
Hari pertama mereka bekerja berjalan dengan buruk. Mereka berada di bawah pimpinan seorang gadis seksi yang montok dan bukannya dingin seperti kutub utara tapi sangat panas bersama api kemarahan pembimbing mereka yang setiap saat meledak seperti bom.
Pembimbing mereka telah marah puluhan kali dalam 1 hari karena kesalah yang mereka perbuat. Ditambah lagi mereka kembali bertemu dengan Deon, mereka satu tim dan dipaksa akur bersama.
Setelah pulang ke rumah Keti menjadi lelah tingkat dewa dan berendam air hangat sangat lama. Sambil berendam ia melakukan panggilan telpon dengan Mia yang juga sedang berendam.
"Ayo kita mogok kerja besok"
"Otakmu bergeser kemana kali ini?
"Oh ayolah,, bagaimana bisa kita bekerja di neraka, mari mengeluh pada Nenek dan membiarkan kita mencari pekerjaan paruh waktu saja"
"Apa kau berani?
"Bukan aku tapi kau yang akan melakukannya"
"Lalu apa yang akan kau lakukan?
"Tentu saja menyemangatimu"
","
__ADS_1
Mereka kembali bekerja di hari berikutnya, karena mereka terdaftar sebagai anak magang maka mereka datang sangat pagi dan merapikan ruangan yang akan digunakan untuk rapat.
Semua orang sudah berada di ruang rapat dan mereka berdua duduk di barisan paling pojok. Satu menit sampai beberapa menit semua orang menunggu Andra.
"Menjadi atasan itu sangat menyenangkan, tidak ada yang akan marah"
"Sttt diamlah"
Andra masuk dengan langkah mantap dan menyuruh semua orang duduk.
Rapat dimulai dan suasana ruangan sangat dingin karena aura Andra yang mendominasi hingga bernafas pun orang melakukannya perlahan karena tekanan yang menyelimuti mereka.
Sedangkan mereka berdua seperti kacung yang diabaikan berada di pojokan tanpa sedikit pun perhatian mengarah pada mereka.
Rapatnya selesai tepat pada jam makan siang. Ketika kembali ke ruang kerja mereka akan ke kantin untuk makan tapi singa betina malah mengamuk karena pekerjaan mereka dianggap kurang sesuai dengan yang diharapkan.
"Ini adalah pekerjaan terakhir kalian kemarin, perbaiki dan serahkan sebelum jam makan siang selesai!
Hanya mereka berdua yang kena ledakan bom neraka, Deon sama sekali tidak malah ia mendapat pujian dari singa betina.
Ruangan itu telah sepi karena semua orang pergi makan siang, sedangkan Mia bersama Keti harus memperbaiki berkas yang salah.
__ADS_1
Perut mereka beradu sembari siapa yang paling membutuhkan pengganjal suara, tapi tidak ada kepedulian karena mereka lebih baik menahan lapar dari pada harus berhadapan dengan kemurkahan singa betina.
Di tengah jam istirahat Deon dengan penuh pengertian membawakan mereka makan siang.
"Makanlah ini sambil memperbaiki laporannya"
"Kau sangat pengertian, terima kasih"
Keti sebenarnya masih tidak menyukai Deon karena statusnya sebagaik lelaki tapi ia tidak bisa menahan air liurnya pada makanan yang terlihat mengoda.
Ia menerimanya dengan ketus dan langsung makan dengan lahap.
Pekerjaan mereka akhirnya selesai dan menghadap di pembimbing mereka yang sudah kembali dari kantin.
Mereka menyerahkan berkasnya dengan gugup.
"Ini lebih baik, ambil berkas di meja sana dan selesaikan sebelum jam pulang, jika tidak tinggal dan lembur!
Mia berjalan perlahan ke meja dan melihat tumpukan berkas yang segunung. Keti melotot menganga karena berkas yang sangat banyak itu. Ia ingin protes tapi Monika sudah meningalkan mereka di ruangan itu.
"Kita mendapat neraka yang sesungguhnya"
__ADS_1