
Geri semakin keras tertawa ketika melihat Wixel tidak dapat berkata-kata, lebih lagi bahwa mata pria itu menjadi semakin kelam. "Apakah wanita?"
Ia tersenyum melihat Wixel yang terdiam di hadapannya. Tebakannya terlalu tepat!.
Geri jelas mengerti perasaan yang sedang dihadapi Wixel. Ia pernah berada di posisi pria itu ketika ia sedang jatuh cinta dengan Carri.
Cinta bisa mengubah perilaku dan pandangan seseorang. Lebih parahnya bahwa cinta bisa membuat seseorang menjadi lemah.
Sekuat apa pun kamu, sebesar apa pun kekuasaanmu, atau seberapa tinggi jabatanmu ketika kau mengalami jatuh, jatuh cinta akan menjadi kelemahanmu dengan mudah!
"Aku tidak akan menertawakanmu lagi, sekarang katakanlah, apa aku mengenal wanitanya?" Geri bertanya penuh rasa ingin tahu. Akan jadi berita besar jika ia bisa mengetahui wanita mana yang telah menaklukkan hati orang kejam di depannya itu.
"Dia terlalu sulit" Wixel mendengus kesal ketika mengingat kelakuan Mia.
__ADS_1
Geri tidak dapat menahan tawanya lagi. Ia tertawa puas melihat bagaimana gadis itu benar-benar menaklukan Wixel. Akan menyenangkan kalau wanita itu bisa membuat Wixel lebih menderita lagi.
Wixel tidak memperdulikan Geri yang sedang tertawa, ia hanya mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah pintu. Orang yang ditunggunya belum datang juga.
Dalam tatapan yang kelam mengandung rasa sedih gagang pintu itu perlahan terputar. Seketika jantung Wixel ingin melompat dari persembunyiannya. Otaknya bekerja sama dengan seluruh tubuhnya mengarahkan pikiran dan hatinya untuk memohon harapan akan kedatangan Mia.
Sayang seklai ketika sosok di balik pintu itu muncul adalah seorang suster yang mendorong kereta bayi.
Disisi lain Geri menggelapkan matanya melihat kelakuan istrinya. Ia mendahului Carri meraih bayi mereka.
"Sayang biarkan aku mengendongnya" Carri mengulurkan tangannya ketika ia malah mendapat penolakan dari sang suami.
"Kau tidak bisa menggendongnya, nanti kau menjadi kelelahan" Geri mengendong anaknya dengan satu tangan, dan tangan yang lainnya menuntun istrinya berjalan ke arah sofa.
__ADS_1
Carri menggelapkan matanya ketika ia melihat bagaimana suaminya terlalu propokatif. Hatinya mulai berkecamuk ketika ia tidak diijinkan mengendong putranya sendiri. Dengan wajah memerah karena amarah dan sedih ia mendongak melihat ke arah Geri. Raut wajahnya serasa mengungkapkan semua perasaannya.
Geri menatap Carri ketika ia mulai mendesah. Ia menghembuskan nafas panjangnya untuk meredam amarahnya saat ia membelai rambut istrinya dan manatap mata indah itu "Baiklah, tapi duduk dulu"
Wixel yang berada di sofa seperti tersambar petir. Pria yang ia kenal sebagai seorang lelaki yang terlalu masa bodoh dengan perempuan kini menjelma menjadi seorang bucin. Ia sedang diperbudak oleh istrinya sendiri, bahkan sikap protektifnya pada Carri seperti menjaga berlian agar tidak tersentuh debu.
Ia menyadari kehampaan mulai merasuk ke dalam dirinya ketika ia memalingkan wajahnya berusaha memperkuat diri bahwa ia tidak pernah menyaksikan kejadian mengerikan itu.
Suster yang mendorong kereta bayi tidak bisa berkata apa pun. Ini adalah alasan mereka menjauhkan orang tua bayi itu ketika menjalani pemeriksaan. Karena sikap protektif berlebihan yang ditunjukkan seorang ayahnya!
Bahkan jika mereka ada disana, hanya kekacauan yang akan terjadi. Dan keseluruhan proses tidak akan berjalan dengan lancar.
Dengan pasrah perawat itu meletakkan kembali keranjang bayinya di tempat semula sebelum berbalik "Nyonya, anda harus menyusi bayinya"
__ADS_1