Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 238


__ADS_3

"Aku akan mengatakan ini untuk kali terakhirnya, maukah kau menjadi milikku?" Wixel menatap mata indah Mia dengan rasa cinta bercampur putus asa.


Mia tidak mengerti tapi ia tidak merasakan apa pun. Hambar!


Wixel melihat bahwa wanita itu tidak akan bisa menjawabnya untuk saat ini. Akan menghasilkan keputusan yang buruk jika ia memaksa Mia menjawabnya sekarang.


Dengan perlahan ia menarik tangannya dari wanita itu "Kau tidak harus menjawabnya sekarang, masih banyak waktu kedepan"


Wixel melangkah pergi ketika ia kembali berbalik "Mungkin kau tidak ingat tapi dimasa lalu kita pernah bertemu. Saat itu kita masih remaja, dan kau adalah gadis pertama yang membuatku terpesona. Aku pikir saat itu aku telah menemukan seorang calon masa depanku. Rasanya sangat menyenangkan ketika kita bisa menjadi lebih akrab dalam waktu singkat. Kemudian karena saat itu terakhir kalinya aku di kota G kita mengikat janji untuk bertemu lagi dimasa depan. Janji yang bertemu di masa depan untuk kembali bersama sampai selamanya. Meski saat itu kita masih remaja, tapi aku berjanji dengan tulus untuk kembali mencarimu. Kamu bahkan mennagis untuk janji itu dan terus menangis pada hari terakhir kebersamaan kita. Aku pikir itu janji yang sangat manis" Wixel tersenyum hangat saat ia ingat kejadian itu lagi. "Aku selalu ingat waktu itu, aku bahkan mengatakannya padamu untuk kembali mengingatkanmu saat kita bertemu lagi, '13.14.25.2.15.12.20.31.8.30.8.13'" Wixel kemudian berbalik meningalkan gadis itu.

__ADS_1


Kode negara, kode wilayah, kode kota, detik, menit, jam, tanggal, bulan, tahun.


Hatinya dapat merasakan ketulusan yang pria itu berikan. Tapi mengapa?


Mia menatap kosong punggung Wixel yang sudah berjalan semakin menjauh.


Apa sebelumnya mereka pernah bertemu?


Keti telah merasa lebih baik sejak kepulangan Deon. Ia mulai bekerja di depan komputer dan tidak lagi terganggu akan kejadian yang menimpanya. Satu-satunya yang berbeda adalah perasaan merindu yang terus mengganggunya.

__ADS_1


Sejak kepulang Deon, pria itu menjadi jarang bersamanya. Deon akan datang melihatnya di pagi hari lalu pergi dengan alasan bekerja. Kemudian malam harinya mereka akan makan malam bersama dan pria itu pergi lagi.


Keti merasa resah dengan keadaan itu. Ia menginginkan lelaki itu terus berada disampingnya seperti dulu. Tapi ia harus menahannya, karena pria itu memiliki kerjaan yang tidak bisa ia ganggu.


Dengan begitu Keti terus membiarkan pria itu melakukan rutinitasnya. Dan perlahan ia kembali membiasakan diri seperti semula. Berada di depan komputer.


Keti sudah memeriksa rekaman CCTV apartemen dan tidak ada kejanggalan apa pun malam itu. Wixel keluar lebih dulu, dan tiga puluh menit berikutnya disusul oleh Deon.


Apa itu hanya mimpi?

__ADS_1


Keti awalnya terus memikirkannya, tapi kemudian ia menceritakannya pada Deon. Lelaki itu terus menenangkannya hingga kemudian ia mulai mempercayai bahwa itu semua adalah mimpi.


Rasa sakitnya entah kenapa menghilang dengan cepat setelah beberapa kalimat yang dikatakan Deon. Ia terlalu percaya pada lelaki itu. Tidak, bahkan ia sepenuhnya menganggap Deon sebagai bagian dari dirinya sendiri. Hingga saat pria itu memberi saran atau pun kritik yang biasa saja, ia akan menganggapnya luar biasa. Dan ia merasa senang untuk hal-hal sekecil itu. Rasanya terlalu menyenangkan.


__ADS_2