TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Jalan Takdir


__ADS_3

Saat ini tatapan Randi lurus ke depan, ke arah seberang jalan dimana seorang wanita sedang tersenyum ramah kepada salah seorang yang membeli dagangan mereka. Randi tidak menyangka dibalik senyum ramah yang terpancar dari wanita itu, ada luka yang sengaja disembunyikan dalam waktu yang cukup lama.


Tiga tahun, wanita itu berjuang menyembunyikan diri. Menyembuhkan luka dampak dari perbuatan seorang pria yang memang sengaja ingin menoreh sesuatu yang tidak bisa dilupakan oleh wanita itu. Randi berhasil, usahanya untuk menyakiti wanita itu sangat sukses dengan sempurna. Bahkan yang lebih mengejutkan wanita itu sampai terusir karena ulahnya.


Namun sayang, mungkin bagi Randi, perbuatannya dulu sangat bisa membanggakan dirinya sendiri. Tapi sekarang, rasa bangga itu sudah musnah sejak kelakuannya terbongkar dan menjadi senjata yang setiap saat bisa mencabiknya kala dia ingin melakukan hubungan serius dengan wanita.


"Apa mungkin Arimbi juga nasibnya sama kayak Rianti dan Eliza?" tanya Sandi yang juga sedang terduduk sembari melepas penat begitu mereka selesai berjualan. Randi dan Dandi sontak bersamaan menoleh ke arah tempat Sandi berada. "Apa mungkin Reyhan juga sebenarnya anak aku?"


Dua pria yang ada di sana nampak diam, tapi pikiran mereka sejalan dengan apa yang diucapkan oleh temannya tadi. Biar bagaimanapun Arimbi juga pernah menjadi korban kenakalan mereka terutama Sandi.


"Kalau Reyhan itu anak kamu, apa yang akan kamu lakukan? Nggak mungkin juga kan Arimbi akan mudah begitu saja luluh jika kamu ingin menikahinya?" ucap Dandi.


"Sepertinya memang bakalan sangat berat sih. Aku aja nggak yakin bisa dimaafkan oleh Eliza, apa lagi kamu yang sampai melahirkan seorang bocah," Randi menimpali.


"Tapi setidaknya kan, aku harus mencobanya. Nyari tahu dulu Arimbi beneran sudah menikah atau belum," balas Sandi.

__ADS_1


"Dengan cara seperti apa? Kamu aja datang ke rumahnya langsung di usir. Kamu mau datang lagi ke kesana?" ucap Dandi.


"Apapun caranya, kalau niat kita baik, pasti akan ada jalan. Aku si yakin, kenapa kita bisa sampai ke kota ini, pasti juga ada jalan takdir yang ikut campur untuk mengatasi masalah kita."


Randi dan Dandi kembali terdiam. Apa yang diucapkan Sandi memang ada benarnya. Tidak mungkin ini hanya kebetulan semata, setelah perbuatan lebih dari tiga tahun berlalu, kini mereka dipertemukan dengan orang yang mereka sakiti, dalam satu tempat. Pasti pertemuaan yang terjadi diantara mereka dengan para wanita dari masa lalunya ada campur tangan takdir untuk merubah tiga pria itu menjadi lebih baik.


"Lalu, apa yang akan kita lakukan untuk mendekati mereka lagi?" tanya Randi.


"Kalau aku akan ..." Dandi langsung memiliki ide yang menurutnya bisa mendekati Rianti lagi untuk menebus dosanya. Dua teman lainnya nampak sependapat dengan ide yang terlontar dari pikiran Dandi. Mungkin keduanya juga akan melakukan hal yang sama untuk mendekati wanitanya masing masing.


Hari berganti lagi, kini seperti biasa, tiga pria itu mempersiapkan segala yang diperlukan untuk jualan mereka. Meskipun di sana mereka memang sudah memiliki stok bahan utama, tapi mereka juga buituh bahan tambahan sebagai penunjang.


Begitu selesai melaksanakan ibadah subuh, salah satu dari mereka mengeluarkan motornya guna mencari bahan tambahan. Mereka harus mencarinya ke pasar dan itu dilakukan secara bergantian. Saat salah satu dari mereka pergi ke pasar, dua pria yang lainnya bertugas menyiapkan yang bahan bahan yang sudah ada.


"Lagi nyari apa, Mas?" suara seseorang sempat mengejutkan seorang pria yang saat ini sedang sibuk memilih sayuran. Pria itu menoleh dan matanya sempat membulat saat mengetahui siapa yang mehyapanya.

__ADS_1


"Loh, neneknya Reyhan?" pekik pria itu. "Ibu lagi belanja?"


Wanita itu tersenyum. "Tidak, ibu kan jualan. tuh lapak ibu," wanita itu menunjuk ke satu tempat.


"Wah, ibu jualan macam macam krupuk? Ada krupuk apa aja, Bu?" Pria bernama Sandi itu terlihat sangat antusias.


"Masnya mampir aja, ayuk, mungkin Masnya butuh kerupuk," ajak wanita itu dan Sandi tentu saja sangat setuju. Biar bagaimanapun kerupuk juga salah satu bahan yang dia butuhkan sebagai bahan utama membuat seblak.


"Komplit juga bahan seblaknya ya, Bu," ucap Sandi begitu dia sudah berada di lapak neneknya reyhan.


"Ya kan mengijkuti perkembangan jaman, Mas. Orang sekarang baso aci dan seblak kan lagi rame, jadi ya ibu harus mengikuti arus."


Sandi nampak manggut manggut. Dia membenarkan ucapan ibu itu. Di saat bersamaan Sandi jadi teringat sesuatu dan dengan segera dia menanyakan sesuatu tersebut.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2