
"Bagaimana dengan informasi akunnya?" Arron bertanya dengan serius.
"Akunnya di buat sudah sejak lama. Awalnya akun itu bernama A tapi kemudian di ubah menja AM. Perubahnnya beberapa bulan terakhir. Dan juga akun ini tidak pernah menetap. Setiap kali diaktifkan, akun ini berada pada negara yang berbeda. Juga akun AM tidak pernah di aktifkan selama bertahun-tahun sejak pembuatannya, tapi kemudian diaktifkan hanya ketika ia mengirim pesan pada nyonya dan ketika mengirim kode rahasia pada akun pribadiku" jawab asisten Min.
"Baiklah, aku akan menghubungimu nanti" Arron langsung berdiri dan meninggalkan asisten Min dalam keadaan bingung.
Lelaki pendiam, dingin dan cuek itu sudah berubah!
Lelaki itu tampak terganggu selama pembicaraan mereka. Ada sesuatu yang telah terjadi, dan pastinya ia sedang memikirkan seseorang. Munkin seseorang itu telah menaklukannya.
Arron mengemudikan mobilnya menuju apartemennya saat hatinya terlalu gelisah untuk menemui Keti.
Menurut buku yang ia baca bahwa apa yang sedang dirasakannya saat ini adalah sebuah bentuk perasaan cinta.
__ADS_1
Ketika kamu tidak bisa berhenti memikirkan seseorang dan selalu ingin di dekatnya maka itu adalah sebuah pertanda munculnya cinta.
Arron tersenyum getir memikirkan kembali hal mustahil itu. Meski ia mengakui tidak bisa berpaling dari bayangan Keti, namun disisi lain ada janji yang harus di jaganya.
Bagaimana bisa ia mengingkari apa yang telah ia katakan pada bos besarnya.
Di tengah pikirannya yang kacau sebuah panggilan kembali masuk ke ponselnya. "Ada apa?" Jawabnya tanpa basa basi.
"Tidak ada jejak apa pun, tapi beberapa informasi mengatakan kalau Andra di bawa ke tengah laut untuk dimakamkan, seorang lelaki melihat mayat yang di bungkus dengan peti transparan. Itu sangat mirip dengan Andra, tapi kami masih menyelidiki kebenarannya" Seorang rekannya memberi informasi.
Sejak kematian Andra ia sudah menugaskan orang itu untuk mencari tahu lebih lanjut, namun ternyata butuh waktu berbulan-bulan hingga menemukan setitik kecil informasi. Ini memperkuat fakta bahwa orang yang mereka hadapi saat ini sangatlah kuat dan tentunya sulit untuk ditangani.
Tapi bukanlah persoalan itu yang membebani Arron. Melainkan fakta bahwa seorang sudah meliht bos besarnya meninggal.
__ADS_1
Dari dulu ia terus menguatkan diri dan terus mengalahkan logikanya bahwa bos besarnya belum meninggal. Ia tidak bisa menerima kesaksian asisten Min tentang tragedi penembakan itu.
Ia akan selalu menguatkan dirinya dengan berpikir bahwa selama ia tidak melihat mayat bos besar maka bos besarnya yang kejam itu sedang baik-baik saja dan berada pada sebuah tempat yang mereka tidak ketahui.
Tapi kenyataan berkata lain bahwa saat ini ia semakin dekat pada sebuah fakta mengerikan yang selalu dihindarinya.
Setelah menyelesaikan perkara emosi yang meluap dalam dirinya Aron segera menghubungi asisten Min untuk berita baru tersebut.
Pada saat itu juga ia langsung berbalik menuju apartemen asisten Min untuk mengatur strategi berikutnya.
Meski Andra tidak bisa mereka temukan tapi paling penting ialah mengetahui siapa yang ada di balik kejadian mengerikan ini.
Arron mengusap keringatnya ketika membuka pintu apartemen asisten Min.
__ADS_1
"Aku sudah menghubungi semua orang untuk fokus meneliti semua kapal yang berlayar sesuai dengan petunjuk yang kita punya. Tapi jelas oranh dibaliknya tidak semudah yang kita kira. Mereka memiliki kekuasaan yang sebanding dengan yang dimiliki Tuan" Asisten Min meneliti semua informasi sambil menjelaskannya pada Arron.
"Aku memiliki rencana" Arron berkata dengan tenang.