
Sari tiba di bandara dan menunggu Kintan yang belum datang, ia sedikit bosan memainkan HPnya sampai stenga jam kemudian pesawat akan lepas landas dalam waktu 15 menit, namun Kintan belum juga muncul.
Sari merasa kesal lalu menelpon Kintan namun nomor itu masih juga sibuk.
Dengan kesal ia mengepalkan tangannya ketika Sari sudah datang ngos-ngosan dengan keringat dan wajah pucatnya.
"Kenapa kau lama sekali?
"Aku mendapat masalah di jalan, ban mobilku kempes dan itu ditengah kemacetan"
Sari hanya meliriknya dengan malas lalu mereka kemudian bernagkat.
Selama perjalanan 8 jam mereka mengobrol banyak hal yang perlu mereka beli, tempat yang akan dikunjungi dan semua rencana mereka nanti di luar negeri.
Sesampainya di bandara, mereka langsung ke hotel dan istirahat.
Smapi pagi mereka tertidur dan mendapati bahwa perut mereka begitu lapar.
Sari bangun lebih dulu dan melihat Kintan masih lelap dalam tidurnya.
Setelah beberapa saat ia kemudian kemudian bangun dan pergi makan di restoran hotel.
Saat tiba disana ia memesan menu makanan yang ia sukai dan kemudian duduk di dekat kolam untuk menikmati suasana menenangkan disana.
Ketika ia menyapukan pemandangannya ia berhenti pada seornag lelaki yang tengah makan sendirian sambil melakukan panggilan video.
Itu adalah Geri adik iparnya.
__ADS_1
Sontak ia matanya terbelalak dan kemudian tersenyum jahat lalu membawa makanannya menghampiri Geri.
Ia dengan lancang menaruh makanannya di meja lalu menarik kursi di depan Geri dan duduk.
"Adik ipar, kau juga ada disini. Sepertinya takdir yang mempertemukan kita.
Sari memulai percakapannya sambil menikmati makannnya, namun beberapa saat tidak ada respon dari Geri ia menjadi sedikit malu dan kesal.
"Adik ipar? Ia bertanya dengan nada sedikit tinggi.
Geri yang hanya terfokus pada telponnya kemudian kaget lalu melihat Sari didepannya.
Wajahnya yang sangat mirip istrinya itu membuat ia semakin rindu dengan Carri. Meski perbedaannya terlihat pada gaya riasan, namun masih tidak terlalu beda dari wajah istrinya.
Mlihat bahwa Geri sednag memperhatikannya, ia menjadi tersipu malu dan pipinya sedikit merona. Bahkan ia sedikit tertunduk mengutuk dirinya sendiri karena selalu tidak dapat menahan hatinya ketika berhadapan dengan pria tampan.
"Ada apa kamu disini?
"Aku sedang berlibur bersama temanku, kami akan ada disini selama satu minggu. Sari menjawab dengan sedikit gugup namun ia masih tersenyum berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Ooh. Geri sebenarnya tidak mau berbicara dengan iparnya itu namun karena ingin menjaga sikap sopannya, ia berusaha menghormatinya.
Setelah itu Geri kembali melihat HPnya dan pamit untuk lebih dulu pergi.
Sari sementara mengingat kembali wajah iparnya ketika Intan datang duduk di sampinya.
"Apa yang kau lamunkan hingga senyummu mekar seperti itu huh?
__ADS_1
"Hanya seornag lelaki ganteng, aku baru saja bertemu dengannya"
"Hah?
Sari hanya terdiam dan melanjutkan makannya dengan senyum sepanjang waktu.
Saat selesai makan, mereka kembali kekamar dan Sari menerima telfon dari Gen. Mereka jarang berhubungan karena pekerjaan Gen yang terlalu sibuk, namun ketika ada waktu Gen akan menghubunginya.
"Dimana kamu sayang?
Seketika Sari merasa terbnag karena hari ini ia bertemu pria tampan dan sempat berbagi meja makan bersama, dan sekarang kekasihnya menyebut ia sayang.
"Aku merindukanmu"
"Aku akan menemuimu nanti ketika aku pulang, dimana kamu?
"Aku sedang diluar negeri bersama Kintan kami berlibur disini selama seminggu"
"Baiklah akan kukirimkan kamu uang dan bersenang-senaglah.
Seketika Sari melompat kegirangan dan langsung memberi kecupan jauh kepada Kekasihnya itu dam mereka menutup panggilannya.
"Apa lagi yang terjadi, apa sekarang kau menang lotre?
Kintan merasa terganggu dengan teriakan kebhagiaan Sari. Ia adalah ornag yang suka tempat uang tenang sehingga ia mengerutkan dahinya ketika tiba-tiba mendengar teriakan Sari.
"Aku memenangkan banyak loter hari ini, aku bahkan lupa apa yang kumimpikan kemarin"
__ADS_1
Sari tertawa puas lalu melemparkan dirinya ke atas ranjang yang empuk itu.