Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 204


__ADS_3

Claron memengangkat gelasnya "Mari bersulang untuk kerja sama kita"


"Bersulang" Semua orang mengangkat gelasnya untuk bersulang.


Claron tersenyum bahagia, "Kemenangan akan menjadi milik kita. Kami akan mengundur penayangan 'Senjah Merah' agar lebih awal 2 hari dari 'Tempat Terbaik'. Dengan dukungan dari kalian semua maka kita akan mendapatkan keuntungan bersama-sama"


"Kami juga senang bekerja sama denganmu Direktur Claron. Kami sudah melihat bagaimana menariknya trik yang kau gunakan setiap kali mengani sesuatu. Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantumu" Direktur San memuji kehebatan monopoli Claron.


Siapa yang tidak mengenal Claron sebagai orang dengan kehebatan dalam mempermainkan peluang pasar.


Semua orang tentunya akan memihak pada mereka yang memberi kepuasan dan memiliki kekuasaan dan keberanian untuk melakukan apa pun demi kemenangan.


Mereka benar-benar tahu bahwa Tuan Henry memiliki kehebatan dalam popularitas maupun kemampuan sutradara yang melegenda. Ia selalu menciptakan film yang terbaik dari segalanya, dna semua filmnya sudha melegenda sampai sekarang.


Tapi apa gunanya itu jika ia tidak bisa memenangkan posisi terbaik di bioskop. Siapa yang akan menghabiskan waktunya untuk melihat film pada jam sibuk.


Suapan dari Claron sudah cukup membuat kantong mereka gemuk.


Sedangkan orang jujur seperti Tuan Henry tidak akan memberi mereka uang tambahan seperti yang dilakukan Claron.


"Direktur Claron, bahkan jika kamu meminta 80 persen penayangan maka akan kami sanggupi, kau terlalu rendah hati dengan hanya meminta 50 persen untuk sebuah film yang sangat menakjubkan" Direktur Rean manambahkan


Calaron teetawa "Kalian terlalu memuji. Bagaimana bisa aku meminta lebih ketika permintaanku untuk tidak menayangkan 'Tempat terbaik' sudah di penuhi"


"Itu tidak seberapa, kita sama-sama mendapatkan untung lebih jadi mengapa kita tidak berkorban lebih banyak?"


Semua orang tertawa dengan puas.


"Nura, tuangkan minuman untuk mereka" Claron memberi perintah pada Nura.


"Tuan, biar saya tuangkan" Nura tersenyum menggoda sambil sedikit tertunduk untuk memastikan tuan-tuan disana bisa melihat pemandangan yang ia sajikan.


"Tentu saja, kau gadis yang baik" Direktur Rean merasa puas dengan pelayanan Nura.


Nura merengkuh lengan Rean sambil menggosokkan payudaranya "Terima kasih Tuan"

__ADS_1


...


Henry memperhatikan jadwal untuk 'Tempat Terbaik' Semuanya berada di posisi terburuk untuk menontonnya. Kebanyakan berada pada saat tengah malam atau subuh hari.


Terlebih lagi mereka hanya mendapat jatah sebanyak 10 persen pada setiap bioskop.


Tuan Henry terlah memastikan bahwa iklan untuk 'Tempat Terbaik' sudah maksimal dan mereka tentunya memiliki beberapa pendukung. Terlebih dengan melihat pemain yang masih segar dan memiliki bonus lain pada visual mereka.


Tapi iklan mereka tidak akan memberi dampak yang baik jika pihak bioskop tidak melirik film mereka.


Tanggal perilisan sudah di tetapkan. Dan 'Senjah Merah' akan rilis 2 hari sebelum 'Tempat Terbaik'.


Sudah jadi rahasia umum bahwa film yang pertama kali rilis akan menarik lebih banyak penonton dari pada yang menyusul.


Karena hari perilisan yang kurang menguntungkan itu maka akan berdampak besar pula pada minat pembaca. Kedua film itu memiliki henis dan jalan cerita yang sedikit mirip. Hal ini sangat berpengaruh pada ketertarikan penonton karena akan mengalami bosan dengan dua jenis film yang hampir mirip.


Henri bukanlah orang yang akan menyembunyikan tangan di bawah meja demi mencapai kesuksesan. Ia hanya berpegang pada kualitas film yang mereka produksi dan meyakinkan penonton untuk menumbuhkan rasa tertarik hingga mereka akan melakukan apa pun untuk melihatnya.


Henry meletakkan berkasnya di meja kerjanya.


...


Mia tidak tertarik dan hanya mengangguk kecil. Terserah pada gadis itu, mau diapakan saja yang penting tidak merepotkannya.


Keti merasa senang karena respon Mia. Ia sudah berpikir bahwa ia kan mendapat amukan karena kelancangannya.


Tapi melihat reaksi Mia yang tidak peduli membuatmya sedikit ragu, ia kemudian meraih ponsel Mia dan memasukkan akun itu kesana. "Aku sudah mendaftarkannya di akunmu, kau boleh membukanya kalau penasaran"


"Aku juga ingin memberi tahu bahwa filmnya akan rilis minggu depan, dan ada sedikit ketidak beruntungan dengan perilisannya..."


"Asisten Min sudah mengurusnya" Mia menjawab dengan tenang sambil terus membaca buku di tangannya.


"Wah Ai, kau sudah luar biasa sekarang. Aku tidak menyangka kau akan sehebat ini" Keti merasa kagum bahwa menjadi seorang CEO Mia akan lebih santai.


Sungguh senang memiliki Asisten Min. Seluruh yang di perintahkan Mia akan terpenuhi dalam waktu singkat.

__ADS_1


"Ai, apakah bisa kalau akau melakukan promosi juga di akunmu?" Keti menawarkan dengan berani. Kalau Mia mempromosikannya maka akan ada banyak orang yang melihatnya.


Ditambah dengan status Mia yang sekarang, orang-orang akan mengikuti jalan pikiran Mia. Ini adalah kesempatan emas untuk membuat 'Senjah Merah' Mengalami kegagalan dalam rencana mereka.


Bagaimana bisa seluruh bioskop di kota G hanya memberi 10 persen jadwal penayangan pada 'Tempat Terbaik'. Lebih parahnya lagi 'Senjah Merah' mendapat jadwal penayangan di atas 50 persen.


Keti menggelengkan kepalanya memikirkan betapa buruknya industri hiburan pada saat ini.


"Lakukan sesukamu" Mia menjawab dengan sangat tenang


Keti tersenyum bahagia. Ia tidak menyangkah kalau semudah ini membujuk Mia.


Deon baru saja tiba ketika Keti sudah berdiri untuk masuk kekamarnya.


"Ikut aku" Keti segera berbicara pada Deon. Ia tidak mungkin membiarkan Deon merusak suasana hati Mia yang sedang tenang itu.


"Nona, apa rencananya berjalan lancar?" Deon bertanya dengan antusias melihat wajah Keti yang berseri seperti baru saja memenagkan lotre.


"Tentu saja! Mia tidak marah dan aku memiliki rencana baru" Keti duduk di depan komputernya membuka akun media sosial milik Mia.


Ketika ia akan mengunggah poster 'Tempat Terbaik' Deon segera menghentikannya.


"Nona tunggu" Deon menjauhkan tangan Keti dari keyboard.


Keti bedecak kesal. Ia sedang bahagia dengan seluruh jalannya hang terlalu mulus. Tapi anak ini datang untuk menganggu moodnya.


"Jangan mengunggah itu sekarang. Kita perlu membuat 'Senjah Merah' naik ke posisi tertinggi lalu di permalukan sejadi-jadinya" Deon memberi ide terbaik yang menurutnya lebih pantas untuk 'Senjah Merah'.


Membuat mereka seperti sampah di mata publik akan menurunkan semua derajat orang yang terlibat di rencana kotor itu.


Keti mengangguk mengerti. Akan lebih bagus jika mereka mengungahnya nanti.


Lagi pula dari hasil film, 'Tempat Terbaik' memang memiliki kualitas yang jauh lebih baik dari 'Senjah Merah'. Dari segi ini maka sudah dipastikan semua orang akan memilih 'Tempat Terbaik'.


Tetapi jika tidak ada yang melihat 'Tempat Terbaik' Maka orang akan cenderung menilai 'Senjah Merah' sebagai film yang terbaik. Ini bisa berdampak buruk pada 'Tempat Terbaik' yang akan diacuhkan sehingga film sebagus itu tidak akan dilirik lagi oleh masyarakat.

__ADS_1


Sangat sayang bila produksi seperti itu dikesampingkan karena film berkualitas buruk yang hanya menang dengan cara curang.


Keti berdecak kesal memikirkan hal itu.


__ADS_2