Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 215


__ADS_3

"Sekarang tidurlah" Geri berusaha menekan hasratnya dan memejamkan matanya dengan cepat.


Beberapa saat pada posisi seperti itu keduanya tidak ada yang tidur. Masing-masing larut dalam pikirannya tanpa mau bergerak atau mengatakan apa pun.


Beberapa saat berlalu hingga Cerri merasa ada kejanggalan dengan perutnya. Ia merasakan sakit ketika ia menurunkan tangannya dan menyentuh perut buncitnya.


Geri segera merasakan gerakan Carri. Ia menunduk dan mendapati istrinya sedang mengerutkan keningnya. "Kau baik-baik saja sayang?"


Ia segera duduk di kasur dan menyentuh perut istrinya sambil mengusapnya secara perlahan. Ia memperhtaikan raut wajah istrinya dan segera mengetahui ada sesuatu yang salah.


Geri meraih ponsel di atas nakas dan menelpon ambulance dengan segera.


Carri ingin terkikik melihat tingkah suaminya ketika ia sudah tidak dapat berkata karena kecupan singkat Geri. Ia segera merasakan tubuhnya melayang dengan Geri mengangkatnya bersama dengan selimutnya dan berlari menuju lift untuk turun ke lantai bawah.


Ia merasa baik-baik saja dan tidak merasakan sakit yang terlalu parah. Tapi suami protektifnya ini segera mengangapi dengan berlebihan. Ia memukul dada bidang suaminya sambil berkata dengan ketus "Berhentilah merepotkan orang lain di tengah malam seperti ini! Aku hanya merasakan gerakan bayi kita"

__ADS_1


Ini adalah kejadin ke 5 kalinya selama ia hamil dimana Geri membawanya ke rumah sakit pada tengah malam hanya untuk merepotkan para dokter dan suster karena sedikit kontraksi yang ia rasakan.


Geri mengerutkan keningnya dan berhenti sejenak menatap wajah istrinya sebelum melanjutkan langkahnya ke arah lift.


Siapa yang akan bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu pada kedua orang yang ia sayangi ini. Lebih baik ia membangunkan seluruh dunia pada tengah malam dari pada menghadapi kemungkinan buruk yang bisa terjadi.


Ia sebagai suami dan calon ayah akan memasktikan dengan teliti bahwa kedua kesayangannya akan tetap dalam kondisi yang baik tanpa ada sedikit pun gangguan.


Begitu mereka tiba di lantai bawah, ambulance sudah tiba dan mereka segera naik ke mobil.


Semua yang ada di ambulance sudah terbiasa dengan tingkah aneh orang besar yang sedang mereka hadapi. Setiap kali meraka di panggil seperti ini mereka tidak tahu harus tertawa atau menangis melihat kepanikan Geri yang berlebihan.


Ya Tuhan, semua dari mereka pernah berada pada posisi yang sama dengan orang besar ini. Mereka pernah menjadi calon ayah tapi tidak melakukan tindakan berlebihan seperti yang Geri lakukan.


Semua yang di atas mobil itu memandang Geri dengan perasaan cemas. Mereka semua lelaki yang sudah memiliki anak.

__ADS_1


Ini adalah sikap yang hampir mendekati gangguan kejiawaan!


Geri duduk dan dengan sendirinya mebaringkan istrinya sambil terus memegangi tangan Carri. "Kenapa kalian diam saja? Cepat beri pertolongan peetama!"


Carri terkikik melihat kepanikan suaminya yang berlebihan itu.


Mobil sudah berjalan.


Geri memandang ke arah Carri dengan perasaan cemas. "Sayang, bagaimana perasaanmu?"


"Aku malu" Carri menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Geri kebingungan melihat tingkah Carri. Ia mengangkat wajahnya dengan perasaan kesal memandang semua lelaki di atas mobil itu. "Jangan melihat istriku!" Dengan kata lain ia memperingatkan semua orang agar tidak membuat istrinya merasa malu.


Sial!!!

__ADS_1


Semua orang disana meratapi kesialannya harus mendapat shif malam saat kejadian ini harus berlangsung.


__ADS_2