TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Penolakan Rianti


__ADS_3

"Ri."


"Apa?"


"Pulang, yuk. Kita jenguk orang tua kamu sama sama."


Rianti seketika membulatkan matanya, mendengar ajakan pria yang masih duduk di tokonya. "Kamu gila!" seru Rianti dengan lantang.


"Ya nggak apa apa kalau kamu nganggap akau gila, tapi aku serius ingin menemui orang tua kamu," ucapan dan wajah Dandi memang sama sama menunjukan keseriusannya saat ini. "Aku memiliki pengaruh besar dengan keadaan orang tua kamu saat ini."


"Darimana mana kamu tahu, kondisi orang tuaku saat ini?" Rianti benar benar dibuat terkejut dengan ucapan Dandi saat ini. "Kamu ngirim mata mata ke rumahku?


"Astaga! Ya nggak lah," bantah Dandi. "Tadi sepupu kamu yang cerita saat mampir ke rumah makanku," jawabnya dan hal itu membuat Rianti mengerutkan keningnya dengan banyak pertanyaan di dalam benaknya.


"Sepupu yang mana?" tanya Rianti.

__ADS_1


"Ya nggak tahu. Kayaknya sih suami istri. Mereka juga tahu kamu ada di sini. Ya kamu pikir sendiri, keluarga kamu yang tahu kalau kamu ada di sini, siapa saja."


Ucapan Dandi membuat wanita yang ada di sana jadi berpikir. Setahu Rianti. tidak ada keluarganya yang tahu tentang keberadaannya saat ini. Hingga beberapa saat kemudian, wanita itu teringat dengan sepasang suami istri yang tadi pagi berada di tokonya. Rianti mengerti sekarang, pasti Mirna yang ngomong ke Dandi tentang keadaan orang tuanya saat ini.


"Mereka bukan sepupuku," kata Ranti. "Wajar jika mereka tahu kondisi orang tuaku saat ini, orang rumah kita bersebelahan dan orang tuanya Mbak Mirna juga akrab dengan orang tuaku, jadi udah kayak suadara."


"Tapi kok dia tahu tentang aku?" tanya Dandi yang saat ini gantian merasa dibuat terkejut oleh ucapan Rianti.


"Ya pasti tahulah! Emangnya wajah pria brengsek kayak kamu tidak mudah dikenal orang?"


"Loh, nyatanya memang begitu kan? Nggak terima?"


Dandi hanya bisa cengengesan dan dia memilih mengalah daripada nanti berdebat dan berakhir dengan sesuatu yang buruk, Dandi lebih memilih cari aman saja. "Makanya ayuk kita pulang. Kali ini aku akan menunjukan keseriusanku pada orang tua kamu. Bila perlu, kita nikah sekalian aja. Nggak perlu pakai pesta mewah."


Rianti spontan mengambil jeruk yang ada di sisi kanannnya dan langsung di lempar ke arah Dandi dengan keras. "Kalau ngomong itu jangan asal keluar! Di mata keluarga aku tuh, kesalahan kamu terlalu besar. Mana mungkin mereka mau menerima kamu begitu saja. Aku aja belum tentu, apa lagi keluarga aku."

__ADS_1


"Terus kamu mau sampai kapan akan bersembunyi terus dari keluarga kamu, Ri? Oke, jika kita ngak bisa nikah, nggak apa apa. Tapi pikirkan juga keadaan kamu sendiri. aku ngajak nikah itu karena aku peduli dengan keadan kamu. Tapi kalau kamu masih angkuh dan berharap ada pria yang mau menerima keadaan kamu apa adanya ya silahkan, nggak apa apa. Bukankah kamu juga butuh restu orang tua juga?"


Rianti terbungkam. Dadanya kembang kempis, pertanda kalau dia sedang menahan amarahnya. Piikirannya bekerja dan ucapan Dandi memang cukup mengusik benaknya. Memang benar, dua hal yang tadi dikatakan Dandi, juga menjadi bahan pemikiran Rianti jika ada laki laki yang mendekat. Dirinya yang tidak suci lagi dan orang tua yang marah kepadanya membuat Rianti selalu menolak jika ada pria yang mendekat.


Di saat suasana sedang menegang. Mata mereka serentak menoleh ke depan toko Rianti, saat ada seseorang yang mengehentikan motor di depan toko buah itu. Seseorang yang pernah Dandi lihat beberapa hari yang lalu di toko ini. Orang itu juga nampaknya terkejut melihat keberadaan Dandi disana. Meskipun bersikap tenang, orang itu sebenarnya tidak suka melihat keberadaan Dandi di toko.


"Hai, Rianti, apa kabar?" sapa orang itu begitu dia berdiri di hadapan meja untuk membuat jus, dimana Rianti duduk di seberang meja yang sama dengan tamunya.


"Baik, Mas. Mau beli buah apa jus?" Rianti sebenarnya tidak suka dengan kedatangan pria ini. Apa lagi suasana hatinya saat ini sedang kacau setelah berdebat dengan Dandi. Tapi Rianti harus bersikap ramah demi memghormati tamu yang tidak diharapkan kedatangannya.


"Jus mangga aja deh, Ri. seperti biasa," ucap pria itu dan seperti dugaan Dandi, pria itu memang sering menemui Rianti. Rianti lantas mengangguk dan segera membuatkan jus mangga untuk tamunya.


Di saat bersamaan juga, lagi lagi ada motor yang terparkir di depan toko Rianti. Otomatis, kedatangannya langsung menjadi perhatian tiga orang yang di toko buah tersebut.


"Kamu ngapain kesini!"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2