TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Kebahagian Lainnya


__ADS_3

Ting!


sebuah nada pesan terdengar dari salah satu ponsel milik tiga pria yang saat ini duduk bersama di sebuah rumah makan. Salah satu dari mereka langsung mengecek ponselnya, dan seketika mata salah satu dari pria itu membelalak begitu membaca pesan tersebut.


"Yess!" seru salah satu dari tiga pria itu hingga dua pria yang lain terlihat terkejut.


"Ada apa, Ran?" tanya salah satu pria yang sedang memangku anak kecil.


"Eliza mau ikut aku ke kota," jawab pria bernama Randi dengan sangat antusias dan langsung membalas pesan itu.


"Yang benar?" tanya pria lain yang duduk disebelah Randi.


Randi langsung menunjukan pesan yang masuk ke arah Dandi. "Ngapain pakai bohong?"


Dandi sontak saja langsung mendengus. "Kalau begitu, aku besok naik kereta aja deh. Ngapain ikut kalian. Pada bawa pasangan semua."


"Hahaha ... ya kamu bujuk Rianti dong, Dan?" usul Randi begitu selesai membalas pesan dari Eliza. "Kali aja dia mau ikut. Rianti juga pasti kangen tuh sama orang tuanya."


"Tahu ah, paling juga dia bakalan nolak," sungut Dandi. Kedua sahabatnya hanya bisa menanggapinya dengan tersenyum lebar. Ada rasa tidak enak dalam hati Randi dan Sandi, tapi mereka berdua juga tidak sengaja kalau para wanita mereka akan ikut juga.

__ADS_1


Karena lagi lagi pembeli berdatangan, mereka tentu saja langsung beraksi kembali. Hingga tanpa terasa waktu yang terus bergulir, kini sudah menunjukkan malam hari. Karena rumah makan yang sudah cukup sepi dari pelanggan, Dandi memutuskan pergi ke toko Riantti untuk memastikan keamanan tokonya. Kata Agus kemarin, hari ini perbaikan di toko buah milik Rianti, sudah selesai.


"Reyhan nggak kamu antar pulang, San? Ini udah cukup malam loh," tanya Randi sambil menikmati nasi goreng yang dia beli di tempat suadaranya Eliza. Malam ini Eliza tidak ikut jualan karena dia harus menyiapkan diri untuk ikut Randi, esok hari.


"Nggak! Aku minta dia nginep disini, biar ibunya besok nggak ada gangguan saat mempersiapkan segala yang dia bawa," balas Sandi. Kalau dia milih mie rebus sebagai makan malamnya. Reyhan sendiri saat ini sedang bersama dua karyawannya di samping warung. Karena sepi jadi dua karyawan itu bisa santai. Kalau ada pembeli cukup Randi atau Sandi yang turun tangan.


"Dandi gimana ya? Apa dia berhasil membujuk Rianti agar ikut juga?" tanya Randi yang perasaannya tidak enak.


"Emang tadi Dandi bilang mau membujuk Rianti mau ikut?" tanya Sandi.


"Ya kali aja. Siapa tahu saat ini mereka lagi membahasnya," ucap Randi lagi, dan Sandi hanya mengangguk beberapa kali. Tak lama kemudian, Dandipun datang dengan wajah terlihat muram, membuat kedua sahabatnya merasakan firasat yang buruk. Sandi dan Randi yakin, wajah muram Dandi, pasti ada hubungannya dengan kepulangan mereka ke kota.


"Heran aku loh. Kok ya ada, orang yang menggunakan kekuasannya untuk mengancam. Mana yang diancam cewek lagi," Dandi malah terlihat kesal saat berkata demikian. Tentu saja apa yang dikatakan Dandi, membuat dua temannya terkejut, karena mereka melenceng dari pemikiran yang ada dalam benak mereka.


"Maksud kamu, Dan?" tanya Randi butuh penjelasan.


Dandi menghembus nafasnya secara kasar, lalu dia menceritakan semuanya yang berhubungan dengan Lila. "Gila apa? Kakaknya sampai ngancam mau ngusir Rianti. Untung di sana tadi ada si pemilik toko yang belain Rianti, sampai kakaknya Lila ketakutan sendiri."


"Loh, kok urusanya jadi rumit gitu? Emang pemilik toko yang disewa Rianti ngapain sampai kakaknya Lila takut?" tanya Randi lagi.

__ADS_1


"Jadi pemilik toko itu adiknya bupati kabupaten ini. Wajar dong kakaknya Lila yang pejabat kecamatan langsung ketakutan. Dengan ancaman penyalah gunaan jabatan aja, dia sudah ketar ketir," ucap Dandi yang tidak bisa menyembunyikan kekesalannya.


"Hahaha ... langsung kicep pasti dia," Randi malah terbahak. "Baru jadi pejabat kecamatan aja belagu. astaga!"


"Terus Rianti sendiri gimana saat ini? Apa dia aman?" kini Sandi yang bertanya.


"Ya aman, tokonya juga udah selesai diperbaiki. Maka itu aku pulang," jawab Dandi yang wajahnya masih ada rasa kesal.


"Terus besok besok, kalau pejabat kecamatan datang lagi gimana? Nggak mungkin kan, pemilik toko berada di sana terus?" Randi kembali bersuara.


"Nggak mungkin ketemu lah. Orang besok dan beberapa hari ke depan Rianti akan tutup tokonya."


"Loh kenapa? Kok tutup beberapa hari?" masih orang yang sama yang melempar pertanyaan. "Apa Rianti ada acara?"


"Iya, Rianti mau ikut ke kota bareng kita, hehehe ..." jawab Dandi sambil cengengesan.


"Dihh! Seneng banget!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2