
"Ini adalah jadwal film terbaik yang bisa kita a
tonton hari ini" Keti memberikan tabletnya untuk dilihat Mia.
Bioskop lagi?
Deon menghela nafasnya dengan keras. Ia selalu menjadi pihak menderita ketika mereka berada di bioskop.
Ia tidak diijinkan tidur, dan tidak diijinkan pula untuk tidak ikut. Ia benar-benar seperti kacung sungguhan.
Lagi pula genre yang di nonton kedua orang itu tidak sesuai dengan minatnya.
"Aku rasa kita akan melihat ini" Mia mengembalikan tabletnya.
"Apa?" Keti terkejut melihat pilihan Mia.
Film romantis adalah genre paling membosankan bagi mereka.
Tentu saja membosankan bagi orang yang tidaj menyukai laki-laki.
Bagi orang yang memiliki status sebagai jomlo karatan, mereka akan menghindari film romantis yang bisa membuat mereka muntah karena adegan romantis yang menjijikkan.
"Aku akan bersiap dulu" Mia mengabaikan teriakan Keti dan berlalu di balik pintu kamarnya.
"Aku rasa ada sesuatu yang aneh padanya. Dia ingin melihat film dengan genre yang aneh" Keti melihat ke atah tabletnya dengan perasaan cemas.
"Mungkin semua karena Andra. Tapi aku rasa dia benar-benar baik saja" Deon mengacuhkan Keti.
Ia merasa kesal karena Keti yang memberi ide untuk menghabiskan akhir pekan mereka di bioskop.
"Kau memiliki pikiran yang pendek" Keti berkata ketus pada Deon.
Suara bel pintu berbunyi.
"Kacung, itu mungkin Asisten Min. Aku tidak mau melihat wajah datarnya itu jadi kau yang membukanya" Keti mengalihkan perhatiannya pada tabletnya.
Wajah datar?
Deon menciut mendengarnya. Bagaimana kalau ia ketahuan nanti?
Ia sudah terlalu senang bisa menghabiskan waktunya dengan kedua orang itu, tapi sepertinya suatu saat nanti ia akan kehilangan mereka.
Deon melangkah mendekati pintu. Ia membukanya dengan cepat tanpa melihat dulu siapa yang sudah datang.
Wixel tersenyum ramah. "Saya Wixel tetangga kalian. Saya ingin bertemu dengan Mia"
Deon masih terpaku pada mata Wixel. Mata itu terlihat sama persis dengan milik Andra. Ia masih mengingat bagaimana mata cerah Andra ketika ia tersenyum mendengar kabar baik yang dialami Mia.
"Apakah saya boleh masuk?" Wixel mengulangi kata-katanya setelah ia melihat Deon masih dalam keadan linglung.
__ADS_1
Ia berusaha mengabaikan tatapan Deon yang sudah jelas ia ketahui sedang memperhatikan matanya.
"Oh, silahkan tunggu sebntar, aku akan memberitahunya" Deon segera menutup pintu.
"Siapa?" Keti melihat wajah aneh Deon dengan tatapan kosong.
"Kacung!" Keti mengulangi kata-katanya setalah ia melihat Deon masih tetap berada pada posisi sebelumnya tanpa mau merespon.
Deon baru menyadari kalau Wixel mirip dengan Andra dalam versi lain.
Kalau selmaa ini ia melihat Andra dalam versi dingin dan kaku, maka Wixel menggambarkannya dalam versi hangat dan bersahabat.
Mata Wixel melayang-layang di pandangannya.
Mia keluar dari kamarnya dalam setelan gaun pendek model A dengan motif bunga teratai. Sala satu keluaran baru dari A.
Ia mengerjapkan matanya melihat pemandangan aneh di depannya. Deon dalam keadaan linglung.
Kenapa semua yang dikenalnya tidak ada yang beres? Setelah Keti sekarang Deon. Besoknya Asisten Min lagi yang akan membuatnya mengalami serangan kebingungan.
"Ada apa lagi dengannya?" Mia bertanya pada Keti.
"Aku juga tidak tahu. Ia baru aja membuka pintu untuk menerima tamu. Tapi akhirnya ia hanya masuk kembali dalam keadaan seperti itu" Keti bangkit dari sofa dan berjalan menghampiri Deon.
"Hei kacung!" Keti berjinjit sambil berteriak di telinga Deon.
"Ah, Nona apa yang kau lakukan?" Deon segera tersadar dari kelinglungannya.
"Itu, diluar ada seseorang yang mencari Nona." Deon berbicara memandang ke arah Mia.
"Siapa?" Mia bertanya kembali.
"Ya, siapa yang bisa membuatmu jadi seperti itu hah!" Keti merasa kesal pada Deon.
"Tuan Wixel" Deon menjawab singkat.
Keti langsung melotot mendengar apa yang dikatakan Deon.
Apakah Wixel yang membuatnya seperti utu?
Keti meneliti Deon dan bertanya "Apa kau menyukai sesama jenis?"
Mai langsung menoleh pada Deon setelah mendengar pertanyaan Keti.
Mungkinkah Deon mengalami serangan jatuh cinta hingga ia menjadi sala tingkah sampai mengalami kelinglungan?
Semua bukti mengarah kuat pada opini tersebut. Deon tidak pernah mendekati wanita secara berlebihan.
Deon lebih terkejut lagi dengan apa yang ditanyakan Keti. Kalau saja hanya ada laki-laki super tampan di dunia ini maka ia lebih memilih lajang sampai tua dari pada harus menjalin hubungan dengan sesama jenisnya.
__ADS_1
Bagimana bisa kedua Nonanya itu mengatakan hal mustahil seperti itu?
"Nona, apa yang kalian pikirkan? Aku ini, aku tidak seperti itu!" Deon membantah keras.
"Hah, lihat itu, siapa pun yang sedang dipergoki akan melontarkan pembantahan keras seprti yang dilakukannya" Keti merasa ingin muntah.
Mia hanya melihat Deon dengan sikap menyidik.
Siapa pun lelaki yang normal akan memberontak ketika di beri tuduhan seperti itu. "Nona dengarkan, Tuan Wixel itu terlihat seperti..."
"Seperti pangerna? Tampan dan gagah? Sangat ramah? Sukses? Deon dengarkan aku, kalau kau menyukainya, itu sama sekali bukan kesalahan. Hanya saja, emmmh... ya aku sedikit terkejut. Tapi jelas aku tidak menyukai orang itu!" Keti memalingkan wajahnya pada layar yang memperlihatkan Wixel sedang menerima sebuah telfon.
Mia melihat ke arah Keti. Siapa pun yang mendengar kaliamat Keti dan melihat bagaimana Keti memalingkan wajahnya akan tahu apa yang dirasakan gadis bodoh itu.
Apa lagi kalau bukan cemburu. Hanya orang jatuh cinta yang akan membuat gerakan aneh seperti itu.
Sungguh naas nasibnya mengetahui orang dicintainya menyukai sesama jenisnya. Apa lagi kelainan seperti itu terlalu sulit di sembuhkan.
Deon memandang pasrah pada kedua orang di depannya. Ini bukanlah saat yang tepat untuk mengatakan apa yang ia pikirkan.
Ia harus mendiskusikannya dulu dengan Asisten Min.
Atau jangan-janagn ada sesuatu yang disembunyikan kedua orang itu dibelakangnya!
Deon mengepal tangannya berharap ada berita baik mengenai hal ini.
"Tuan Wixel ini seperti seseorang yang ku kenal. Tapi siapa ya?" Keti membuka mulutnya setelah lama ia meneliti Wixel yang sedang melakukan pembicaraan melalui telepon genggamnya.
Mia mendengar Keti dan mengalihkan pandangannya pada layar kecil itu.
Ia melihat dengan teliti sebelum berbalik menatap ke arah Deon.
Deon langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Apakah tepat kalau ia mengatakannya sekarang? Tapi mata tajam Mia pasti telah menyadarinya.
Itu semua salah Andra! Ia memiliki tubuh profesional yang terlalu sempurna hingga sangat sulit untuk menemukan orang dengan tubuh seperti dirinya.
"Hei Deon" Mia membuka mulutnya. Ia makin yakin dengan apa yang ia pikirkan.
Deon mengalami keanehan setelah melihat Wixel dengan jelas. Sepertinya Deon langsung menyadarinya.
Tapi dirinya sendiri? Ia baru tahu setelah pertemuan ke belasan kali dengan Wixel.
Meski hanya postur tubuhnya saja yang mirip. Tapi dari semua orang di kota G, mungkin hanya ada satu orang yang akan memiliki postur tubuh sperti Andra.
Dan Wixel?
***Halo readers. Terima kasih sudah setia membaca.
__ADS_1
Ini upnya cuma 1 BAB, tapi lebih panjang dua kali dari BAB sebelumnya.
Jangan lupa menambahkan komentar😊***