Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 65


__ADS_3

Carri bangun dipagi hari dan melakukan rutinitasnya seperti hari biasa.


Setelah siap mereka berangkat bekerja bersama. Carri tiba di perusahaan dan mendapati 3 orang disana sedang minum kopi.


"Bos, bergabunglah bersama kami"


Carri duduk bersama mereka dan Ezra menuangkan secangkir kopi.


"Bos, kenalkan ini adalah Nora, ia akan menjadi asisten umum"


"Kami berteman sejak kuliah dia dari jurusan komputer, ia ahli dalam komputer tapi karena ia pemalu ia jarang bergaul dengan ornag lain."


"Aku akan berusaha keras"


Carri memperhatikannya sebentar lalu kemudian mengabaikannya.


Bagaiman keadaan perusahaan kita?


"Kami telah menerima pemesanan untuk 6 bulan kedepan dan kas kita telah mengkat banyak. Semua ornag membayar di awal, bahkan beberapa diantaranya membayar 3 kali lipat untuk memesan 2 baju"


Tapi kami tidak menurunkan waktunya, pokoknya sampai 9 bulan kedepan kita punya banyak pesanan.


"Bagaiman dengan desain terakhir?


"Semuanya sudah jadi total ada 20 desain jadi kita punya stok untuk saat ini 40 desain"


"Aku sudah merilis semua desain tadi pagi, dan semuanya hampir habis saat ini, aku telah menghubungi penjahit untuk memproduksi lebih banyak"


"Bagus"


Carri menyelesaikan beberapa urusan lagi sebelum ia pergi dari perusahaan menuju kantor suaminya.


Saat ia tiba Geri sedang rapat jadi dia hanya duduk di sofa memainkan HPnya.


Saat itu Vina masuk kesana untuk menaruh laporan, ia kaget melihat seornag gadis duduk disofa. Ia hanya melihat belakangnya karena Carri duduk membelakangi pintu masuk.

__ADS_1


Vina sedikit heran namun ia tetap berjalan ke meja kerja Geri dan meletakkan laporannya.


Setelha berbalik ia melihat Carri sedang duduk memainkan HPnya.Ia mendekati Carri dan kemudian menyapa dengan ringan.


"Apa kabar Nyonya?


Carri yang asik dengan ponselnya tidak menyadari ada Vina hingga ia kaget ketika ada yang berbicara padanya. Ia segera memalingkan muka dan melihat Vina sedang tersenyum ramah padanya.


"Baik kok"


"Pak Geri masih melaksanakan rapat, dan kemungkinan akan berlangsung sampai malam karena ini menyangkut peluncuran proyek barunya"


"Saya akan menunggu"


"Kalau begitu saya keluar sebentar"


"Ok"


Vina keluar dari ruangan itu lalu membuat minuman untuk Carri dan mengantarkannya ke dalam.


Setelah selesai mengantar minuman itu ia kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya, ia sudah tidak cemburu pada Carri karena ia sadar diri dengan status dan juga kedudukannya yang hanya dianggap karyawan oleh Geri.


Ia terbangun di sore hari dan keluar melihat suaminya, ruangannya masih sepi hingga ia masuk kembali dan berbaring dengan bosan.


Setelah bebrapa saat ia ingat bahwa harus menelpon Mia dan mngobrol beberapa kata.


Setelelah mendapatkan ponselnya ia menelpon sahabatnya.


"Halo"


"Halo Mia ini Carri"


"Oh Carri kamu apa kabar?


"Aku baik, bagaimana denganmu?

__ADS_1


"Baik juga"


"Oh bagaimna kabar paman dan bibi?


"Ya mereka beristirahat dengan tenang"


"Apa maksudmu?


"Ya mereka pergi bersama setahun setelah kamu sudah pinda"


"Maafkan aku Mia, aku tidak ber"


"Tidak masalah kok, kapan-kapan kau harus memberiku traktiran, kau bahkan kini menjadi istri seorang pengusaha kayak, aku sangat iri padamu"


"Hahahah kau terlalu banyak memuji, katakan padaku kapan kau ada waktu?


"Bagaimana kalau besok?


"Ok tentu, aku akan mengirim alamatnya nanti"


"Okk"


Carri menutup telponnya dengan rasa syukur melingkupinya, ia kini bertemu kembali dengan sahabat lamanya.


Setelah menelfon ia kembali ke sofa di kantor Geri dan duduk melihat siaran TV. Ia menonton sangat lama hingga akhirnya Geris selesai rapat dna kembali ke ruangannya.


Geri kaget melihat istrinya yang sedang menahan kantuknya di depan TV, dengan mengabaikan rasa lelahnya ia kemudian mendekati Carri dan mengangkat Carri untuk pulang ke apartemen.


Carri keget dan mendapati dirinya berada di dekapan Geri. Ia melingkarkan tangannya di leher Geri.


Setelah sampai di dalam mobil, Carri tetap duduk di pangkuan Geri dan Andra membawa mobil.


Baru setengah perjalanan perut Carri sudah berbunyi meminta makan. Geri menghubungi pembantunya untuk menyiapkan makan malam.


Setelah tiba di apartemen, mereka kangsung makan tanpa melakukan apa-apa lagi.

__ADS_1


Sesudah makan Carri langsung melompat ke atas tempat tidur dan menarik selimut untuk tidur.


Geri yang melihat kelakuan istrinya itu merasa bingung dengannya karena ia tau bahwa Carri telah tidur di ruang istirahat ketika ia sedang rapat, dan sekarang istrinya telah mengantuk lagi.


__ADS_2