
Mia mengepal tangannya dengan erat. Ia dapat merasakan air sudah menumpuk di telapak tangannya hingga beberapa bahkan menetes ke lantai.
Ia mengerti dengan rasa hawatir semua orang di tempat itu. Saham perusahaan turun dengan cepat setelah berita kematian suaminya menyebar.
Banyak pihak membatalkan kerja sama dan beralih ke arah lawan untuk mendapat keuntungan yang lebih.
Akan sulit baginya untuk membuat perusahaan kembali jaya seperti dulu. Semua orang meragukannya.
Orang seperti mereka adalah orang yang paling berbahaya. Mereka hanya akan bertahan ketika melihat pundi uang terlihat gemuk dan terisi secara terus-menerus. Tapi ketika ia melihat bahwa sumbernya telah hilang mereka akhirnya membawa pundi uangnya mencari sumber yang lebih baik. Orang-orang tidak setia ini akan lebih baik di musnahkan!
"Masih ada lagi yang ingin menyampaikan pendapatnya?" Mia bertanya setelah keheningan beberapa saat.
Ia sudah menghapal semua wajah yang telah menyuarakan penolakannya. Beberapa hanya diam saja sebagai tanda mereka menghargai keputusan Andra.
Semua orang masih diam tanpa suara.
__ADS_1
Mia tersenyum indah menampakkan keindahan wajahnya. Jelas ia tidak sedang menggoda semua lelaki di depannya. Ia hanya tersenyum untuk mengatakan kalau ia cukup senang dengan penolakan semua orang pada dirinya.
Mia kemudian menoleh ke arah Asisten Min "Beli semua saham yang dimiliki para pengecut itu. Aku tidak mau melihat orang yang hanya mau mendapat keuntungan saja dan ketika mereka melihat sumber kekayaannya akan goyah mereka menjadi pengecut untuk bertahan"
Segera semua orang menjadi kaget, mereka tidak menyangkah kalau gadis yang terlihat polos didepannya akan memilih jalan seperti itu.
"Baik Nyonya" Asisten Min segera mencatat semua orang yang sudah menolak posisi Mia.
"Kau tidak akan bisa membeli saham kami, total saham yang harus kau beli ialah 20,17%. Aku yakin uang perusahaan tidak akan cukup untuk memenuhi semuanya" Sala satu dari mereka berbicara dnegan lugas.
"Aku akan menggunakan uang pribadi untuk semua saham itu" Mia memandang dingin pada semua orang. Akting adalah keahliannya, siapa suruh orang ini terlalu bodoh.
Beberapa orang yang besikap sobong sebelumnya tidak bisa berbuat apa pun. Salahnya sendiri mulutnya jauh lebih panjang dari otaknya.
Mereka berdiri dengan enggan meningalkan ruangan rapat.
__ADS_1
"Kalau tidak ada lagi yang ingin menyusul mereka maka kita akan melanjutkan rapatnya" Mia diam sebentar menerima respon mereka sebelum menyuruh Asisten Min membagi beberapa dokumen.
Setelah rapat yang panjang itu Mia kembali ke ruangan CEO.
"Nyonya, kau melakukannya dengan baik" Asisten Min memuji Mia dengan tulus.
Ia cukup terpukau bagaimana seorang gadis berusia 19 tahun bisa membuat semua orang bodoh itu mati kutu dalam sekali tembak.
Tidak mudah untuk menghadapi para petinggi perusahaan dengan sikap yang tenang seperti itu.
Mia terlihat begitu mirip dengan Andra ketika mereka menghadapi semua orang yang merendahkannya.
"Aku hanya mengikuti arahanmu, kaulah yang patut di puji" Mia mengembalikan pujian Asisten Min.
"Nona, semua yang kukatakan padamu adalah mandat dari Tuan Andra, saya hanya sebagai pengantara saja" Asisten Min kemudian meningalkan ruangan Mia.
__ADS_1
Kalu lihat itu Andra? Apa kau senang karena aku berhasil? Apa sekarang aku telah memenuhi janjimu untuk mulai hidup dengan baik?