TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Kejutan Saat Di Pasar


__ADS_3

Meski agak sedikit kesal, Dandi pulang ke kontrakannya dengan hati yang cukup senang. Setidaknya dengan kejadian teror tadi, sikap Rianti sedikit lebih melunak, walaupun beberapa kali ucapannya selalu menyindir Dandi. Bagi Dandi, itu bukan masalah besar. Selain menyadari kalau dulu memang dia telah sangat bersalah, Dandi juga berharap sindiran sindiran yang Rianti lontarkan bisa menjadi jalan agar Rianti tahu kalau Dandi memang bisa berubah.


"Kamu mau kemana, Ran?" tanya Dandi begitu sampai kontrakan, dia melihat Randi mengeluarkan motor.


"Mau nyari sarapan, kamu mau nitip nggak?" tawar Randi sambil menghidupkan mesin motor.


"Nggak lah, aku beli di taman aja nanti," jawab Dandi. "Kamu perginya nggak lama kan? Aku nanti mau pakai motornya."


"Mau kemana? Ya cuma sebentar kok. Ngapain lama lama."


"Mau beli sesuatu untuk tokonya Rianti."


Randi sontak mencebikan bibirnya. "Emang dia udah nggak marah lagi sama kamu?"


"Ya masih sih, tapi nggak separah dulu."

__ADS_1


Randi nampak mengangguk beberapa kali dan dia langsung mengakhiri obrolannya kemudian melajukan motornya menuju ke arah pasar. Sedangkan Dandi memilih masuk ke dalam kontrakannya begitu Randi hilang dari pandangan.


Randi memang ada niat membeli makanan di pasar. Tapi sebelum dia mencari apa yang ingin dia beli, pria itu sengaja melagkah menuju ke salah satu lapak untuk memastikan sesuatu. Randi cukup terkejut saat matanya menangkap sosok yang ingin dia temui berada di lapaknya, meski semalam telah terjadi trategi menimpa orang tersebit. Randi pun mendekat ke lapak penjual bumbu itu.


"Kamu kok tetep ke pasar, Za? Nggak libur dulu?" suara Dandi yang tiba tiba terdengar cukup mengejutkan bagi wanita yang saat ini terlihat melamun.


"Kamu ngapain kesini? Gangguin orang saja," bukannya menjawab ucapan Randi, Eliza malah melempar perkataan dan menunjukan sikap kalau dia tidak suka dengan kedatangan pria itu.


"Apa salahnya aku kesini? Ini kan tempat umum. Lagian yang aku cari juga ada di sini," Randi mulai berkilah. bahkan pria itu langsung menyerobot masuk dan duduk di bangku milik penjual bubur kacang ijo. "Bu, satu ya?"


Randi yang mendengarnya, bukannya tersinggung, dia malah tersenyum lebar. "Hehehe ... jadi kamu sedari tadi memperhatikan aku? Cie, yang perhatian."


Ledekan Dandi malah membuat Eliza jadi salah tingkah. Bahkan penjual bubur ayam ikut mesam mesem memperhatikan dua orang itu sedari tadi. "Kalian ini udah kayak orang pacaran aja. Mbak El lagi marah sama Mas ini apa?" Ibu penjual bubur tidak bisa menahan dirinya lagi. Jiwa ingin tahunya sudah bergejolak dan dia harus menanyakan apa yang ada dalam benaknya agar rasa penasarannya hilang.


"Iya, Bu, Mbak El lagi marah. Aku harus gimana ya, bu?" Randi malah dengan semangat memanfaaatkan kesalah pahaman penjual bubur itu. Sedangkan Elliza sampat melongo begitu mendengar ucapan ibu penjual bubur. Eliza ingin membantah, tapi Randi malah terlebih dahulu mengeluarkan suaranya yang membuat Eliza tambah merasa kesal.

__ADS_1


"Ya di sayang sayang, Mas. Di ajak piknik. ke pantai atau belanja, pasti Mbak El nanti luluh," Ibu penjual sayur langsung memberikan beberapa saran yang cukup membuat Randi merasa geli. Pria itu menahan suara tawanya agar tidak menyinggung perasaan wanita yang terlihat sangat antusias mengemukakan pendapatnya.


"Wah, ide bagus tuh, Bu," Randi menunjukan binar cerianya lalu menoleh ke wanita yang sedang menekuk wajah karena menahan segala rasa kesal. "Gimana, Za? Kamu setuju nggak dengan usulan si ibu?"


"Apaan sih? Nggak usah aneh aneh deh," sungut Eliza masih dengan wajah ketusnya. "Bu, cowok yang ini tuh ceweknya banyak, Bu. Jadi mana mungkin aku mau sama cowok modelan kayak dia. Udah ceweknya banyak, selalunya nyakitin lagi."


Randi terperangah mendengar ucapan Eliza yang sepenuhnya adalah kebohongan. "Benar, Mas? pacar kamu banyak?" Randi hendak membantah ucapan Eliza tapi gerakan mulutnya terhenti saat ibu penjual bubur juga bertanya dengan tatapan kaget.


"Tentu bener lah, Bu. Bahkan gara gara mulut dia ya, Bu, ada wanita yang sampai gagal nikah. Jahat banget kan?" Eliza kembali memprovokasi dan hal itu membuat Randi tak bisa berkutik.


Namun di saat bersamaan, sesuatu yang mengejutkan terjadi di tempat itu. Semua mata langsung membelalak saat tiba tiba ada orang yang menampar wajah Eliza.


Plak!


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2