TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Siapa Pria Itu?


__ADS_3

"Reyhan!" pekik Sandi begitu melihat sang anak datang dengan seorang pria ke warung usahanya. Sandi segera saja beranjak menyambut bocah laki laki yang kelihatannya habis menangis itu. "Mas siapa ya?" tanya Sandi kepada pria yang mengantarkan anaknya.


"Aku ojeg, Mas. Ini di suruh Mbak Arimbi nganterin Reyhan kesini. Katanya Reyhan dari semalam rewel," jawab tukang ojeng setelah menyerahkan reyhan ke pria yang tadi melempar pertanyaan.


"Owalah, kenapa nggak ibunya langsung yang nganter kesini?" tanya Sandi dengan wajah terlihat terkejut begitu mendengar ucapan tukang ojeg. Sementara si tukang ojeg sendiri hanya mengangkat kedua bahunya sebagai tanda kalau pria itu memang tidak tahu alasan Arimbi tidak ikut mengantar Reyhan.


Begitu si tukang ojeg pergi, Sandi menggendong Reyhan masuk ke dalam. Si bocah sendiri nampak senyumnya merekah sedari tadi saat berada dalam dekapan ayahnya. Mungkin benar kalau bocah itu sangat merindukan sosok ayahnya.


"Sembarangan banget Arimbi, masa nyuruh tukang ojeg buat nganter anaknya sendiri," sungut Sandi begitu dia bergabung dengan dua temannya kembali. "Kalau ini bocah di culik bagaimana? Ada ada aja kelakukannya."

__ADS_1


"Emangnya kenapa? Pasti Arimbi juga terpaksa melakukannya itu, secara dia ogah banget bertemu dengan bapaknya bocah," Randi menimpali sembari menyalakan kompor, karena di saat itu juga dia melihat ada dua orang pembeli masuk dan sedang memesan makanan kepada salah satu karyawannya.


"Berarti kamu jualan sambil jagain anak dong, San? Apa nanti nggak terlalu repot jika disini lagi rame?" Dandi pun ikutan bersuara.


"Ya mau gimana lagi, orang anaknya sudah ada di sini, Nggak mungkin juga aku ngantar pulang," balas Sandi sembari sesekali membalas ucapan sang anak yang mengajaknya berbicara.


"Hahaha ... jangan jangan Arimbi sengaja ngirirm Reyhan kesini biar kamu bisa ngerasakan gimana repotnya mengurus anak," celetuk Randi, dan celetuksn tersebut sukses membuat Sandi tertegun. Jika tujuan Arimbi memang seperti itu, Sandi mencoba bersikap positif saja. Sandi tahu, mungkin selama ini Arimbi juga kerepotan sendirian dalam merawat dan menjaga Reyhan dalam kandungan, dan kali ini biarlah dia juga ikut ambil bagian dalam repotnya memegang seorang anak.


"Iya, Dan, selesaikan masalah kalian juga. Jangan sampai berlaut larut. Kalau kamu takut menghadapi Rianti, yang ada masalah kamu nggak kelar kelar," Randi ikut menimpali yang pada akhrinya membuat salah satu temannya itu menuruti perintah dua sahabatnya.

__ADS_1


Saran dua sahabatnya memang benar, Dandi harus secepatnya menyelesaikan masalah yang dia buat dengan Rianti. Biar bagaimanapun semua masalah yang Rianti alami, berawal karena perbuatan Dandi, maka itu untuk saat ini hanya Dandi juga yang harus menyelesaikan masalahnya. Dandi pun segera beranjak menuju toko buah milik wanita itu.


Ketika langkah kakinya hampir sampai di tempat yang dituju, Dandi seketika mengyhentikan langkahnya. Matanya melihat Rianti sedang ngobrol dengan seorang pria. Wajah pria itu, bukan pria yang biasa berada di toko buah. Wajah pria itu begitu asing tapi Dandi melihat gelagat aneh dari sikap yang ditunjukkan pria tersebut.


Entah kenapa itu firasat Dandi saja yang buruk atau memang hanya kebetulan semata. Dandi merasa kalau pria itu menyukai Rianti. Dilihat dari cara pria itu menatap Rianti serta senyum yang terkembang dari bibir pria itu, Dandi merasa kalau pria itu bukan pembeli buah. Apa lagi Rianti juga terlihat sedang tidak melayani. Rianti hanya sedang memilih buah dan memisahkannya. Agar tidak penasaran, Dandi kembali melanjutkankan langkah kakinya menuju toko buah yang jaraknya sedikit lagi.


"Hy, Ri," sapa Dandi ramah. Meski wajah Rianti langsung berubah saat melihat wajahnya, Dandi berusaha acuh dan biasa saja. "Jus buahnya udah jadi belum?"


Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Dandi, Rianti untuk sementara waktu hanya terdiam. Sepertinya dia bingung mau bersikap bagaimana saat ini. Mau marah, tapi tidak enak dengan pria yang sedari tadi disana. Ingin memanfaatkan pria itu, tapi Rianti takut pria terserbut salah paham karena Rianti tahu kalau pria itu menyukainya.

__ADS_1


Sedangkan pria yang sedari tadi berada di toko buah tersebut, sempat mengerutkan keningnya begitu melihat kedatangan Dandi. Apa lagi senyum Dandi terlihat hangat membuat pria itu bertanya tanya, siapa pria yang baru saja datang itu? Kenapa pria itu terlihat akrab dengan Rianti?


...@@@@@@...


__ADS_2