
"Rianti!" seru seseorang yang saat ini berdiri di depan toko buah milik wanita yang juga sedang terpaku dengan kedatangan orang tersebut. Rianti sendiri jugaa terlihat sangat terkejut saat matanya menangkap sosok yang dia kenal, kini berada di hadapannya. Rianti bingung, harus bereaksi seperti apa kali ini.
"Kamu tinggal di kota ini?" orang itu malah terlihat lebih antusias sampai langkah kakinya masuk dan berjalan ke tempat Rianti yang saat ini sudah sedang berdiri.
"Iya, Mbak, Mbak Mirna apa kabar?" akhirnya Rianti dapat mengeluarkan suaranya. Meski agak kaku karena masih dikuasai rasa terkejut, wanita itu tidak mau di cap sebagai orang yang sombong oleh wanita yang memang dia kenal.
"Yah, kamu lihat kan. Aku baik baik saja," wanita itu malah duduk di kursi plastik di hadapan meja yang menjadi pembatas antara penjual dan pembeli jika sedang melayani buah buahan. "Kamu sendiri gimana? Apa kamu juga baik baik saja?"
Di saat Rianti hendak menjawab pertanyaan wanita bernama Mirna, suara menggelegar seorang pria, terdengar dan menyebut nama Rianti juga yang membuat kedua wanita di toko buah itu langsung menoleh. "Loh, Rianti?" pria itu juga terlihat terkejut sampai dia segera mendekat. "Kamu kemana aja? kamu sekarang tinggal disini.
Rianti tersenyum tipir, pria itu adalah suaminya wanita yang juga berada di toko itu saat ini. "Mbak Mirna daan Mas Ridwan mau kemana? Kok ada di kota ini?" bukannya menjawab pertanyaaan dari dua orang tamunya, Rianti malah melempar pertanyaan kepada dua orang itu.
"Aku kan punya keluaga di kota ini, Ri," jawab Mirna. "Katanya budheku masuk rumah sakit yang ada di dekat pasar itu loh. dari sini belok kanan dipertigaan taman kota itu."
__ADS_1
"Ohh .." Rianti nampak mengangguk. "Aku baru tahu."
"Hehehe ... semua orang juga nggak tahu. Begitu juga dengan orang tua kamu. Mereka tahunya ya cuma nama kabupatennya aja, tapi nama kampungnya mereka nggak tahu." mendengar kata orang tua disebut oleh Mirna, ada yang terasa menghantam dalam benak Rianti.
"Apa saat ini mamah sama Papah sedang pada sehat semua, Mbak?" dengan bibir agak bergetar pertanyaan itu keluar dari mulut Rianti. Biar bagaimanapun dia sudah lama tidak mendengar kabar orang orang yang paling sangat berjasa dalam hidupnya.
"Mereka sehat, tapi kadang mereka juga nampak sedih karena putri satu satunya pergi entah kemana," jawaban Mirna membuat hati Rianti semakin ngilu.
"Kamu nggak ingin pulang, Ri? Kasihan loh mereka. Kayak kehilangan kamu banget," sekarang Mas Ridwan yang melempar pertanyaan sampai membuat Rianti tersenyum kecut mendengarnya.
"Aku nggak bisa janji deh, Ri. kamu tahu nggak, badan oang tua kamu tuh sekarang lebih kurus tahu. Aku yakin, di balik sikap kerasnya, mereka pasti kepikiran kamu. kamu anak cewek satu satunya loh."
"Iya, Ri. Coba deh kamu mengalah sedikit. Turunkan ego kamu. Aku yakin, mereka nggak akan semurka kayak dulu."
__ADS_1
Rianti kembali mengembangkan senyumnya. "Gampanglah, Mas, kalian ke toko aku, apa mau membeli buah?" Rianti sengaja mengalihkan pembicaraan. Dia terlalu enggan berbicara tentang orang tuanya. Ada rasa marah dan juga sedih serta kecewa, bercampur jadi satu saat ini.
"Iya nih, Ri. Aku minta jeruk, mangga sama anggurnya satu kiloan ya?" ucap Mirna. Dengan sigap Rianti langsung memberikan pelayanan. Tak lama kemudian sepasang suami istri itu pergi meminggalkan toko Rianti. Mereka juga tadi membeli dua nasi bungkus di rumah makan sebelah toko Rianti.
"Eh, Pah, lihat deh rumah makan itu," tunjuk Mirna saat mobil mereka berhenti di sebuah lampu merah. Mobil itu menghadap ke arah rumah makan yang ada di sisi taman kota. "Itu kan rumah makan yang ada di kota?"
"Ah iya, buka cabang di sini juga. Kok Papah baru lihat," jawab Ridwan setelah melihat apa yang ditunjukan oleh istrinya. "Perasaan tiga bulan yang lalu belum ada."
"Nah iya, Mamah juga baru lihat. Gimana kalau kita mampir, Pah?"
"Nanti aja setelah dari rumah sakit, orang deket ini."
Sang istri nampak setuju dan saat lampu hijau menyala, mobil yang mereka kendarai langsung mengambil arah kanan menuju rumah sakit. Entah apa yang akan terjadi jika mereka mampir dan melihat pria yang dia kenal berada di rumah makan tersebut.
__ADS_1
...@@@@@...