
Sementara itu, di malam yang sama tapi di tempat berbeda, terlihat tiga orang sedang mengendap endap di pinggir jalan raya, pada deretan toko yang sudah tutup. Pada deretan toko itu, kalau malam memang lebih sepi dan agak gelap. Tidak ada pedagang nasi goreng dan sejenisnya di sana dan juga di seberang jalan.
Karena kondisinya yang cukup sepi, hampir tiap malam, di depan deretan toko tersebut pasti akan ada beberapa angkutan besar seperti truk yang parkir di sana dan dijadikan tempat istirahat para pengemudi truk. Tiga orang yang sedang mengendap itu berhenti di depan salah satu toko. Mata mereka menengok ke kanan dan kekiri dan terlihat sangat waspada.
"Kalian mengawasi keadaan, aku akan mematikan lampu," ucap salah satu dari tiga orang itu. Setelah mendapat persetujuan, salah satu dari mereka melangkah sedikit menarik bangku panjang yang ada di depan toko mereka berdiri, lalu menariknya ke toko sebelah.
"Hati hati, di toko buah itu katanya ada cctv," ucap salah satu dari dua orang yang mengawasi.
"Aku tahu,"jawabnya lalu dia memakai penutup kepala yang ada dijaketnya dan juga memasang masker. Setelah itu dia kembali menarik bangku hingga tepat berada di bawah lampu. Kedua tanganya terangkat ke atas lalu salah satu tangan itu memjutar bola lampu agar longgar terus mati.
"CCtv di sebelah mana ya?" orang yang baru mematikan lampu bertanya dengan nada cukup keras. Tempat yang sepi dan juga ada dua truk besar di hadapannya membuat mereka merasa lebih aman.
"Ada di sisi kanan," jawab salah satu dari rekannya. "Tapi sepertinya nggak perlu, udah gelap. cctv mana bisa menangkap wajah kita."
"Benar juga. Berarti kita langsung masuk aja nih?"
"Iyalahh, nggak perlu pake lama. Kita harus bisa melakukan apa yang diinginkan bos kita."
__ADS_1
"Oke!"
Tiga orang itu langsung mengeluarkan alatnya untuk membuka paksa toko buah tersebut. Di saat bersamaan, orang yang berada di dalam toko itu, nampak keluar dari ruang dalam ke tempat buah buahan berada. "Kenapa lampunya mati? Perasaan tadi nyala?" gumam orang itu sembari melangkah menuju pintu toko.
Seketika langkah orang itu terhenti tepat di dekat pintu toko saat telinganya mendengar suara bisik bisik di depan toko dan juga suara seseoang yang sepertinya hendak membuka paksa toko buah miliknya. Orang itu begitu terkejut dan untuk seketika badannya mematung karena bingung dan juga syok.
"Aku harus bagaimana ini?" gumam orang itu dengan rasa panik yang luar biasa. Wajar si pemilik panik, karena kalau dia buka tokonya, bisa saja dia dalam bahaya karena orang itu tahu kondisi luar seperti apa. Tapi kalau dia di dalam saja juga lebih bahaya lagi. Orang itu langsung berpikir keras untuk mencari jalan keluar.
"Aku tahu," orang itu sepertinya menemukan ide dan dia bergegas masuk ke dalam ruang di balik toko untuk menjalankan rencananya.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di rumah makan tiga pria.
"Nggak tahu, jangan jangan berkelahi lagi," jawab Sandi yang sedang memandangi foto anaknya hasil dari jepretan kamera saat piknik siang tadi.
"Aku tidur dulu lah, San, ngantuk," ucap Dandi lalu mengakhiri permainannya dan meletakkan ponsel di lantai dekat kasurnya. Baru saja tangan itu akan melepas ponsel, benda tipis itu malah berdering. Dandi mengurungkan niatnya untuk meletakkan ponsel dan segera memeriksa layar ponselnya.
"Rianti? Ada apa dia telfon malam malam bgegini?" gumam Dandi cukup terkejut. Lalu dia segera menggeser tombol hijau.
__ADS_1
"Hallo!"
"Apa!"
"Oke oke,aku ke sana sekarang!" Dandi langsung bangkit dan menarik jaketnya.
"Mau kemana, Dan?" tanya Sandi yang juga terkejut dengan sikap Dandi begitu menerima telfon.
"Aku mau ke tokonya Rianti, ada maling di sana!"
"Hah!"
Dandi langsung melesat. Beruntung toko Rianti sangat dekat, jadi cukup dengan lari yang kencang, Dandi sudah sampai di depan toko wanita incarannya. Tidak ada apa apa di sana, tapi yang membuat Dandi heran, lampu depan toko mati. Dandi menatap tajam pintu toko dan ternyata ada bekas congkelan benda tajam. "Apa penjahatnya berhasil masuk?"
Dandi mencoba mendorong pintu toko, dan seketika dia ternganga, ternyata pintu toko terbuka. Dandi segera saja masuk hingga terdengar gebrakan yang cukup keras.
Brak!
__ADS_1
Ketiga orang yang sudah memasuki ruang di belakang toko tentu saja sangat terkejut dengan suara itu. salah satu orang kembali untuk memeriksa keadaan dan mata orang itu membelalak saat melihat Dandi yang sudah berdiri di dekat pintu masuk.
...@@@@@@...