TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Insiden Tak Terduga


__ADS_3

"Kalau jualan makanan yang bersih dong! Masa ada kecoak di dalam pesananku!" teriakan seorang palanggan yang baru turun dari lantai dua, tentu saja mengejutkan semua orang yang yang ada di rumah makan tersebut. Baik itu pembeli, karyawan, maupun tukang masak, semuanya langsung memadang ke arah orang yang baru saja berteriak dengan sangat lantang.


"Kecoa? mana mungkin?" Dandi yang kebetulan berada di dekat orang itu langsung meragukan ucapan wanita yang sedang terlihat marah.


"Nggak percaya! Nih!" wanita itu langsung menunjukan mangkok yang dia pegang, dan memang benar, ada kecoa di sana. Kening Dandi langsung berkerut lalu mengalihkan pandangannya kepada dua sahabatnya.


"Tadi siapa yang memasak pesanan Mbak ini?" tanya Dandi lalu kembali menatap wanita yang tadi marah. "Tadi mbaknya pesan apa?"


"Cuanki spesial," jawab wanita itu ketus.


"Aku yang memasaknya," jawab Sandi yang wajahnya masih diselimuti rasa terkejut. "Tapi aku udah cek semuanya kok, nggak ada kecoa yang ikut termasak."


"Yakin? Tapi ini buktinya! Kalian mau mengelak?" wanita itu dengan sinis menatap Sandi yang membantah tuduhannya.

__ADS_1


"Ya saya sangat yakin sudah memeriksa semua bahan yang akan dimasukkan ke dalam wajan penggorengan," Sandi terlihat tenang dan masih dengan pendiriannya kalau dia memang sudah memastikan tidak ada kecoa dalam masakan racikannya.


"Cih! Terus kalian pikir aku bohong gitu? Heran ya, padahal bukti ada di depan mata, tapi kalian malah tidak mau mengakuinya. Mau aku viralkan apa gimana?" wanita itu malah memberi ancaman dengan lantang.


Tapi bukannya menunjukkan wajah takut, Sandi masih bisa bersikap tenang. Dia keluar dari area dapur, mendekat ke arah wanita itu berdiri. Wanita itu sendiri tersenyum sinis, merasa kalau Sandi mendatanginya karena akan minta maaf dan mencegahnya agar dia tidak memviralkan kejadian itu. Sekarang Sandi sudah berada di hadapan wanita yang menatapnya dengan penuh rasa kesal.


"Kalau mau meviralkan ya silakan, tapi saya sendiri tidak akan meminta maaf karena saya tidak merasa bersalah. Bagaimana kalau kita lihat rekaman cctv yang ada di lantai dua?" ucapan Sandi seketika membuat mulut wanita itu ternganga. Pemikirannya salah dan dia terlihat terkejut dengan kata rekaman cctv yang keluar dari mulut Sandi.


"Tidak! Saya hanya ingin memastikan sesuatu saja. Mbak pasti mau kan ngecek cctv bersama? Mbak tenang saja, kalau Mbak tidak bersalah, Mbak tidak perlu merasa takut." Justru ucapan Sandi malah membuat wanita itu ketar ketir. Dia sampai mengedarkan pandangannya ke semua orang dengan pikiran yang sedang jalan tentunya.


"Bukti sudah di tangan saya, tapi kalian masih bisa berdalih? Oke, kalian akan saya viralkan," ancam wanita itu lalu bersiap untuk pergi.


Namun dengan sigap, Sandi langsung menghadang wanita itu dan menatapnya dengan tajam. "Silakan anda viralkan tempat usaha saya, tapi jangan salahkan saya kalau sampai saya membawa kasus ini ke kantor polisi jika saya menemukan satu bukti yang mencurigakan."

__ADS_1


Wanita itu mati langkah. Semua mata yang memandang sikap wanita itu, merasa ada yang tidak beres. Wajah yang tadi terlihat sangat galak, berubah jadi wajah yang menunjukan rasa panik.


"Ya sudah, kebetulan aku yang bawa ponsel, aku aja yang ngecek cctv di lantai dua," ucapan Dandi semakin membuat tingkah wanita itu mencurigakan. Apa lagi saat Dandi menngeluarkan ponsel dari saku bajunya, tangan wanita itu bergerak ingin menghalangi dengan cara hendak merebut ponsel dari tangan Dandi.


"Apa apaan sih kamu, Mbak!" bentak Dandi karena cukup terkejut dengan aksi yang dilakukan wanita itu. "Kalau memang kamu nggak salah, itu yang tenang! Nggak usah panik gitu!" serunya. Beruntung Dandi dapat melindungi ponselnya.


Wanita itu benar benar tidak bisa berkutik dan dengan sigap Dandi langsung mengakses hasil rekaman cctv dari ponselnya. Tak butuh waktu lama, mereka dikejutkan dengan apa yang terekam dari cctv yang terletak di lantai dua.


"Lihat dengan jelas, Mbak, apa yang kamu lakukan?" tunjuk Dandi memperlihatkan sebuah rekaman yang menunjukan kalau wanita itu sendirilah yang memasukkan kecoa yang sengaja dia bawa. Wanita itu seperti telah menyiapkan kecoa mati karena berdasarkan video yang terlihat dalam rekaman, wanita itu mengambil kantung plastik yang berisi kecoa dari dalam tas slempang miliknya.


"Plastiknya pasti masih ada di lantai dua. Ambil, San! Pasti pada plastik itu ada sidik jari wanita ini. Kita jadikan bukti aja untuk laporan ke polisi nanti," ucapan Dandi seketika membuat wanita itu semakin ketakutan.


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2