Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 162


__ADS_3

Mia terharu mendengarnya. Keluarga itu benar-benar memperlakukannya dengan baik. Bagaimana bisa ia berpikir untuk mengecewakan mereka. "Jadi kita akan mampir ke toko hewan besok!"


"Jangan pikirkan itu! Bagaimana kita akan memberitahu si kutub utara!"


Mia tersentak kaget, ia lupa kalimat terkahir nenek. Ini akan menjadi mimpi buruk lagi baginya!


Siapa yang ingin bertemu dnegan pria itu! Pria yang sudah menghancurkannya dan lagi, di kejadian terakhir ia bertemu si kutub utara. Mia membayangkan kesakitan yang ia alami hingga bisa merubah pikirannya untuk mengakhiri hidupnya. Apakah harus terulang kembali?


Keti yang mendapati keheningan baru saja sadar dengan situasi yang teejadi. Mulut sialan ini! Apakah ia tidak pernab bisa mengontrolnya?


Ia segera memeluk Mia "Jangan khawatir, kita tidak usah memberi tahunya, lagi pula ia tidak akan membuang waktu berharganya hanya untuk seekor anjing yang sedang berulang tahun bukan?"


...


"Apa kau baik-baik saja?" Olive bertanya penuh rasa khawatir pada Mischa. Ken baru saja tiba dan hari ini mereka punya adegan bersama.


"Tidak perlu kahwatir, tapi ngomong-ngomong apa kau tahu sesuatu yang disukai oleh Ken?" Mischa memandang Ken yang duduk dengan sebuah naskah ditangannya.


"Ken? Kenapa kau menanyakan itu?" Siapa yang menduga kalau Mischa akan bertanya seperti itu. Bahkan jika langit runtuh Olive tidak akan pernah percaya kalau Mischa akan memberi hadiah pada Ken. Mereka memiliki hubungan yang cukup rumit setelah pertemuan pertama. Lagi pula siapa yang berani menentang Mischa. Sejak Olive mengenalnya, Mischa tidak pernah tunduk pada siapa pun, ia bahkan membuat menejernya mengikuti seluruh perintahnya.


"Ya sudah kalau kau tidak tahu"

__ADS_1


"Bu,, bukan,, bukan begitu, hanya saja aku terkejut kau menanyakan hadiah yang cocok untuk Ken! Tapi kalau kau menanyakan itu maka usulku adalah meminta para direktur untuk mengeluarkannya dari film. Atau bisa juga membuat romor buruk tentang,,,"


Mischa melotot pada Olive, gadi ini akan membuat masalah baru jika Ken sampai mendengarnya! "Aku bukan ingin mempersulitnya" Mischa mengalihkan pandangannya dan menatap kembali Ken. "Aku hanya ingin berterima kasih".


Olive tepaku sesaat. Huh! Beeterima kasih? Bukankah kemarin Mischa baru saja mengibarkan bendera perang dengannya, mengapa tiba-tiba jadi berterima kasih? Siapa yang berterima kasih pada musuhnya? "Nona, apa aku salah dengar?"


"Lupakan saja! Aku akan memikirknanya sendiri!"


...


"Cut!" Adegan 66 selesai dengan sempurna.


Semua orang kembali ke alam nyata. Siapa yang menyangka bahwa kedua pemeran utama itu akan berekting sangat baik setelah kejadian hari kemarin. Mereka semua sudah cemas kalau syuting film ini akan berlangsung lama karena ketidakakuran pemain uatamanya.


"Lihatlah"


Mischa melihat reka adegan mereka barusan. Sangat sempurna. Dengan senyum merekah ia kembali ke tempat duduknya.


"Apa yang kau lakukan? Mischa terkejut ketika Olive sudah membereskan semua barang mereka.


"Kita sudah tidak ada adegan hari ini, jadi kita bisa pulang lebih awal dan beristirahat" Olive berkata penuh bahagia, lagi pula ia sudah memiliki rencana lain untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kita pulang nanti!"


Apa! Bagaimana dengan rencananya! Dari dulu Mischa selalu menyukai sendirian di rumah dan merawat anak-anaknya, tapi siapa yang sangkah hari ini, ia tidak ingin pulang cepat bertemu dengan anak-anaknya.


Olive tidak bisa membantah lagi ia hanya duduk kembali dengan patah semangat.


"Ada apa hari ini? Kau lihat tadi?"


"Ya, mereka melakukannya hanya dalam satu kali pengambilan gambar, aku tidak terkjut karena mereka berdua memang ahli dalama akting, tapi aku hanya tidak bisa percaya mereka bisa melakukan adegan romanatis ketika mereka dalam suasana perang!"


"Ya, aku juga, tapi kalau melihat bagaimana mereka sangat mendalami perannya, itu adalah hal mustahil yang pernah menjadi kenyataan, dan itu kusaksikan dnegan mata kepalaku sendiri!"


Prisil mendengar omongan mereka dan mencibir "Tentu saja mereka sekarang dekat!"


"Apa maksdumu?"


"Kalian lupa kemarin apa yang terjadi?"


Sesaat semua ingat apa yang dilakukan Mischa ketika ia berusaha memfitnah Ken, lalu diacara malamnya!!


"Kau benar! Aku ingat kejadian malam itu. Tapi apa yang sebenarnya terjadi!"

__ADS_1


"Apa mereka mempunyai rahasia dibelakang kita?"


"Hei ayolah! Semua orang memiliki rahasia, tapi aku yakin rahasia mereka jauh lebih mengerikan! Siapa yang bisa berubah dalam satu malam?"


__ADS_2