Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 103


__ADS_3

.


Andra pulang karena pelayan menghubunginya. Ia merasa malas tapi tidak punya pilihan lain selain datang sendiri.


Ketika tiba ia bertemu pelayan dari rumah besar yang datang menjemput Keti.


Andra membantu Mia naik ke atas kamar tapi Mia malah muntah di tengah jalan hingga menodai baju milik Andra.


Tatapan gelap andra mendalam karena perbuatan Mia. Dengan spontan ia melepaskan tangannya dari Mia hingga istrinya tersungkur di lantai dalam keadaan pingsan.


Andra segera masuk mengganti pakaiannya dan 30 menit kemudian ia baru membawa Mia ke kamar dan menghempaskannya di ranjang tanpa membersihkan muntahannya di sekujur tubuhnya.


....


Matahari sudah tinggi ketika Mia bangun dan merasa pusing, ia masih berbau alkohol dan bekas muntahannya telah mengering di wajah leher dan bajunya.


Ia menatap tubuh kecilnya di cermin sebelum ia membersihkan diri.


Ketika tiba di kampus mereka sudah tidak kebagian kursi di perpustakaan hingga mereka berbalik dan pergi ke kantin.


Kantinnya lumayan ramai dan mereka duduk di kursi paling pojok. Mereka berdua terkenal sebagai bagian dari wanita idaman di kampus. Tapi tidak ada yang berani mengganggunya karena sifat mereka yang terlalu buruk pada laki-laki.


Setelah beberapa saat menikmati makanannya seorang pria datang "bolehka aku bergabung disini, semua meja telah penuh"


"Apa kau mahasiswa baru?


"Bukan, aku hanya pindahan dari kampus lain"

__ADS_1


"Mengapa kau pindah kemari?


"Mengikuti orang tuaku yang pindah tugas"


"Apa pekerjaan orang tuamu?


"Karyawan swasta"


"Di perusahaan mana?


Deon seperti di introgasi karena pertanyaan beruntun Keti hingga ia hanya berbalik dan melihat ke arah Mia.


"Bolekah aku duduk disini?


"Hei, kau begitu tidak sopan, aku sedang bertanya padamu dan kau mengacuhkanku? Apa kau mau keluar dari kampus di hari pertamamu berada disini?


Deon menjadi malu karena diteriaki oleh seorang gadis kecil, apa lagi semua orang sudah melihat ke arah mereka.


"Maafkan aku, jadi apa pertanyaanmu tadi?


"Tidak jadi dan kau pergi dan jangan muncul dihadapanku lagi!


Suasana kantin kembali tenang dan semua orang melanjutkan makannya.


"Hahaha, Ei, bagaimana kau akan dilirik oleh lelaki jika kau selalu bersikap seperti itu?


"Oh ayolah Ai, aku bahkan tidak berniat mengenal lelaki sampai aku berumur 25 tahun"

__ADS_1


"Oh, itu sangat tua"


"Itu lebih baik daripada menikah di umur 19 tahun bersama kutub utara!


"Haha,, baiklah kau menyebut kutub utara, dan bagaimana aku berakhir di atas ranjang dengan semuah bekas muntahanku mengering diseluruh badanku?


"Apa? Itu sangat menjijikkan!! Si kutub utara itu benar-benar keterlaluan!


"Kenapa kau menyalakan kutub utara?


"Ya tentu saja karena dia yang membawamu ke kamar, para pelayan mengatakannya padaku"


"Itu sangat keterlaluan"


"Aku harap kita punya waktu untuk membalas dendam"


...


Setelah ujian mereka selesai Keti meminta ijin pada Nenek untuk mereka berlibur namun tidak mendapat ijin dan malah di suruh masuk ke kantor untuk bekerja.


Ia tidak punya pilihan lain dan hanya mengikuti perintah sang Nenek. Ia tahu 01 adalah pemegang kendali di seluruh keluarganya. Bahkan jika ia berani membantah bisa jadi ia akan terjerat dirumah sepanjang musim libur tanpa dapat berbelanja.


Mia tidak luput dari cengkraman Nenek hingga mereka berdua harus berlibur dikantor kutub utara.


"Ini bukanlah liburan tapi hari penghakiman, aku tidak bisa membayangkan bagaimana akan bekerja bersama kutub utara, bagaimana dengan kantornya? Mungkin disana akan sedingin pemiliknya"


"Rumahnya tidak dingin kok"

__ADS_1


"Ai!!!!! Sekarang itu bukanla rumahnya tapi rumahmu!


__ADS_2