Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 33


__ADS_3

Pada jam sepuluh mereka keluar dari hotel lalu mengunjungi 2 tempat wisata dan pada malam harinya mereka juga pergi ke klub malam.


Lampu redup di sepanjang lorong dan suara dentunan musik yang keras menyambut mereka, wanita dengan pakaian seksi dan laki-laki tampan berhamburan menikmati musik yang keras.


Mereka tersenyum puas dengan kondisi disana lalu duduk di sala satu meja mengamati keadaan. Ini adalah pengalaman menarik mereka memasuki klub di negara orang tanpa pengawalan. Hanya mereka berdua, sama-sama lerempuan!


Beberapa saat kemudian dua orang pria datang menawarkan mereka minuman.


"Hi cantik mari minum bersama kami. Masing-masing pria menyodorkan satu gelas pada mereka berdua. Lalu duduk disamping masing gadis itu.


Kintan tidak menghiraukan dan hanya menikmati musik itu dan melihat ke arah penari tiang yang dikerumuni laki-laki. Wanita itu begitu percaya diri mengumbar semua milik pribadinya, itu karena ia memiliki tubuh yang sempurna.


Bentuk tubuh yang indah, ia sedikit iri dengan gadis itu tapi kemudian memalingkan pandangannya ke tempat lain berusaha mencari sesuatu yang membuatnya tertarik.


Pria bernama Seto yang menawarkan minuman padanya menjadi lebih tertarik dengannya, seorang gadis dengan tinggi 165 dan payudara yang besar, meski memiliki pinggul yang lebih kecil, namun payudara dibalik baju seksi berendah dengan potongan segitiga itu masih membuatnya menelan air liurnya.

__ADS_1


Melihatnya hanya memperhatikan tempat lain kemudian ia meletakkan gelas itu di meja lalu menarik Kintan ke arah kerumunan untuk menghentakkan badan. Ia tidak peduli dengan rontahan Kintan, ia hanya mau bersenang-senang dengan Kintan.


Kintan merasa kesal dengan pria itu, namun ketika hendak berbalik, ia menyadari bahwa ia sudah di tengah kerumunan dan terjebak diantara orang yang menikmati musik itu.


"Jangan takut sayang, aku ada disini menemanimu"


Kintan menjadi kesal namun lelaki itu tidak menghiraukannya lalu melingkarkan tangannya di pinggang Kintan dan dengan sengaja mendorong kejantanannya ke arah milik pribadi Kintan.


Kintan kaget dan berusaha menodorong lelaki itu, namun tenanganya tidak cukup kuat, dan karena perlawanan Kintan, laki-laki itu mengeratkan pelukannya.


Kintan merasa kesal kmeudian mendongak memandang wajah lelaki yang memeluknya, itu cukup tampan dengan mata cipit dan kulit putih halus.


Melihat bagaimana mangsnaya telah masuk ke dalam pernagkapnya, Seto semakin berani dan memulai aksinya yang membuai pada Kintan.


Mereka berpindah tempat dari kerumunan ke sofa pojokan dengan Kintan di gendongan Seto. Sofa di pojokan yang sepi menjadi saksi bisu peraduan kedua insan yang bertemu tanpa sengaja.

__ADS_1


Sari yang terpesona dengan tatapan pria yang memberikannya gelas itu langsung mengambil dan tersenyum ramah lalu meneguk minuman beralkohol rendah itu.


"Gadis cantik siapa namamu?


"Sari"


Ia tersnyum manis dan menatap memperhatikan wajah tegas di depannya.


"Kau tidak ingin tahu namaku?


Sari tertawa dengan lembut "Apa kau mau memberitahuku?


"Bahkan apa pun yang kau minta akan ku berikan padamu gadis manis, Hari" Hari tersenyum lalu dengan cepat merasakan bibir Sari.


Sari merasa kaget lalu meletakkan gelas ditangannya dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Ia menuju ke kamar mandi dan membasuh bibirnya. Menjijikkan! Memangnya bibirnya itu barang umum yang bisa disentuh sembarang orang.


Bahkan jika ia bertingkah licik, pria itu adalah pria kedua yang menciumnya selain Gen.


__ADS_2