TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Paman Datang


__ADS_3

Akhirnya Dandi pun bisa bernafas dengan lega saat ini. Usaha pria itu untuk menyempurnakan hubungannya yang sudah halal, berhasil dia lakukan di malam itu juga. Senyum Dandi benar benar terkembang sempurna setelah selesai melaksanakan permainan nikmat yang ditandai dengan label halal. Sekarang pria itu sedang melingkarkan tangan kekarnya kepada perut sang istri yang memunggunginya.


"Ternyata rasanya beda ya, Sayang," ucap Dandi setelah nafasnya normal dengan keringat yang berangsur mengering.


"Ya beda lah, orang segelnya udah dilepas duluan," sungut Rianti sedikit ketus. Meski awalnya terasa berat melayani pria yang sekarang menjadi suaminya, Namun pada akhirnya, wanita itu sangat menikmati setiap sodokan yang Dandi lakukan. Biar bagaimanapun wanita itu juga Rindu dengan sodokan pada lubangnya. Malam ini, rasa rindu itu sudah terbayar sampai Rianti meraih pincak beberapa kali.


"Bukan itu maksudku, Sayang," bantah Dandi dengan gemas. Bahkan karena terlalu gemas, telapak tangan pria itu sampai memijat salah satu bukit kembar istrinya sedikit lebih kencang sampai sang istri menggeliat. "Maksudku itu rasanya beda, antara melakukan hubungan ranjang yang sudah halal dengan hubungan ranjang yang belum."


"Bedanya apa? Sama juga kok," Rianti masih ingin membantahnya.


"Beda lah," Dandi tetap tidak mau kalah. "Kalau dulu tuh ada rasa takut dan segalanya. Bahkan aku dimarahin habis habisan oleh Papah saat belangku dibongkar Rusdi. Tapi sekarang, ketika melakukannya dengan restu orang tua, aku merasa tenang banget gitu, nggak ada rasa takut sama sekali."

__ADS_1


Rianti pun sontak terdiam. Apa yang dikatakan sang suami memang ada benarnya. Rianti juga mengakui itu. Bahkan dia juga memilih kabur dari rumah saat aibnya dibongkar. Walaupun Rianti tidak sampai hamil, tapi menjadi wanita yang sudah tidak bermahkota sebelum menikah membuat Rianti malu dan ketar ketir sampai tidak ingin menjalin hubungan dengan laki laki.


"Makasih ya, sayang. Setidaknya dengan hubungan badan yang baru saja kita lakukan, aku tahu kalau kamu sudah memaafkanku," ucap Dandi lagi. Kini tangan yang tadi menggenggam salah satu bukit kembari milik istri, berpindah ke area bawah perut.


"Tangannya jangan nakal deh," sungut Ranti yang tadi sempat terlonjak saat merasakan jari kekar suaminya tiba tiba menempel pada benda nikmat miliknya.


Senyum Dandi kembali terkembang. "Ya nggak apa apa, udah halal ini. Bulunya kok nggak banyak kayak dulu, Yang? Padahal lebih cantik saat lebat loh."


Mendengar ucapan Rianti yang cukup ketus, Dandi hanya menanggapinya dengan senyum saja. Dia juga memilih diam karena tidak ada lagi yang ingin dia katakan. Namun bagitu jari jarinya tetap bermain di bawah perut Rianti. Memijat, menggesek dan juga mengusapnya. Semakin lama perbuatan Dandi tentu saja kembali membangkitkan hasrat pada istrinya.


"Punya kamu basah lagi, Yang," ucap Dandi yang suaranya juga sudah berat. Bahkan benda di bawah perutnya sudah menegang kembali. "Kita main satu kali lagi ya, Sayang. Setelah itu kita tidur."

__ADS_1


Rianti hanya terdiam. Untuk bilang iya, Rianti terlalu gengsi. Untuk menolakpun Rianti tidak mau karena hasratnya kembali ingin dia tuntaskan. Beruntungnya untuk hal satu ini, Dandi lebih peka. Diamnya sang istri, dianggapnya sebagai sebuah persetujuan. Dandi pun perlahan membimbing tubuh Rianti menjadi telentang.


Dengan lembut, jari Dandi mengusap wajah sang istri yang sudah terbakar hasrat. Dandi tersenyum dan tatapan keduanya saling beradu, seakaan sedang berbicara. Tak lama setelahnya, Dandi menggerakan kepalanya dan menempelkan bibir Dandi pada bibir istrinya. menjelang ronde kedua ini, Dandi cukup senang karena saat bibirnya menempel dan bergerak, sang istri juga ikut menggerakan bibirnya. Akhirnya ronde kedua pun berlangsung.


Tanpa terasa waktu terus bergulir dengan cepat. Seperti halnya Sandi yang hubungannya semakin baik dengan Arimbi, hubungan Dandi dengan istrinya juga terbilang meningkat. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, baik siang ataupun malam hari. Bahkan hampir tiap malam Dandi sama Rianti melakukan hubungan ranjang. Apalagi saat Dandi tahu kalau satu hari sebelum menikah, Rianti baru selesai datang bulan, makin semangatlah pria itu untuk terus menyodok lubang Rianti dan menyemburkan benih di dalamnya.


Dan setelah dua minggu Dandi dan Rianti resmi menjadi pasangan suami istri, kini saatnya sahabat Dandi yang akan melepas masa lajangnya. Di sana, di salah satu rumah, nampak kesibukan jelas sekali terlihat pada keluarga yang akan melangsungkan pernikahan di hari esok. Meski pernikahan akan berlangsung di sebuah gedung, tapi di rumah juga kesibukan tetap terjadi.


"Eh, Paman Iksan udah sampai!" seru sang calon pengantin dengan riangnya. Berbeda dengan ayah dari sang calon pengantin yang tiba tiba merasa tegang saat mendengar nama Iksan disebut.


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2