampai akhirnya ia melihat kembali ke arah Carri "Siapa namamu?
Wanita itu melihat Carri dengan tatapan bingung, ia melihat memperhatikan dengan seksama dari wajah dan semua tubuhnya, sepertinya ia tidak salah orang, hanya riasan wajahnya yang diubah sedikit.
Carri memperhatikan wajah Ezra begitu kotor namun ia dapat melihat mata jernih milik Ezra, mata ynag begitu polos dan tenang namun sedikit kesedihan terpancar dari sana.
Beberapa saat Tangan Carri melayang sendiri di udara tanpa sambutan ketika hendak menariknya kembali Wanita itu langsung meraih dan menjabatnya.
"Ezra"
Carri tersenyum lalu duduk di samping Ezra dan melakukan hal yang sama dilakukan oleh Ezra.
"Jadi sekarang kita berteman bukan?
"Apa kau kekurangan teman?
__ADS_1
"Ya, aku kekurangan teman"
"Kau mirip seseorang yang ku kenal, tapi melihat caramu memperlakukan kau sepetinya kau bukan dia"
"Emmm aku memiliki saudara kembar"
"Tapi ornag uang kukenal itu tidka memiliki saudara kembar"
"Jadi kenapa kau berdiri sangat lama di depan Mode?
"Karena aku emmbenci pemiliknya"
"Huh?
"Yaa pemiliknya adalah mantan kekasihku, dan karena ia juga aku kehilangan mimpi dan karyaku"
"Kau seornag seniman?
"Desainer"
Tatapan Carei langsung bersinar mendengarnya, mereka bisa bekerja sama untuk sebuah bisnis.
"Kalau kau ingin mendapatkan mimpimu kembali maukah kau mendapatkannya bersama ku?
Ezra menoleh dan memandnag Carri.
"Siapa kau ingin menolong seorang gelandangan sepertiku?
"Ayo pergi" Carri langsung menarik tangan Ezra dan menuntunnya masuk kedalam mobil.
"Kita pergi ke hotel"
__ADS_1