TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Sindiran Dari Seseorang


__ADS_3

Arimbi cukup terkejut saat matanya menangkap sosok dua wanita yang salah satunya adalah wanita yang dia kenal. Wanita yang baru datang itu juga sepertinya terkejut melihat Arimbi berada di tempat yang baru saja wanita itu datangi. Tidak ada senyum ramah dari wajah itu. Yang ada wajah ketus yang menunjukan kalau wanita itu tidak menyukai Arimbi.


Arimbi pun memilih abai. Meski dia sebenarnya ingin bersikap baik pada wanita paru baya yang dia kenal, tapi melihat sikap wanita itu, Arimbi memutuskan untuk tidak menyapanya. Daripada nanti malu sendiri karena sudah menyapa dengan baik tapi tidak dianggap, atau bahkan dikira cari muka, Arimbi memilih meneruskan pembicaraannya dengan Bu Farida.


Entah sengaja atau bukan, setelah memesan beberapa menu yang ada, dua wanita yang salah satunya adalah Ibu dari Mulyadi memilih duduk di kursi yang ada di belakang Arimbi saat ini. Punggung wanita itu bahkan hampir menempel dengan punggung Bu farida. Sedangkan wanita yang bersama ibunya Mulyadi duduk di tempat yang menghadap ibu itu.


Tak berapa lama masakan yang dibuat Sandi untuk Arimbi dan Bu Farida datang. Karena Sandi sedang sibuk meracik pesanan pembeli lain, makanan untuk dua wanita itu diantar oleh salah satu karyawannya. Dua wanita beda usia itu dengan segeera menikmati hidangan yang sudah terjadi di depan matanya.


"Wah, ternyata enak juga ya masakannya," puji bu Farida saat baru mencicipi satu sendok kuah makanan itu. Arimbi hanya mengulas senyum tipis meski dalam hatinya dia setuju kalau masakan Sandi memang enak. Mereka pun mulai menikmati hidangan tersebut diiringi dengan obrolan ringan.


"Pokoknya, kamu harus terus dekati Mulyadi. Buat anak saya itu bisa jatuh cinta sama kamu, Sin," entah kenapa ibu wanita yang duduk dibelakang Arimbi tiba tiba mengatakan hal seperti itu dengan suara yang agak keras. Arimbi bahkan sampai menghentikan gerakan tangannya sebentar karena vukup kaget mendengarnya. Bu Farida yang juga mendengarnya, malah nampak acuh.

__ADS_1


"Ya akan Sintia usahakan, Tante, tapi Tante juga bantu Sintia dong. Apa lagi Mas Mul kalau didekati Sintia, agak ketus gitu," balas wanita yang duduk di hadapan Ibunya Mulyadi.


"Ya pasti Tante akan bantulah. Kan kamu lihat sendiri kalau Tante sangat mendukung kamu jika berhubungan dengan anak Tante."


Wanita bernama Sintia itu nampak tersenyum cukup lebar. "Terus Mas Mul sendiri, apa masih mendekati wanita yang memiliki anak itu, Tan?" pertanyaan Sintia seketika cukup membuat dua orang yang tidak sengaja mendengarnya kembali terlihat terkejut. Tapi dua orang itu memilih terus diam sambil menikmati hidangannya.


"Tahu lah, Tante aja bingung," ucap Ibunya Mulyadi. "Bisa bisanya dia menyukai wanita seperti itu."


"Kata Mas Mul. dia wanita yang baik, Tante."


Ucapan Ibunya Mulyadi seketika membuat dua wanita yang turut mendengarnya mematung untuk beberapa detik. Terutama Arimbi, dia merasakan hatinya seakan tercubit dan itu rasanya sakit sekali. bahkan ucapan Ibunya Mulyadi berhasil membuat rasa nikmat makanan yang sedang Arimbi makan, berubah rasanya menjadi makanan yang tidak enak.

__ADS_1


Di sebelah Arimbi, Bu Farida nampak mengusap punggung tangan Arimbi dan tatapan matanya seakan mengatakan kalau Arimbi harus bisa bersabar. Arimbi pun hanya mengangguk pelan, lalu melanjutkan menikmati makanannya dengan suasana hati yang sudah tidak baik baik saja.


"Emang Tante nggak menasehati Mas mul agar menjauhi wanita seperti itu?"


Ibunya Mulyadi nampak tersenyum kecut. "Sangat susah. Entah apa yang dilakukan wanita itu sampai Mulyadi selalu melawan ucapan Tante."


Sintia nampak mengerutkan keningnya. lalu dalam pikirannya seketika terlintas pikiran yang cukup buruk. "Apa mungkin Mas Mul sudah pernah tidur dengan wanita itu, Tante?"


Pertanyaan yang dilontarkan Sintia tentu saja membuat tiga wanita yang mendengarnya langsung menunjukan reaksi yang sama yaitu tertegun. "Kayaknya nggak deh, Sin," balas Ibunya Mulyadi. Sedangkan dua wanita yang di belakangnya tetap memilih diam dengan keadaan hati yang cukup bergemuruh.


"Ya kan bisa saja, Tante. Sekarang pikiran aja deh, wanita itu saja bisa memiliki anak tanpa suami. Bisa jadi di masa lalu, wanita itu memang menyukai kehidupan bebas. Kita nggak tahu kan? Mungkin saja wanita itu memang suka bergonta ganti pasangan. Aku sih yakin, wanita itu memiliki anak tanpa suami karena dia bingung siapa ayah dari anak itu."

__ADS_1


Deg!


...@@@@@@...


__ADS_2