
Penata rias itu memberi mereka riasan yang indah dan juga gaun putih yang indah, itu seperti gaun pengantin, mereka mengenakannya dan saling menatap, Kak, kau terlihat sanagat cantik.
Peganglah bunga ini. Keti memberikan sebuket bunga padanya dan satu lagi Keti pegang dan kemudian mereka berfoto bersama.
Stelah berfoto Keti mengajaknya untuk keluar.
"Mengapa kita berdandan seperti pengantin?
"Hari ini kita adalah pengantin bayangan, kau tahu temanku menikah dan aku tidak punya pilihan lain selain menculikmu untuk menggantikan temanku yang tidak bisa hadir, maafkan aku ya"
"Tidak masalah aku senang membantumu"
"Kau tahu mungkin saat ini semua orang di rumah sedang panik mencarimu, aku tidak mengaktifkan HPku sedari tadi. Ini sangat menyenangkan untuk membuat mereka panik, ya kan?
Mia tertawa kecil membayangkan ekspresi semua orang sedang mencarinya.
Selama berada di rumah itu ia sudah terbiasa dengan Keti karena dia yang sering bawa cemilan ke kamarnya pas tengah malam. Disana memang dilarang makan sembarang tapi dasarnya Keti bandel akhirnya ia mengajak Mia bandel bersama.
Setelah berjalan melewati beberapa pintu, akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan besar dan banyak orang sudah berkumpul disana.
Anton sudah menunggu mereka di depan pintu. begitu tiba Mia bingung kenapa ada Pak Anton disana.
Keti segera memindahkan tangan Mia dari lengannya ke lengan papanya.
"Aku nyusul di belakang"
Mia merasa heran tapi tetap mngikuti permainannya. Mia dalam Gandengan Anton berjalan perlahan menuju panggung.
__ADS_1
Seorang lelaki berdiri dengan tatapan dingin memperhatikannya melankah perlahan sambil tertunduk.
Mia ingin menangis tapi ia menahannya karena tidka mau mempermalukan keluarga yang begitu baik padanya.
Setelah tiba di atas panggung Mia dilepaskan oleh Anton dan kemudian ia berdiri menghadap Andra.
Andra dengan wajah datarnya memandang gadis didepannya dengan mata yang kelam.
Setelah selesai mengucapkan janji dan bertukar cincin, mereka kemudian turun menghampirinya semua tamu satu persatu.
Mereka tidak pernah berpisah karena mereka Andra sudah diingatkan untuk selalu menggandeng Mia.
Setelah berkeliling sesaat akhirnya mereka menemui Carri dan Geri.
Mia tidaj bisa menahan perasaannya dan langsung memeluk Carri dan menangis dipelukannya.
Carri juga bingung harus mengatakan apa pada sahabatnya dan hanya menepuk punggungnya lembut.
Mia sama sekali tidak bersuara namun nafasnya memburu dan Carri merasakan basah di bahunya, ia tahu itu adalah air mata Mia.
Beberapa sat Mia segera melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. Ia masih sedikit sesak namun ia tetap berusaha menenangkan diri.
Geri segera memberinya air putih lalu Mia meneguk sedikit.
Carri menyuruhnya untuk duduk sesaat dan memperbaiki riasannya. Andra yang melihatnya tidak menunjukkan ekspresi malah ia meninggalkan Mia dan kembali melanjutkan untuk menyapa semua tamu.
Setelah acara selesai Mia kemudian dibawa ke sebuah kamar yang megah dengan dekorasi khas kamar pengantin.
__ADS_1
Ia terpesona melihatnya, bahkan ada kolam renang di tengahnya, itu sangat luas dan mewah.
Tapi begitu Andra melnagkah melewatinya, kekelaman kembali menyelimutinya hingga kemudian ia tidak tahu harus melakukan apa..
Andra melepas jasnya dan berjalan ke kamar mandi dengan langkah yang mantap hingga menghilang dari pandangan Mia.
Ia tidak tahu harus berbuat apa hingga ia duduk sebentar di sofa dan berpikir apa yang akan terjadi.
Ia sangat takut memikirkan kejadian selanjutnya, bagaimana dengan malam pertama dan sisa hidupnya bersama orang yang tidak ia cintai, bersama seornag laki-laki yang dingin dan datar.
Ia berpikir sangat lama hingga sebuah suara mengaggetkannya
"Mandi"
Ia segera sadar dan berlalu meningalkan kamar itu.Dan melakukan rutinitasnya di kamar mandi, ia berendam sangat lama untuk melepas stresnya.
Setelah mandi ia memeriksa lemari, ada banyak pakaian yang disediakan untuknya.
Tapi begitu ia memriksa satu per satu semuanya dalah pakaian seksi khas lengantin baru.
Ia melongo dan akhirnya berlalu memeriksa lemari Andra, disana ada kemeja lengan panjang yang jika ia kenakan panjangnya sampai di pahanya.
Ia meraih kemeja itu dan mengenkannya, ia merasa geli bila harus menggunakan pakaian seksi.
Setalah memakai pakaian ia berjalan keluar dari ruang ganti dan mendapati suaminya sedang berdiri di balkon menatap langit malam.
Ia takut akan terjadi sesuatu hingga ia hanya berlari menuju ranjang dan berbaring dibungkus selimut.
__ADS_1