TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Kena Mental


__ADS_3

Di saat Sandi sedang disidang oleh orang tuanya, di lantai bawah, kedua sahabatnya juga sedang bertempur melayani pembeli. Meskipun rumah makan terlihat ramai, tapi dua pria itu tidak terlihat kerepotan sama sekali, di saat salah satu tukang masaknya sedang tidak ada di tempat.


Sambil meracik pesanan beberapa pembeli, Dandi dan Randi juga sedang membicarakan tentang kedatangan orang tua Sandi serta kemungkinan yang akan Sandi terima setelah orang tua Sandi tahu kalau mereka sudah memilki cucu yang sudah besar. Keduanya hanya mencritakan hasil dugaaan mereka saja tanpa tahu yang sebenarnya apa yang sedang terjadi di dalam kamar.


"Kamu Dandi kan?" ucap seseorang saat dua pria itu sedang asyik bercengkrama tanpa melihat ke arah belakang mereka. Mendengar nama salah satu dari mereka ada yang menyebutnya, dua pria yang sedang menghadap ke arah kompor langsung saja menoleh. Kening Randi dan Dandi seketika berkerut karena mereka merasa tidak kenal dengan wanita yang saat ini berdiri di tepi meja pembatas.


Sementara itu, orang yang tadi menyebut nama Dandi nampak membelalakan matannya begitu dia merasa tebakannya benar. "Nah! Benar, kamu Dandi," lalu wanita itu menoleh ke arah meja yang tadi dijadikan tempat duduk keluarga Sandi. ""Lihat, Pah, ini beneran Dandi," seru wanita itu pada pria yang sudah duduk di sana.


"Maaf, Mbak siapa, ya?" tanya Dandi yang memang tidak mengenal wanita yang saat ini berads di hadapannya dan mereka hanya terhalang meja pembatas.


"Yah, kamu memang nggak kenal aku, tapi aku sendiri sangat kenal dengan kamu," ucap wanita itu dengan sangat santainya.

__ADS_1


"Apa Mbak bukan orang sini?" kini Randi yang bertanya. Dia juga jadi ikut penasaran, darimana wanita itu tahu tentang Dandi. Padahal baik Randi dan maupun Dandi memang tidak ada yang mengenalnya di kota ini.


"Oh iya, gimana rasanya sudah ninggalin Rianti saat mau akad nikah?" mata Randi dan Dandi sedikit membelalak begitu wanita itu menyebut nama Rianti serta perbuatan Dandi di masa lalu. "Nggak usah pura pura kaget gitu. Orang brengsek mah nggak akan pernah ngerasa bersalah." wanita itu lantas duduk di meja yang memang dekat dengan area dapur.


Dandi dan Randi hanya terdiam. hati Dandi jelas saja bergemuruh, tapi dia tidak berkata apa apa untuk membela diri. Di saat dia akan kembali menghadap kompor, Dandi mendengar celetukan dari wanita yang sama. "Oh iya, aku juga mau ngasih tahu, orang tua Rianti sekarang sering sakit sejak anak gadisnya pergi dari rumah. Cuma mau ngasih tahu, nggak ada maksud apa apa."


Ucapan wanita itu semakin membuat hati Dandi seperti dihantam benda yang amat keras. Bahkan dia berusaha mengumpulkan semangatnya yang hilang begitu hanya karena ucapan wanita itu yang sangat monohok.


"Orang tua Rianti lagi sakit, Mbak?" Randi memberanikan diri untuk bertanya.


"Ya, Om Wisnu dan tante Sukma memang akhir akhir ini kesehatannya terganggu sejak Rianti pergi dari rumah," jawab Mirna. "Apa teman kamu kesini juga ada rencana untuk nyakitin Rianti lagi? Kok sampai tahu Rianti ada di kota ini?"

__ADS_1


"Loh, mbak udah ketemu sama Rianti?"


"Udah, tadi nggak sengaja," jawab Mirna. "Sepertinya temen kamu kurang puas, udah ngancurin hidupnya? Padahal aku sebagai sepupunya sama sekali nggak tahu kalau Riantti ada di kota ini."


"Udah, Mah. jangan diterusin," suami dari Mirna bersusaha menangkan istrinya yang terlihat sangat kesal. Wanita itu hanya mendengus kasar tapi dia menuruti ucapan suaminya meski masih ingin melupkaan segala unek uneknya. Dandi sendiri tetap terdiam dengan dada yang begitu bergemuruh.


Sedangkan di tempat lain, terlihat seorang pria dan wanita sedang bersiap siap menggelar lapaknya. seperti biasa, tiap sore, penjual nasi goreng itu mulai bersiap siap untuk mencari rejeki di tempat yang biasa mereka gunakan untuk mangkal. Dengan di bantu oleh sepupunya, pria itu membereskan tempat jualannya. Di saat keduanya sedang fokus beres beres, tiba tiba ada yang menyeletuk hingga membuat keduanya menoleh.


"Ahh, benar, itu Eliza!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2