
"Kenapa kamu begitu bodoh sih, Rom? Kamu kan bisa memberontak dan melawannya!" Rianti terlihat sangat kesal dengan sikap yang diambil oleh pria yang saat ini sedang menunduk di hadapannya. Awalnya Rianti kesal karena dia berpikir kalau pria bernama Romi itu adalah otak dibalik tragedi yang menimpanya. Tapi setelah tahu apa yang terjadi sebenarnya, sikap wanita itu menjadi kesal karena tindakan bodoh pria itu.
"Emang kamu sama Lila, setelah dari toko Rianti, kalian berdua pergi kemana? Bukankah kalian saat itu sedang ribut?" kini Dandi yang mengeluarkan suaranya. Pria yang duduk di sebelah Rianti itu masih bersikap tenang meski dia sangat tidak suka Rianti berhadapan langsung dengan Romi, yang jelas jelas kalau pria itu ada rasa dengan wanita yang Dandi incar.
Romi mendongak dan menatap dua orang di hadapannya secara bergantian. "Kami berdua ribut. Dia memohon maaf dan meminta agar aku tidak melaporkannya ke polisi. Karena aku bersikeras akan tetap melaporkannya, dia ngancam bunuh diri saat itu juga. Aku jadi takut dan khawatir."
"Terus?" desak Dandi. Namun tiba tiba Romi seperti orang bingung. Bahkan dia tidak menatap dua orang di hadapannya, sampai membuat Dandi dan Rianti mengerutkan keningnya. "Terus gimana? Malah diem?" desak Dandi.
Romi langsung nyengir tanggung. "Kebetulan kan kita berhenti di deket jembatan yang tidak jauh dari pasar itu. Nah, disana, Lila ngancam aku. Orang sungainya lagi kering, bayangkan aja jika orang jatuh, pasti apa yang bakalan terjadi. Akhirnya aku maafin dia."
"Terus saat itu juga, Lila ngambil ponsel kamu?" tanya Rianti, tapi Romi malah menggeleng. "Terus kapan dia ambil ponselnya?"
"Kita kan akhirnya ngobrol baik baik tuh. Lalu dia janji tidak akan ganggu kamu lagi kalau aku mau menuruti permintaannya."
"Dia ngajuin syarat?" tanya Rianti lagi dan kali ini Romi mengangguk. "Syaratnya kamu nyerahin ponsel kamu ke Lila?"
__ADS_1
"Bukan!" bantah Romi lantang.
"Lalu? Apa syaratnya?" Rianti malah mencecarnya, dan Romi sepertinya kebingungan untuk menjawabnya. Pria itu terlihat sedang berpikir sampai membuat Rianti dan dandi ikut berpikir juga karene sikap Romi yang agak aneh. "Apa syaratnya? Orang ditunggu jawabannya, malah diem?" sungut Rianti dengan kesal.
"Hehehe ..." Romi malah cengengesan. "Dia minta tidur bareng, Ri."
"Astaga! Dan kamu mau?" seru Rianti. Romi mengangguk pelan sambil menunduk. Sedangkan Dandi berusaha sekuat hati menahan rasa ingin tertawanya. "Jadi ponsel kamu di ambil Lila saat kalian lagi tidur bareng? Gila!"
"Kan waktu itu aku lagi tidur karena kecapean. Pas aku bangun, Lila sudah tidak ada. Saat aku mencari ponselku baru aku sadar kalau ponselku juga raib."
"Mampus!" seru Rianti lantang. "Katanya nggak mau sama orangnya, eh diajak enak enak, mau aja. Jangan jangan, kamu sudah sering ya tidur sama Lila?"
"Berarti sama kamu juga sering, iya kan?" todong Rianti sampai Romi tak berkutik. Dia hanya senyum senyum sembari menatap ke arah lain. Dandi sendiri juga ikutan senyum senyum. Dandi merasa lucu saja dengan sikap pria yang katanya mencintai Rianti tapi berkali kali tidur dengan wanita lain. "Ya wajar jika kamu mudah dikendalikan, kamunya bodoh gitu."
"Terus, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Dandi.
__ADS_1
"Maksud kamu?" tanya Romi dengan mata tertuju pada Dandi. Begitu juga Rianti, dia juga ikutan menatap pria yang duduk di sebelahnya.
"Ya kamu kan sudah tahu kalau yang menyerang Rianti bukan atas perintah kamu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Apa kamu akan pasrah dan menerima hukumannya atau gimana?" tanya Dandi dengan suara yang sedikit lebih keras.
"Benar itu, kamu harus ambil tindakan. Orang tua kamu malu menjadi bahan gunjingan tetangga. Padahal anaknya nggak salah sama sekali," Rianti ikut bersuara.
"Aku sendiri juga bingung. Aku nggak memiliki bukti yang bisa membebaskan aku," balas Romi. Kalian sendiri tahu kan, ponselku dan juga tiga orang yang menyerang Rianti, memberikan bukti palsu yang menyudutkanku. Gimana aku bisa bergetak coba?"
Dandi dan Rianti menganggukan kepalanya beberapa kali. Namun tak lama setelahnya, Dandi malah terlihat menyeringai. "Ri, kamu masih menyimpan bukti cctv teror kamu kan?"
"Masih, buat apa?" tanya Rianti. "Kamu ada rencana?"
"Ya tentu aja ada, Saya gitu loh," balas Dandi dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. "Kini rencanaku," Dandi langsung menceritakan ide yang muncul dalam pikirannya.
"Wah! Ide bagus tuh," seru Romi yang langsung setuju dengan ide yang Dandi katakan tadi.
__ADS_1
"Ide Dandi memang selalu bagus. Nggak kaget dulu aku percaya banget sama dia, eh endingnya malah ..." Rianti sengaja menggantung ucapannya tapi sukses membuat Dandi tersindir.
...@@@@@...