Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 39


__ADS_3

Carri hanya tersenyum dna tidka menjawab pertanyaan suaminya, bahkan kecupan singkat tadi sudah membuatnya salah tingkah, apa lagi jika mau mengulanginya, bisa copot jantung yang berharga itu.


Melihat pipi merona istrinya kemudian Geri hanya tersenyum dan memandang para wartawan.


"Kami akan masuk segera"


Semua wartawan menjadi kecewa, namun mereka tidka dapat berbuat apa pun karena para pengawal telah mengahalangi mereka.


Mereka hanya bisa memandang punggung pasangan yang telah berjalan ke menjauh menuju gedung. Setelah itu mereka tidak lagi tertarik dengan tamu yang datang berikutnya.


Mereka telah bersiap menulis berita mengejutkan sang legenda CEO muda Geri yang kini telah beristri.


Setelah sampai di dalam gedung, mereka kembali menjadi pusat perhatian, namun mereka sudah tidka lagi menghiraukannya, bahkan Carri tidka lagi tegang dan hanya berjalan dnegan santai sambil sesekali melemparkan senyumnya.


Mereka duduk di meja paling depan. Disana ada Ibu Geri serta suaminya dna beberapa ornag penting lainnya.


Setelah bergabung mereka langsung disambut dengan obrolan hangat.


Carri tersenyum sepanjang waktu sambil menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan padanya, bahkan pujian lebih bayak lagi.


Setelah lama berbincang acara akan dimulai dan pesta itu berlangsung dnegan meriah dan bahagia.


Geri telah memaafkan kedua ornag tuanya karena ia melihat senyum bahagia ornag tunya, hingga ia tidak dapat menhaan rasa bahagianya juga.

__ADS_1


Carri tersenyum bahagia melihat reaksi suaminya, ia tahu apa yang sedang dipikirkan suaminya.


Diakhir acara itu semua ornag telah meningalkan ruangan dan hanya tinggal beberapa keluarga saja, Carri tidak lagi melekat pada suaminya dan ia sedang mengobrol dengan mamanya.


Istri dari Papa Geri adalah sepupu jauh mama Carri hingga disana pun ada mama dan papa Carri.


Mereka masih mengobrol di satu meja. Disisi lain meja itu juga ada Sari dan kekasihnya Gen. Mereka terlihat mesra dimana Gen selalu menggenggam erat tangan Sari.


Carri tahu bahwa sesekali Gen akan meliriknya hingga ia sedikit merasa risih namun dengan cepat ia akan kembali tenang dan mengobrol dengan mamanya.


Beberapa saat Geri datang menghampiri mereka dan duduk disamping Carri.


Seketika Sari langsung merasa kesal, seandainya Geri tidka ada maka ialah yang akan menjadi pusat perhatian karena ia adalah wanita tercantik dan memiliki kekasih yang yampan dan suskses.


Namun semuanya menjadi hilang seketika sejak Carri datang. Bukan saja ornag membandingkan kecantikannya dnegan Carri, bahkan mereka juga mengomentari pasangan mereka.


"Nak Geri bagaimana kabarmu? Mama Carri merasa bangga dengan menantunya yang terlihat gagah itu, bahkan ia juga mangagumi kepandaian Geri apalagi dalam hal bisnis.


"Baik bu, ini karena anak ibu merawatku dengan baik" Geri ternyum lembut sambi memandang ke istrinya yang kini tersipu dibawa tatapan semua orang


Sedangkan Sari semakin mendidi melihat kemesraan mereka, bahkan ia ingin sekali mencakar Carri karena ia terlalu beruntung.


Seandainya ia mati saja ketika ia diculik maka ia akan menjadi satu-satunya putri orang tuanya dan menjadi wanita yang paling disanjung.

__ADS_1


Ia meremas kuat tangan Gen membuat Gen melihat kearah Sari, ia menyadari tatapan benci itu hingga ia kemudian mengelus kepala Sari dengan lembit.


Sari merasa tenang dan menyandarkan kepalanya pada bahu kekasihnya itu sambil memajamkan mata berusaha menekan amarahnya.


Ketika mama dan papa Carri mendengar ucapan Geri rasa bahagia timbul melingkupi pasangan itu dan kemudian tersenyum menahan tawanya.


"Lalu kapan kalian akan memberi kami seorang cucu? Papa Carri sudah menahan pertanyaan ini sejak lama, namun karena ini adalah waktu yang tepat maka ia bertanya dengan tentang pada pasangan berbahagia itu.


Geei yang mendengar itu langsung tersadar bahwa pernikahan mereka sudah hampir dua bulan namun mereka tidak pernah membahas mengenai kehamilan.


Ia tidak ingin melihat istrinya menderita karena hamil hingga ia tidka pernah berpikir bahwa Carri akan hamil. Meski selama ini melakukannya tanpa penagaman, namun ia tetap tidka mau Carri hamil, apa lagi Istrinya masih muda.


"Pa, Carri kan masih muda jangan mengatakan hal seperti itu, biarkan mereka menikmati pacaran mereka dulu" Mama Carri sebenarnya juga sudah tidka tahan untuk menimang cucu namun ia sadar bahwa anaknya mungkin memiliki alasan tersendiri hingga mereka menunda kehamilannya.


Carri memegang erat tangan Geri lalu tersenyum "Pa, kami akan memberikannya ketika kami telah siap, Papa hanya perlu menjaga kesehatan hingga hari itu tiba papa akan menimang seornag cucu"


Papa Carri merasa lebih tenang mendengar jawaban Carri, ia hanya hawatir bahwa mereka tidak ingin memiliki anak karen amereka berdua sama-sama sibuk.


"Baiklah papa tkan sabar menunggu, tapi kalian jangan menunda terllau lama"


"Baik Pa"


**Hai para pembaca setia, jangan lupa tekan tombol ❤️ 👍 dan komen kasih saran yang banyak ya, biar autornya jadi makin semangat nulisnya.

__ADS_1


Ini adalah karya pertamaku juga jadi butuh lebih banyak masukan dari kalian semua.


Aku mencintai kalian semua😍😍😍**


__ADS_2