
Gen sudah menerima informasi dari menejernya dan ia mendapat informasi bahwa Khatia akan mengikuti acara makan malam para model papan atas yang akan di gelar malam itu.
Cara itu sekaligus menjadi ajang pengumpulan dana yang akan dilakukan untuk membantu beberapa korban bencana alam di seluruh dunia.
Kebetulan Gen juga mendapat undangan hingga ia bersiap dnegan sangat sempurna dan pergi menghadiri acara makan malam itu.
Saat ia tiba aula serba guna itu telah penuh dengan beberapa model yang terkenal, Gen mengajak banyak model dan sehingga ia memilih bergabung dengan beberapa model yang sering bekerja sama dengannya.
Dalam acara itu ia melirik semua tempat namun tidka menemukan Khatia dimana pun.
"Ada apa bro?
"Hmm, kau tahu model papan atas khatia akan hadir disini, aku ingin melihatnya"
"Hei kau terlalu lambat mendapat informasi"
"Huh?
"Ia hanya akan muncul pada acara lelangnya nanti, kau tahu, lelang ini adalah eang kencan."
"Ya dia benar kau harus menjadi pelelang tertinggi untuk dapat berkencan dengannya satu hari"
__ADS_1
Gen tersenyum karena ia akan mendapat kesempatan yang mudah untuk mendapatkan waktu bersama Khatia.
Ia hanya perlu mengeluarkan sedikit uang dan uang itu akan kembali nanti jika ia berhasil mempengaruhi Khatia.
Bagaimana pun ia adalah lelaki yang mempesona hingga dengan sedikit akting saja wanita mana pun akan tunduk pada keinginannya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya waktu yang ditunggu tiba juga.
Itu adalah kencan lelang yang biasanya dilakukan oleh para orang kaya untuk mendapatkan sehari kencan bersama dengan orang yang menjadi pujaan hati namun susah digapai.
Selain melakukan amal biasanya pula pasangan yang melakukukan kencan sehari itu akan berlangsung pada hubungan yang bertahan lama.
Setelah acaranya dimulai, beberapa model telah naik ke panggung dan turun dengan sumbangan selangit yang didapat dari orang yang ingin kencan sehari.
Semua orang yang ada disana terpesona oleh model cantik yang berada di atas panggung, model dengan keindahan tubuh dan wajah yang menawan.
Gen pun tak luput dari rasa kagum dan menjadi terpaku sesaat sebelum disadarkan oleh seorang yang telah mengangkat nomornya untuk melakukan penawaran.
Gen tidak mau kalah dan memasukkan penawaran yang lebih tinggi namun karena banyaknya orang yang hadir hingga dengan cepat ia sudah ketinggalan jauh.
Seketika ia menjadi keringat dingin karena mendengar angka 8 digit.
__ADS_1
Ia bahkan akan mengahabiskan seluruh tabungannya jika menawar lebih tinggi dari itu. Ia adalah seorang yang boros hingga hampir setiap saat tabungannya akan kosong demi menunjang gaya hidupnya.
Uang yang ditabungannya saat ini merupakan hasil kerja kerasnya pada beberapa bulan terakhir yang baru diberikan oleh agensinya, dan ia belum sempat menyentuh sepeser pun karena ia terlalu sibuk memikirkan perkembangan perusahaannya.
Untuk beberapa saat ia berpikir untuk mendapatkan uang hingga akhirnya ia teringat pada Sari.
Ia segera menelpon sari dan kemudian memberikan alasan bahwa ia harus membayar banyak jntuk Khatia agar menjadi modelnya demi keuntungan perusahaannya.
Sari sempat menolak namun karena rayuannya akhirnya Sari setuju untuk meminta uang pada ayahnya.
Gen menutup telpon dengan senyuman dan langsung menaikkan nominal lelangnya.
Segera semua orang terkejut karena ia menaikkan stengah dari nominal lelang tertinggi.
Pembawa acara semakin bersemangat dan melontarkan beberapa pujian pada Khatia hingga semua laki-laki memanas untuk mengeluarkan semua tabungan mereka.
Gen segera mengumpat dalam hati karena perkataan pembawa acara itu langsung membuat beberapa orang menaikkan harga lelangnya.
Segera Gen menambah lagi sampai akhirnya mencapai batas yang ia tidka bisa jangkau. Dengan kesal ia mengumpat dan kembali menelpon Sari, tapi Sari sudah tidak bisa lagi memenuhi keingainan kekaihnya itu.
Akhinya Gen memberaniakn diri untuk menyuruh Sari menjual rumah yang ia dapat pada ulang tahunnya yang ke 17.
__ADS_1
Sari terkejut dengan saran Gen, ia sangat marah tapi ia menahannya karena ini demi bisnis calon suaminya.
Setelah bebrapa saat hening Gen kembali memanggil Sari dengan panggilan mesra yang membuat Sari lupa diri hingga ia hanya bisa mngiyakan permintaan Gen.