
Setelah melakukan pembayaran terakhir mereka hendak berlalu pergi ketika seorang wanita yang berumur kisaran 25 datang menghampiri mereka.
Ia terlihat ramah dengan menunjukkan senyum hangatnya.
"Nona saya adalah wakil direktur di perusahaan kami, saya ingin mengajak anda berbincang beberapa hal, kalau nona tidka keberatan".
Carri mengamati orang itu sekali lagi sebelum setuju untuk berbincang dengannya.
Mereka di tuntun ke sebuah ruangan VIP di lantai tertinggi gedung itu.
Beberapa sudut runagan yang besar itu terdapat pajangan hasil karya yang telah memenangkan beberapa penghargaan dan yang membuat perusahaan mereka jadi terkenal.
Carri duduk dengan sopan dan tak jauh darinya Pande mengambil kursi lain untuk tetap mengamati bosnya dna berjaga-jaga jika hal buruk terjadi.
"Nama saya Melin, saya ingin mengajak Nona untuk bergabung sebagai member kami"
"Mmm..."
"Baiklah, kami memiliki berbagai penawaran menarik dan tentunya potongan harga untuk setiap member kami"
Melin menjelaskan panjang lebar tentang penawaran yang dapat mereka berikan.
Penjelasannya yang panjang itu sangat membosankan bagi Carri, ia sama seklai tidka tertarik karena ia bukan tipe seornag gadis yang suka berbelanja.
Ia membeli hari ini hanya untuk menyelamatkan firi dari omelan suaminya.
Sampai setelah ia merasa frustasi dengan wanita yang masih terus berbicara akhinya ia terselamatkan oleh panggilan suaminya.
Melih memberi waktu untuk Carri emngangkat telponnya.
"Halo, kamu dimana sayang?
__ADS_1
"Aku ada di sebuah butik, tapi akau akan menemuimu sekarang"
Carri langsung menutup telpon itu dan menatap Melin dnegan sopan lalu bangkit berdiri dan meninggalkan ruangan mewah itu.
Melin tidak tinggal diam, ia langsung mengejar dna memberinya kartu namnya.
"Silahkan hubungi aku jika anda tertarik"
Carri hanya mengambil kartu itu dan berjalan masuk kedalam lift.
Sesampainya di lantai dasar ia keluar dan langsung menelpon suaminya.
"Sayang maafkan aku menutup telponmu tiba-tiba, tapi untunglah kau menelpon dan menyelamatkanku"
"Hmm?
"Ya aku terjepit tadi hahahahha.. aku akan menceritakanmu nanti, jadi apa yang ingin kau bicarakan?
"Jangan terlalu lelah"
"Baiklah, aku beri aku kecupan"
"Muahh,,,,"
"Kalau begitu aku akan menutup telponnya, kau bersenang-senanglah"
Carri menatap layar HP nya dengan lama dan mulai menatap jalanan yang sudha mulai gelap.
Ada seornag jalanan sednag berdiri di sebernag jalan, ia sepertinya memperhatikan tempat ini dnegan seksama, ia bahkan sudha berdiri disana sejak Carri masuk ke toko ini.
Carri merasa oenasaran dan berjalan menyebrang menghampirinya, Pande yang melihat itu merasa hawatir namun masih tetap mengikuti dengan tenang.
__ADS_1
Ketika ia sampai di pinggir jalan ia melihat bahwa itu adalah seornag eanita dengan umur kisaran 39 tahun.
SIa memiliki tubuh yang kurus dan terlihat sangat kotor, Carri mngingat bagaiman tampilannya dulu ketika ia masih menjadi gelandangan.
Setlah memperhatikan begitu lama ia kemudian berjalan perlahan mendekati wanita itu.
"Nona, aku melihatmu memandangi tempat itu sejak lama, apa kah ada sesuatu yang aneh?
Wanita itu berbalik menatap Carri dan mengamatinya sesaat namun akhirnya ia berlalu pergi meningalkannya.
Crri sangat oenasaran hingga ia kemudian mengikutinya dari belakanh. Sangat lama higga wanita itu berhenti di sebuah kursi jalanan.
Carri tidka tahan melihatnya, wajah dan penampilannya terlihat sedih, bahkan kini ia telah menghempaskan kepalanya di atas meja dan menangis kecil.
Carri melihat toko di belakang mereka lalu berjalan membeli beberapa minuman dengan kadar alkohol rendah.
Ia meletakkan minuman itu disamping wanita itu lalu menepuk pelan punggungnya.
Wanita bernama Ezra itu mengangkat keplaanya dan emmandang Carri dnegan tatapan jijik, ia memalingkan wajahnya ke arah lain lalu kembali menangis.
Carri merasa bingung dengan Ezra lalu duduk dihadapannya dnegan tenang sambil terus melihat wanita disampingnya.
Sekian banyak menit berlalu namun mereka tidak saling berbicara, hanya saja tangisan kecil Ezra telah berhenti namun ia masih enggan mengangkat wajahnya.
Pande yang memarkir mobil tak jauh dari sana merasa bingung melihat bos nya yang duduk menghadapi seorang gelandangan.
Dipikirannya terlintas beberapa pertanyaan, namun dengan cepat ia menepisnya lalu memandnagi mereka dnegan waspada.
Ia sangat takut bila wanita itu akan bos kecilnya itu.
Benar saja wanita itu telah membuka matanya dan berdiri membanting meja ke arah Carri, namun untunglah Carri cepat bereaksi dan menghindar dari meja yang mengarah padanya.
__ADS_1