
Sementara itu masih di malam yang sama, tepatnya di warung yang menyediakan menu cemilan khas sunda, dua pria yang baru saja selesai bersih bersih, saat ini nampak duduk sembari melepas lelah. Dua cangkir kopi dan juga satu toples kacang asin menjadi teman mereka dalam menghabiskan waktu sampai menjelang ngantuk nanti tiba.
"Sudah jam berapa ini? Kok Randi belum pulang? " tanya Sandi setelah menyeruput kopi putih instan yang isinya tinggal setengah gelas. Matanya sempat melihat jam yang terpampang di salah satu sisi dinding dan di sana sudah menunjukan pukul sembilan lebih empat puluh menit. Karena temannya sudah pergi cukup lama, jadi wajar jika Sandi menanyakannya.
"Mungkin lagi disidang oleh pamannya Eliza," jawab Dandi yang sedari tadi nampak tidak berhenti dalam menikmati kacang asin hingga isinya hampir setengah toples dia habiskan.
"Pantang menyerah juga itu anak," balas Sandi setelah senyum tipis yang tadi dia tunjukan hilang bersamaan dengan keluarnya suara dari mulutnya.
"Ya emang harus begitu kan? Kita memang harus pantang menyerah kalau memang kita ingin memperbaiki masa lalu," Dandi kembali menimpali dan hal itu di balas dengan anggukan kepala beberapa kali oleh Sandi kalau dia juga setuju dengan ucapan sahabatnya.
__ADS_1
"Tapi kamu ada rencana nggak sih, Dan, untuk menghadap orang tua Rianti?" pertanyaan Sandi sontak membuat gerakan tangan Dandi yang sedang mengupas kulit kacang terhenti. Matanya yang sedari tadi memandang tidak tentu arah, saat ini tatapannya langsung tertuju pada pria yang baru saja melempar pertanyaan.
"Kalau memang ada niat untuk memperbaiki masa lalu, seharusnya kita itu menghadap orang tua para wanita masing masing. Tapi untuk saat ini, aku belum ada rencana untuk itu. Apa lagi aku pernah mengagalkan pernikahanku dengan Rianti secara sepihak, pasti akan sangat susah membangun kembali kepercayaan orang tua Rianti," balas Dandi tanpa ada rasa emosi.
Sandi kembali menganggukan kepalanya beberapa kali. "Ya sama kayak aku, untuk menghadapi orang tua sendiri aja aku masih belum ada keberanian, apa lagi menghadapi orang tua Arimbi. Kayaknya aku bakalan ditelan hidup hidup."
"Hahaha ..." tawa kedua pria itu seketika pecah. "Tapi kan, mau tidak mau, kita harus menghadapinya?"
Dandi sontak mendengus kesal. "Kalau aku sih nggak akan tinggal diam. Kalau itu orang berulah lagi, aku benar benar akan menghajar Rusdi sampai mampus."
__ADS_1
Rusdi adalah salah satu teman dari tiga pria itu. Lebih tepatnya mantan teman. Anak orang kaya yang sekarang menduduki posisi manager dalam sebuah perusahaan yang dimiliki oleh keluarganya. Dulu, tiga pria itu dan Rusdi adalah teman yang begitu akrab. ke empat pria itu sangat kompak dalam melakukan apapun termasuk saat mereka menghancurkan satu persatu hidup para wanita.
Namun sayang, dibalik sikap Rusdi yang penolong dan baik hati, ada maksud tersembunyi dari pria itu. Rusdi memiliki orientasi yang menyimpang meski dia juga suka dengan wanita, dan parahnya dia menyukai salah satu dari tiga temannya itu. Penyimpangan yang dilakukan Rusdi kebongkar pada saat mereka menginap di salah satu Villa milik keluarga Rusdi setelah merayakan malam tahun baru.
Malam itu, dengan rencana yang sangat matang, Rusdi sengaja memberi Sandi sebuah obat tidur. Rusdi juga yang mengatur agar Sandi bisa tidur satu kamar dengannya. Ketika Sandi berhasil menenggak minuman yang dicampur obat dan Rusdi akan melakukan aksi bejatnya, tanpa sengaja Dandi masuk ke dalam kamar yang di tempati dua pria itu.
Betapa kagetnya Dandi saat melihat Rusdi sedang mencumbu tubuh kekar Sandi dimana baju Sandi telah terbuka dan Rusdi hendak melapas celananya. Rusdi yang saat itu sudah tidak memakai apa apa pada tubuhnya sontak menutupinya dengan selimut. Dandi pun langsung berteriak memanggil Randi.
Malam itu, Rusdi langsung disidang oleh Dandi dan Randi. Sedangkan Sandi masih terlelap dalam pengaruh obat tidur. Rusdi terus berkilah dan menuduh Sandilah yang menyimpang. Sayang sekali, Randi dan Dandi tak percaya begitu saja. Dengan segala amarah yang mendera, tubuh Sandi langsung diangkat oleh kedua temannya menuju mobil dan mereka bertiga meninggalkan Rusdi yang saat itu juga begitu marah sebab rencananya gagal.
__ADS_1
Karena itulah, Rusdi membongkar semua perbuatan tiga pria kepada keluarga wanita yang sudah dihancurkan hidupnya. Bahkan Rusdi berjanji, akan terus menjadi penghancur jika para pria itu dekat dengan wanita lain dengan cara membuka keburukan Sandi dan dua temannya.
...@@@@@...