TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Rindu Yang Terpenuhi


__ADS_3

Dengan segala resah yang semakin tinggi menjulang, Rianti mau tidak mau mulai menuruti perintah suaminya. dengan perasaan yang tidak karuan, tangan wanita itu mulai memijat paha kiri milik suaminya. Rianti berusaha untuk tidak menatap benda yang sudah menegang milik suaminnya iru, tapi benda menegang dan berbulu lebat itu seakan terus menggoda dan membisikan kata yang membuat mata Rianti selalu meliriknya.


Senyum Dandi terkembang sangat lebar melihat tingkah istrinya yang menggemaskan. Dandi yakin kalau Rianti saat ini telah dilanda rasa resah yang sangat tinggi. Namun Dandi memilih tetap diam untuk beberala saat. Pria itu sengaja menunggu sedikit waktu lagi, karena dia sangat menikmati situasi seperti yang sedang terjadi saat ini.


Hingga beberapa menit kemudian, Rianti masih fokus dengan pijatannya. Pandangan mata wanita itu sesekali melirik benda berurat yang membuat dirinya semakin resah luar biasa. Diluar dugaan, Rianti dikejutkan dengan dua tangan kekar yang tiba tiba melingkar pada pingganngya, dan Rianti sangat tahu siapa yang melakukannya.


"Dandi!" pekik Rianti dengan suara yang tidak terlalu lantang. "Kamu apa apaan sih? Ngagetinn aja."


"Ngagetin kenapa, Sayang?" ucap Dandi dengan suara yang begitu lembut. "Orang pengin memeluk istri kok."


"Jangan seperti ini sih," Rianti berusaha menolak dengan melepaskan kedua tangan Dandi pada pinggangya. Tapi sepertinya usaha wanita itu sia sia. Tenaga Dandi bukan tandingan Rianti. Apa lagi lengannya yang sangat kekar, membuat Rianti tidak bisa menggerakkan tangan Dandi sedikitpun meski wanita itu berusaha sekuat tenaga melepaskan pelukan suaminya.

__ADS_1


Dandi memilih diam. Dia membiarkan saja istrinya yang sedang berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya. Tapi, setelah beberapa detik, Rianti terlihat menyerah sampai membuat senyum Dandi kembali terkembang. "Sekarang kita resmikan hubungan kita ya?"


"Meresmikan hubungan?" tanya Rianti dengan kening yang berkerut.


Dandi mengangguk. "Kita udah sah secara suami istri, berarti dengan begitu, kita juga sudah sah untuk saling melepaskan baju satu sama lain di depan kita. Aku sudah membuka baju dan kolorku, sekarang biar aku yang membuka baju dan semua yang menempel pada tubuh kamu, oke?"


"Tapi ..." belum selesai Rianti melayangkan protesnya, salah satu jari tangan Dandi langsung menutup mulut istrinya. Tanpa ada kata kata, Dandi mengajak Rianti untuk merebahkan badannya. Setelah tubuh Rianti terbaring, kini Dandi langsung mengungkung tubuh istrinya.


Rianti terdiam. Dia tidak memilki pilihan kata yang tepat untuk membalas ucapan Dandi sebagai kata penolakan maupun persetujuan. Mulutnya seperti terkunci, hanya mata yang memandang Dandi dengan lekat.


Diamnya Rianti tentu saja membuat Dandi menyimpulkan kalau wanita itu setuju dengan keinginannya. Tanpa membuang waktu lama, Dandi mulai mendekatkan wajahnya lalu bibirnya yang kehitaman, dia tempelkan pada bibir Rianti.

__ADS_1


Saat bibir Dandi bergerak, pria itu merasakan kalau bibir istrinya terdiam. Namun pria itu tidak menyerah. Dia terus menggerakan bibirnya sendiri, sampai tidak lama kemudian, wajah Dandi nampak berbinar saat pria itu merasakan gerakan bibir dari wanita yang telah menjadi istrinya. Gerakan bibir Rianti dijadikan tanda kalau malam pertama pengantin baru itu, akan segara dimulai.


"Akhh~" Rianti merintih.


"Sakit, Yang?" tanya Dandi yang baru saja memasukan batangnya ke dalam lubang nikmat istrinya. Pria itu terlihat terkejut saat suara rintihan keluar dari mulut sang istri. Rianti mengangguk pelan. Dandi lantas tersenyum. "Mungkin karena sudah lama lubang kamu tidak dimasukin, Sayang. Selama ini, cuma batang aku kan, yang masuk ke dalam lubang kamu?" Rianti pun mengangguk dan hal itu membuat Dandi cukup senang.


Meskipun Dandi tahu istrinya kesakitan, tapi Dandi yakin kalau rasa sakit itu sebentar lagi akan berganti menjadi rasa nikmat yang membuat Rianti ketagihan. Sama seperti dulu, begitu mahkota Rianti hilang, wanita itu jadi sering merengek minta jatah pada Dandi.


Pria itu terus menggerakan pinggangnya, mendorong batang yang perlahan masuk ke dalam lubang, yang tersaji di hadapannya. Setelah semua batang masuk, Dandi terdiam sejenak agar sang istri bisa menemukan rasa nyaman. Setelah melihat istri lebih nyaman dengan posisinya, Dandi mulai menggerakan pinggangnya kembali secara perlahan, menyodok nyodok lubang yang masih terasa sangat sempit.


Hingga beberapa menit berlalu, tubuh keduanya mengejang dan menegang secara bersamaan. Dengan tubuh yang bergetar pula, keduanya mengeluarkan air kental penuh rasa nikmat, bercampur jadi satu di dalam lubang Rianti. Tubuh sepasang suami istri itu langsung terasa lemas, begitu puncak dari permainan penuh nikmat itu, diraih oleh keduanya.

__ADS_1


...@@@@@@@...


__ADS_2