TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Tiga Pria Dan Wanitanya


__ADS_3

Setelah urusan dengan Romi selesai, Rianti dan Dandi langsung memutuskan pulang. Tentu saja, mereka pulang usai Dandi menjalankan rencananya. Rencana Dandi memang sangat bagus dan hal itu pasti akan sangat mengejutkan Lila dan keluarganya.


"Kita ke toko ku dulu ya, Ri?" pinta Dandi di saat mereka hendak naik motor.


"Mau ngapain? Aku pulang ke tokoku aja lah," protes Rianti.


"Sudah hampir gelap, Ri. Kamu mau kakaknya Lila datang ke toko kamu? Pintu toko kamu aja belum jadi secara sempurna."


"Tapi kan aku belum mandi," Rianti masih mencoba mencari alasan.


"Ya kan bisa mandi di kontrakanku. Ada kamar mandi dua ini. Kita pulang ke toko kamu dulu. lKamu ambil baju buat ganti, sekalian mukenanya."


Rianti langsung mendengus. "Dari dulu sukanya maksa, tapi nggak mau tanggung jawab."


Dandi kembaali tersindir, tapi dia hanya pasrah, malah cengengesan. Untuk marah pun percuma, yang ada malah nanti jadi ribut dan keributan itu hanya akan dimenangkan oleh wanita. Motor pun melaju dan langsung melaksanakan kesepakatan yang baru saja mereka buat. Sesampainya di rumah makan, Dandi langsung menyuruh Rianti ke lantai atas dan mandi di sana. Sedangkan Dandi sendiri langsung bergabung dengan dua sahabatnya yang ada di dapur.


"Kalian sengaja mau bikin aku iri?" tanya Randi kepada dua sahabatnya.


"Iri kenapa?" tanya Sandi yang cukup terkejut dengan pertanyaan yang keluar dari mulut Randi. Padahal Sandi merasa, sikap Randi baik baik saja dari tadi, tapi pertanyaan yang baru terlontar malah seakan kalau Randi saat ini sedang marah dengan kedatangan dandi.


"Ya itu, Arimbi ada disini, Dandi juga bawa ceweknya kesini, kalian mau pamer gitu?" sungut Randi. Dandi dan Sandi sontak saling pandang lalu mereka langsung tersenyum lebar.

__ADS_1


"Ya kamu ajak aja Eliza kesini," balas Dandi.


"Alasannya apa?" ucap Randi sambil menatap ke arah depan rumah makan. Namun tepat di saat matanya menatap lurus ke depan, mata Randi membulat. "Astaga! Eliza datang kemari!"


Sandi dan Dandi ikutan menoleh, dan benar juga, Eliza sedang melangkah menuju ke tempat Randi. Wajah Eliza nampak masam dan itu cukup membuat tiga pria itu penasaran. Eliza bahkan langsung mengambil tenmpat di hadapan Randi.


"Kamu mau menemui orang tuaku?" suara Eliza terdengar lantang.


"Iya, kenapa?" balas Randi dengan sikap yang cukup tenang.


"Mau ngapain? Jangan aneh aneh deh," Eliza terlihat kesal.


Begitu ibadah selesai, ketiga pria sengaja menutup rumah makannya lebih awal. Mereka juga memulangkan dua karyawannya yang masih ada disana. Mereka sengaja melakukan hal itu agar ketiganya punya banyak waktu untuk ngobrol dengan tiga wanita yang sekarang ada di lantai atas. Selain Arimbi dan Rianti, Eliza juga diminta oleh Randi untuk menunggu pria itu di lantai atas.


"Apa kalian sengaja, ngumpulin kita disini?" tanya Arimbi begitu melihat tiga pria berada di lantai yang sama dengan tiga wanita.


"Ya nggak sengaja juga. Kalian kan datangnya tadi sendiri sendiri?" jawab Sandi langsung duduk di dekat anaknya yang sibuk main mobil mobilan.


"Apa kalian sudah saling kenal sebelumnya?" tanya Dandi kepada tiga wanita yang terlihat duduk bersama saat ketiga pria datang.


"Baru aja kita saling kenalan. Ternyata kita cewek cewek yang nasibnya di rusak oleh kalian bertiga," sungut Rianti.

__ADS_1


"Ya maaf, tapi kan kali ini kita serius, Ri," ucap Dandi sambil cengengesan.


"Iya aku minta maaf, tapi untuk kali ini kita sangat serius," ucap Randi. "Maka itu kami akan secepatnya menemui orang tua kalian."


"Emang kalian punya nyali?" tanya Eliza. "Dulu aja kalian sangat pengecut."


"Astaga, Za! Ya harus punya nyali dong. Ini kan demi masa depan yang indah bersamamu juga," ucap Randi.


"Iya tuh, benar. Kalian apa nggak pengin kayak Sandi dan Arimbi tuh. Punya anak yang lucu," Dandi menimpali.


"Apaan, Sandi juga dulu nggak mau nerima Reyhan dengan entengnya. Giliran udah lihat wujudnya, malah kayak hendak merebut Reyhan dari aku," sungut Arimbi.


"Astaga, Mbi. Aku dulu memang kejam, tapi lihat dong? Aku sudah berubah," Sandi membela diri. "Lagian aku mana tega merebut Reyhan dari kamu, mending kita rawat bareng bareng."


"Emang kalian yakin gitu akan berhasil membujuk orang tua kita?" tanya Eliza. "Meragukan!"


"Hahaha ... harus yakin dong. Demi masa depan yang lebih baik, aku akan menghadapinya. Ya nggak, gaees?"


"Yoi!" Sandi dan Dandi menjawab secara bersamaan. Ketiga wanita yang melihatnyya serentak mencebikan bibii mereka.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2