Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 246


__ADS_3

"Katakan lagi" Geri berdiri di balkon kamarnya sambil memegang telpon.


Meski ia berbicara pada orang di seberang telpon, ia tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari istrinya yang sedang menyusui anak mereka.


"Kode AM yang kita dapatkan bukan hanya merupakan waktu penyerangan virusnya, tapi juga merupakan kata sandi untuk pemusnahan virusnya. Begitu juga dan aku baru saja menerima informasi dari rumah sakit Platinum kota G kalau Wixel menderita rabun jauh. Ia menggunakan lensa kontak untuk memperbaiki penglihatannya. Dari semua kesimpulan ini bahwa kode itu benar-benar ditujukan pada Wixel. Saya rasa ada sesuatu yang salah dengan orang itu. Tapi sampai sejauh ini kami benar-benar tidak berhasil melacak akun itu" Asisten Min dengan menyesal mengatakan kalimat terakhirnya.


"Baiklah, aku kan menangani untuk latar belakang Wixel, Kau terus urus akun itu" Geri menutup telponnya. Ia tentunya telah mendapat gambaran umum dari perkara ini.


Dua hari berlalu dan Mia sudah menyelamatkan perusahaan Wixel. Meski begitu Wixel masih belum bisa memulihkan mengenai virus yang menyerang sistem utama mereka. Ia telah menghubungi Asisten Min untuk bertanya lebih lanjut mengenai pemusnahan virus yang mereka lakukan, tapi Asisten Min mememilih bungkam.


Ia tahu kalau virus itu membutuhkan berlapis-lapis kode untuk menghentikannya, tapi kemudian kode itu disusun sedemikian rupa hingga mereka terlalu sulit melacaknya.


Wixel terlihat buruk di kantor keamanan mereka. Ia berdiri di jendela kaca dengan sebatang rokok terselip diantara jari manis dan jari tengahnya.


Rambut-rambut kecil di sekitar bibirnya telah memanjang karena tak pernah di cukur. Kantung matanya terlihat menghitam akibat kekurangan tidur dengan baju yang dipakainya masih sama dengan yang dipakainya 3 hari yang lalu.

__ADS_1


Ia mengisap rokoknya dan menghembuskan asapnya dengan sembarangan hingga menutupi wajahnya yang tegas.


"Tuan, sesuatu terjadi." Seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitam menghampirinya.


Wixel mengalihkan pandangannya ke arah orang itu menunggu laporan lengkapnya.


"Semua markas di setiap perbatasan sudah rata dengan tanah. Peretas mengaktifkan bom yang kita kendalikan disana dan meledak secara besamaan" Orang itu berkeringat hanya karena harus mengatakan dua kalimat mengerikan itu.


Semua orang tahu kalau markas mereka di perbatasan memiliki kekuatan yang besar. Hampir setiap negara memilikinya, tapi sekarang semua markas besar itu sudah rata dengan tanah.


Setelah ia tiba di kota G, Wixel sedikit lebih baik dalam penampilannya. Ia langsung bergegas menuju ke kantor Mia.


Setelah menunggu beberapa saat mununggu di ruangan khusus VIP ia melihat gadis itu memasuki ruangan dengan senyum di wajahnya.


Mia mengetahui orang itu masih dalam kondisi tidak stabil akibat guncangan yang baru saja dialaminya. Tapi kemudian ia tidak berani bertanya tentang apa pun.

__ADS_1


"Sialahkan duduk" Mia tersenyum lembut sambil ikut duduk bersebrangan dengan Wixel.


"Terima kasih" Wixel menatap wajah gadis di depannya dan hanya bisa mengatakan dua kata itu.


"Tidak masalah, ini adalah balas utangku pada kejadian dimasa lalu. Aku rasa ini belum cukup untuk membalas semuanya, aku harap akan ada kesempatan di lain waktu" Mia meraih teh yang sudah di sediakan dan mengesapnya dengan lembut. Ia tidak mau repot-repot menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya. Lagi pula ia benar-benar tidak memiliki niat untuk bersama dengan orang itu.


Mia sudah cukup pusing karena komentar para nitizen yang memberi mereka dukungan dan doa untuk bersama. Mia hampir muntah ketika ia membacanya dan merasa geli hingga sampai saat ini ia tidak mau lagi membaca komentar orang -orang aneh itu.


Balas utang!


Wixel merasakan sebuah gejolak dalam dirinya ketika mendengar gadis itu melakukannya hanya karena ia pernah menyelamatkan perusahaan wanita itu. Lebih parahnya bahwa semua yang dilakukannya malah akan dibalas oleh gadis itu.


Wixek tersenyum sebelum membahas maksud kedatangannya "Dapatkah aku mengetahui bagaimana kalian mematikan virusnya, aku rasa ini bukan perkara yang mudah dan..."


"Aku sudah memberitahu Asisten Min untuk membaginya dengan kalian apakah..." Mia mengerutkan keningnya ketika ia menyadari selama ini Asisten Min selalu menyimpan sesuatu darinya. Ada yang salah disini. "Aku akan menanyakannya lagi nanti"

__ADS_1


"Aku harap begitu"


__ADS_2