
Seorang pelayan datang membawa teh dan beberapa cemilan.
Pelayan itu sangat anggun dalam tindakannya, bahkan ia tidak membuat suara sedikit pun.
"Kakek, mereka baru saja sampai dan perjalanan jauh membuat mereka lelah"
"Regan benar, minumlah teh dan kalian bisa beristirahat, pelayan akan memanggil kalian ketika makan malam siap nanti"
"Terima kasih Kek"
Setelah mereka minum teh seorang pelayan mengantar mereka ke kamarnya.
"Itu adalah sebuah kamar di lantai dua, kamar yang luas dan bergaya kuno itu seperti kamar bersejarah, barang antik ada disekitarnya, dan beberapa tanaman juga diletakkan bersamanya.
Carri langsung tidur ketika melihat kasur, sedangkan Geri berada di balkon menerima telfon dari Nando.
"Saya sudah mengiring informasinya ke email Tuan"
"Bagus"
Geri menutup telponnya lalu memeriksa emailnya, itu adalah studi Carri yang terhambat di satu mata pelajaran.
Carri tidak akan di permudah karena telah mengabaikan satu pelajaran dari Pak Seto.
Bahkan mereka tidak bisa melakukan apa pun untuk memperbaikinya dan akan menunda kelulusan Carri.
Meski tempat itu dimiliki oleh seorang profesor biasa, namun mereka sangat menerapkan disiplin, dan ini menjadi batu kerikil bagi Carri karena ia telah melakukan kesalahan pada satu pelajaran wajib.
Dan tinggal satu minggu Mereka akan mengadakan ujian per 3 bulan.
Dalam tenggang itu pun mereka memang melakukan belajar ketat hingga para pelajar sangat kewalahan dengan tugas.
Carrj berbalik menatap istrinya yang kini tertidur pulas, ia selalu percaya istrinya akan melakukan yang terbaik. Bahkan jika jalannya di persulit Geri yang akan membersihkannya bagi Istri tersayangnya.
Ia kemudian menelpon Nando kembali. "Selidiki semua informasi yang terkait"
"Baik tuan, saya juga baru menemukan bahwa Pak Seto telah menerima suap dari Nona Sari sebelum ia menjadi pengajar baru di jelas Carri, Namun saya akan memastikannya lebih dulu"
"Mmmm"
__ADS_1
Geri mengabaikannya lalu pergi berbaring di samping Carri.
Ia memeluk dan membenamkan wajahnya ke dada Carri untuk menikmati aroma lembut milik Carri.
Carri terbangun lebih dulu dan mendapati suaminya sedang merengkuhnya. Dengan perlahan ia membebaskan diri lalu berjalan ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah selesai ia mengenakan pakaian dan mengeringkan rambutnya.
Suara pengering yang berisik membuat Geri terbangun. Ia melihat punggung istrinya yang duduk di depan meja rias.
Geri bangun lalu berjalan mendekati Carri dan membantunya mengeringkan rambut.
Setelah selesai Geri pergi mandi dan Carri menyiapkan pakaian untuk suaminya lalu turun ke dapur.
Karena rumah yang besar itu ia tersasar dan malah tiba di samping rumah, ia melihat seseorang pelayan sedang menyiram bunga.
"Nona"
"Saya ingin ke dapur, bisa tunjukkan jalannya"
"Mari ikut saya Non"
"Ada yang bisa saya bantu?
"Tidak perlu aku hanya ingin air putih"
Carri berjalan ke lemari mendapatkan gelas dan mengambil air putih di meja.Ia minum beberapa teguk sebelum meningalkan dapur untuk berkeliling.
Rumah yang besar itu sangat sepi, sepertinya semua orang sedang tidur.
Ia berada disamping rumah mendapati seorang pemuda sedang duduk menelpon, tapi Carri tidak memperdulikannya lalu kemudian berjalan ke arah belakang rumah.
Ia duduk di pondok belakang dan memberi makan ikan ke bawah kolam, ada banyak ikan disana, ia memandangi dengan senyum.
Setelah puas ia memandang sekitar lagi dan tertarik pada jalan menuju sebuah pintu ke arah belakang rumah.
Ia berjalan jauh melintasi kebun hingga sampai di pintu besi itu, ia melihat keluar dan mendapati ada danau buatan disana. Danau yang luas namun pintu besi itu terkunci hingga ia hanya berbalik dan kembali ke kamarnya.
Saat ia masuk Geri dan Regan sedang ada di balkon.
__ADS_1
"Kakak dari mana?
"Aku berkeliling tadi"
"Jadi bagaimana dengan gadis itu?
"Aku sudah menemuinya dan keluarganya, namun aku tidak memberitahu Kakek dan Paman"
"Kau memberi tahu keluarganya tentang yang sebenarnya terjadi?
"Tidak aku hanya datang dan bilang kalau aku menyukai anaknya, mereka sangat ramah dan keluarganya juga hangat"
"Lalu gadis itu"
"Awalnya ia menghindariku, namun aku terus mengejarnya dan akhinya kami sekarang baik saja"
"Bagus, kalau terjadi sesuatu kau harus bertanggungjawab, dan kalau kau ragu kau bisa memberi tahu kami"
"Terima kasih Kak"
Geran kembali dari rumah kakaknya, ia tidak lagi singgah di rumah ornag tuanya dan hanya menelpon bahwa ia akan pulang ke kampung.
Begitu perjalanan panjang membuatnya lelah karena menyetir selanjang jalan hingga ia hanya kembali ke villa.
Ia tidur sampai malam, lalu kembali ke rumah tua. Pelayan yang menyambutnya mempersilahkan ia langsung ke meja makan.
Disana sudah berkumpul semua orang. "Aku pulang"
"Duduk la"
Setelah makan malam ia menyerahkan beberapa buah tangan yang ia beli di kota G.
"Kau sudah hampir 2 minggu tidak sekolah, pihak sekolah sudah menelponku berulang kali, kalau kau tidak ingin sekolah katakan saja lalu kau bisa langsung bekerja sebagai buruh di perusahaan keluarga"
"Maafkan aku Paman"
"Pergilah ke kamarmu dan belajar"
Geran langsung bergegas ke kamarnya dan membersihkan diri, Setelah ia selesai ia memperhtikan kamarnya yang polos, tidak ada apa pun disana hanya ada lemari pakaian, ranjang dan juga meja belajar yang tidak pernah ia sentuh.
__ADS_1
Ia duduk di balkon kamarnya dan merenungkan apa yang telah ia lakukan selama ini, sangat bodoh untuk menyerah karena orang lain, bahkan sekarang ia memiliki kakak yang harus ia banggakan.