Tatapan Manis Untuk CEO Milikku

Tatapan Manis Untuk CEO Milikku
BAB 195


__ADS_3

Tidak ada jalan keluar baginya!


"Aku rasa kita perlu menghubungi keluargamu" Mia memberi saran yang masuk akal untuk menghindari Wixel tersinggung.


Ia juga banyak pekerjaan, jadi tidak mungkin ia tinggal dan menjaga pria asing itu.


"Aku yatim piatu" Wajah Wixel makin murung karena kata-kata Mia.


Sial! Mulut sialan ini, bagaimana bisa ia tidak tahu kalu Wixel adalah yatim piatu. Apakah ia tertidur ketika membaca informasi mengenai orang itu?


Mia makin merasa bersalah "Maafkan Aku Tian Wixel. Kalau begitu aku akan membantu anda sarapan"


Keti merasa ingin muntah dengan apa yang ia lihat. Ia memilih duduk di ruang tengah apartemen itu dari pada melihat sesuatu yang menjijikkan.


Bagaimana bisa Mia terperangkap dengan orang licik itu.


Sejak kapan Mia mau terjebak dengan orang asing. Mengenal mereka saja Mia mungkin harus berpikir 77x7 kali.


Mia membantu Wixel untuk makan. "Setelah ini saya akan pergi sebentar. Hari ini ada beberapa rapat yang tidak bisa di tunda. Tapi teman saya akan menjaga anda disini. Tenang saja, ia adalah serang wanita, dan juga memiliki beberapa pengetahuan dalam kesehatan. Ia juga tidak bekerja di rumah sakit."

__ADS_1


Wixel makin murung melihat Mia. "Bisaka kau tidak usah memanggilku tuan, akan lebih baik kalau kita meningalkan keformalan yang membosankan itu"


Mia terperangah. Ia tidak menyukai orang ini, ia hanya terjebak untuk sesaat, tapi sepertinya ini akan menjadi selamanya.


Lebih sial lagi Wixel sedang sakit jadi ia tidak bisa membuat suasana hati orang sakit menjadi buruk. Itu bisa berakibat buruk pada kesehatannya. "Baiklah Wixel, jadi apa kau akan di jaga oleh temanku?"


"Tidak perlu. Aku tidak mau orang lain" Wixel memandang Mia dengan tatapan tidak suka.


"Tapi..." Mia ingin menyelah.


Wixel langsung memotong kata-kata Mia "Kau hanya perlu mengunjungiku lagi di sore hari. Aku hanya akan tidur saja"


Ia hanya perlu memikirkan cara yang paling tepat untuk menghindari orang ini tanpa harus membuatnya merasa tersinggung.


"Terima kasih" Wixel memejamkan matanya dan kembali tidur.


Mia keluar dari kamar menghampiri Keti yang sedang memainkan rambutnya. "Ayo pulang"


Keti tidak menjawab Mia. Ia hanya berdiri saja dan mengikuti Mia kembali ke apartemennya.

__ADS_1


Ia masih tidak yakin kalau orang yang di depannya ini bisa berubah secepat kilat. Sepertinya kepergian Andra benar-benar membawa dampak besar bagi Mia.


"Aku akan berangkat ke kantor. Kau bisa memanggil pelayan untuk membantumu membersihkan kamar atas" Mia berjalan ke arah kamarnya.


...


"Zero Grup menarik semua kerja samanya dari perusahaan yang dulu bekerja sama dengan kita. Sekarang kita akan kembali menjalin kerja sama dengan mereka. Saham perusahaan sudah meningkat dan mendekati keadaan seperti semula." Asisten Min menjelaskan.


"Apa kau sudah mendapat informasi dengan Zero group?" Mia menatap Asisten Min.


"Akan saya percepat penyelidikannya" Aaisten Min berpamit untuk pergi.


Mia tidak bisa bersabar menunggu penyelidikan Asisten Min.


Kalau mereka bisa menemukan informasi tentang Zero Group maka informasi tentang Andra pun bisa mereka ketahui.


Sampai saat ini tubuh Andra tidak bisa di temukan. Sampai saat itu pula Mia tidak bisa tenang memikirkan suaminya.


Ia masih berharap Andra dalam kondisi baik-baik saja dan semua cerita Asisten Min adalah rekayasa belaka.

__ADS_1


__ADS_2