TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA

TIGA PRIA DAN MASA LALUNYA
Kena Batunya


__ADS_3

"Sial!" umpat seorang wanita yang baru saja ketangkap basah dengan gagalnya niat buruk yang sudah dia rencanakan. Setelah melalui sidang yang cukup memalukan, wanita itu akhirnya meminta maaf dan mengakui perbuatannyaa kalau memang dia sengaja menaruh kecoak dalam hidangan yang dia makan. Niat hati ingin mendapat keuntungan, sekarang malah dia sendiri yang terancam dengan nama yang sudah cukup buruk.


"Kamu kenapa?" tanya seorang wanita berkerudung ungu yang mungkin adalah teman wanita itu di balik gerobag yang menjajakan makanan ringan dengan nama cimol. Dari sikap dan ucapannya, sepertinya mereka cukup akrab.


"Tadi aksiku ketahuan di rumah makan khas sunda itu, sialan," umpat wanita yang memiliki rambut sebahu. Dia mendudukan pantatnya pada bangku plastik di sebelah wanita yang memakai kerudung ungu tadi.


Lah, kok bisa?" dilihat dari ekpresi wajah wanita berkerudung serta kata yang diucapkan, sepertimya dia juga mengetahui rencana temannya itu.


"Aku nggak nyangka aja, kalau rumah makan seperti itu memasang cctv. Mana wajah aku sangat jelas terlihat lagi. Sialan," wanita itu masih meluapkan kekesalannya.


"Hahaha ... akhirnya kamu nggak dapat apa apa dong?" terka wanita berkerudung itu. "Kena batunya kan? Mending nyari duit yang halal halal aja."

__ADS_1


Wanita dengan rambut sebahu itu hanya mendengus kesal karena malah mendapat ejekan temannya yang sebenarnya ejekan itu adalah kata kata yang benar. Wanita itu memang sudah merencanakan semuanya dengan matang demi mendapatkan sejumlah uang jika dia berhasil menjebak korbannya. Tapi kali ini, dia malah salah pilih lawan dan hal itu akan semakin susah dalam melakukan aksinya ke pedagang lain.


Tadi sebelum wanita itu pergi, dia sempat diancaam oleh Sandi dengan mengatakan akan menyebar video serta wajah wanita itu ke para pedagang lain agar tidak kena tipu. Sudah pasti ancaman tersebut membuat wanita itu takut dan sekarang pergerakannya akan semakin sulit untuk mencari korban yang bisa di tipu olehnya.


Di rumah makan sendiri, semua yang menyaksikan peristiwa itu nampak lega. Hampir semuanya tidak percaya dengan tindakan wanita itu yang terbilang sangat nekad dan berani. Bahkan alasan wanita itu melakukan penipuan, membuat Sandi dan yang lain tecengang.


"Kok ada yah? Mencari duit dengan cara nipu seperti tadi. Serius, aku kaget. Bisa bisanya punya pemikiran menggunakan cara seperti itu," Randi terlihat masih takjub dengan apa yang baru saja terjadi pada tokonya.


"Padahal wajahnya cukup cantik ya? Kenapa dia tidak terima bookingan aja sih? Pasti dengan wajah secantik itu, banyak yang mau beli," celetuk karyawan lain yang merasa sangat gemas dengan kejadian yang baru saja dia saksikan.


"Nah bener tuh, kenapa nggak buka bookingan aja. Pasti banyak pria yang mau beli," Dandi mendukung usulan karyawannya tadi.

__ADS_1


"Salah satunya Mas bos yang akan menjadi pelanggan setianya," ledek salah satu karyawan dan langsung dibantah dengan tubuh bergidig oleh Dandi. Mereka serentak terbahak dengan puas.


"Maka itu, ini pelajaran buat kita. Lain kali kita harus lebih waspada lagi, karena aku yakin akan ada banyak modus kejahatan lain yang bisa saja terjadi lagi di tempat ini," ucap Sandi dengan bijaknya dan semua yang ada di sana langsung berkata setuju dengan ucapan Sandi. Mereka pun kembali melaksanakan kegiatan masing masing.


Sementara itu, di lain tempat, tepatnya pada toko buah yang jaraknya tidak jauh dari rumah makan yang dikelola tiga pria, Rianti terlihat nampak sedang termenung sembari menatap layar ponselnya. Matanya fokus menatap video berisi seorang wanita yang sedang meletakkan sebuah kado di depan tokonya tadi pagi. Rianti tahu benar apa isi kado itu.


Rianti tak habis pikir dengan wanita yang menerornya. Dia merasa tidak mengenal dengan wanita yang wajahnya terpampang dalam rekaman cctv, tapi Rianti yakin kalau wanita itu pasti ada hubungannya dengan Romi. Di saat mata Rianti sedang fokus menatap layar ponsel, matanya tak sengaja melihat sebuah mobil berhenti di depan tokonya. Rianti hanya menatap sekilas mobil itu dan kembali menatap layar ponsel.


Bagi Rianti, di depan tokonya memang terbiasa digunakan buat parkir mobil orang orang yang hendak makan di rumah makan sebelah tokonya. Makanya Rianti tidak heran saat ada mobil berhenti di depan toko.


"Permsi, Mbak!" mendengar ada suara seseorang di depan tokonya, Rianti yang sedang asyik melihat layar ponsel sontak mendongak. Namun mata Rianti langsung membelalak saat melihat wajah dari orang yang sekarang berdiri di depan tokonya.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2